UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 05 Mei 2018 11:00
Jelang Ramadan, Sekjen Perdagangan Tinjau Dua Pasar di Pontianak
TINJAU PASAR. Sekjen Kemendag, Karyanto Suprih, menengok-nengok Pasar Mawar Pontianak, Kamis (3/5). Untuk memantau harga dan persediaan stok komoditas pangan jelang Ramadan. Maulidi Murni-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Takut kecolongan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) keliling pasar-pasar di Indonesia. Untuk memantau harga dan persediaan stok bahan pangan, sampailah mereka kemarin (3/5) ke Pontianak.

Diberitakan Rakyat Kalbar, yang datang adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag, Karyanto Suprih. Ia meninjau dua pasar. Flamboyan dan Mawar. Hasil kunjungan, seperti yang diklaimnya, bahwa persediaan stok cukup aman menjelang Ramadan. Bahkan untuk beberapa bulan berikutnya.

Untuk Kalbar, kata Karyanto, jika tidak tersedia beras medium, maka Bulog akan menyuplainya. Sedangkan untuk daging lokal yang cukup diminati, ia ingin ada pilihan lain untuk masyarakat. Ada daging beku.  "Ini yang sedang kita coba, daging beku kan maksimum harganya Rp80 ribu, kan stabil," ujarnya di Pasar Mawar.

Ia juga menyebut harga telur stabil. Sama dengan bawang putih, Karyanto memastikan harganya turun. Sekarang ini seharga Rp18 ribu perkilogram. Sedangkan bawang merah Rp30 - 32 ribu.  Namun, Karyanto memastikan akan ada penurunan harga dalam sepekan kedepan. Karena bakal masuk suplai yang banyak.

“Intinya kita ingin ada keterjaminan ketersediaan pasokan, kalau stok cukup kan tidak ada alasan harga barang menjadi naik,” tegasnya.  Hanya saja, di Kota Pontianak, ia mengakui beras yang banyak diminati adalah beras jenis premium yang harganya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk hal ini, Karyanto meminta para pedagang tidak bermain-main. Meski ingin pedagang untung, harus tetap dalam koridor. Ikuti harga yang sudah sesuai dengan HET.

"Kami pemerintah pusat dan maupun daerah, bersama gubernur, wali kota dan bupati, Disperindag, serta Satgas Pangan selalu mengawal dan mengikutinya," jelasnya. Pun, ia menambahkan, juga ada peraturan dari Kementerian Perdagangan No. 20. Tentang melaporkan diri sebagai distributor. Mengajukannya cukup secara online. Tidak dipungut biaya.

"Kepada masyarakat kami iimbau tidak perlu khawatir, bahwa stok cukup, kami selalu kontak dengan daerah, jika ada komoditi kurang maka akan segera di gelontorkan, apa saja," tegas Karyanto. Imbuh dia, "Untuk harga sudah kita publish, ada harga yang sudah ditetapkan".

Tokh, sanksi akan diberikan kepada distributor atau pedagang jika menjual di atas HET. Meski cuma sebagai pembinaan. Tapi, bila harga tinggi dan stok barang banyak, Karyanto menyatakan, hal itu merupakan penimbunan. Maka akan dilakukan penangkapan kepada yang melakukannya.

"Boleh menaikkan barang tapi sesuai HET, pedagang juga jangan rugi, karena kami sudah hitung, dia dengan HET tidak bakalan rugi," pungkasnya. Sementara itu, Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalbar, Sabaruddin Amrullah, memastikan pihaknya sudah memasok sebanyak 16 ribu ton gula di Kalbar. Ia optimis harganya akan stabil. Bahkan, diterangkannya, saat dilakukan peninjauan bersama - sama di dua pasar, harganya ada yang turun.

Untuk stok pangan, ia pastikan aman dalam 3 - 4 bulan kedepan. "Harga gula HET nya Rp12.500 perkilo, ada penurunan menjadi Rp11.500. Jadi luar biasa penurunan, karena kami dari Bulog memasok puluhan ribu ton gula sehingga sangat optimis bahwa bulan ke depan harga di Kalbar stabil," terang Amrullah.

Tidak hanya gula, beras sebanyak 11 ribu ton telah disebarkan ke seluruh wilayah Kalbar. Dan nantinya ada penambahan. Yang dihargai Rp9.950. Sama dengan harga operasi pasar dengan kualitas medium dan sesuai HET. "Untuk distributor kami melepas dalam bentuk curah 50 kilo harganya Rp8500. Nanti distributor akan membagi ke pengecer, untuk tingkat pengecer kami melepas dalam kemasan 5 dan 10 kg harganya Rp9.050. Nah wajib pengecer menjual di HET Rp9.950. Ini stoknya sampai lebaran, sampai Agustus," paparnya.

Dikonfirmasi, salah seorang pedagang beras di Pasar Mawar, Kristiono alias Akok. Ia mengaku ada sedikit penurunan harga dari beberapa waktu lalu. Ia menceritakan, pada bulan Desember 2017, sempat terjadi kekurangan stok. Tapi untuk sekarang ini sudah tersedia semua. Menurutnya, tidak ada beda signifikan antara sekarang dengan tahun lalu.

"Sampai saat ini dalam tahap yang wajar, HET nya masih terjaga, yang premium Rp13.300 sama yang medium Rp9.950. Dari Bulog sendiri juga ada turun berasnya," sebut pria berusia 43 tahun itu. Masih di lokasi yang sama, Yohanda alias Angi, pedagang bawang putih dan merah, mengaku ada penurunan juga. Bawang putih yang dijual secara eceran sebelumnya hampir Rp20 ribu perkilo. Tapi sekarang ini hanya Rp18 ribu saja perkilogramnya.

Sedangkan bawang merah, pria berusia 40 tahun ini menyebut masih dalam kisaran Rp30-32 ribu. "Permintaan bawang masih stabil, soalnya pasokannya cukup, aman. Katanya mau panen. Barang semua dari jawa," tutupnya. Berbeda dengan telur ayam. Sekarang sudah ada kenaikan sedikit dimana sebelumnya seharga Rp1.100 perbutir. Kemudian sekarang ini Rp1.200. HET di kisaran Rp1.200 hingga Rp1.500.

"Menjelang puasa ada kenaikan dan kemudian pertengahan saat orang membuat kue dan persiapan lebaran. Pasokan kita aman, kalau tidak ada permintaan yang melonjak, itu stabil," ujar Magdalena, penjual Telur di Pasar Mawar. (Maulidi Murni, Nova Sari/rk)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Tujuh Hari Dicari, Hamidah Tak Ditemukan

PONTIANAK- Tim SAR (search and rescue) gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:05

Bawaslu Pontianak Ajak Media Massa Awasi Pemilu

PONTIANAK- Media massa menjadi salah satu pilar demokrasi. Di tengah panasnya kontestasi politik saat…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:04

TEGAS..!! Tiada Ampun, ASN Korupsi Langsung Dipecat

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak memberi ampun bagi Aparatur…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51

Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:41

Tanahnya Dikuasai Pengembang, Pria Ini Layangkan Gugatan ke PN

PONTIANAK- Maulana Muhammad, warga Jalan Parit Na’im, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,…

Jumat, 21 September 2018 10:38

SEENAKNYA SAJA..!! Penghalang di Fasum Dibongkar Paksa

PONTIANAK- Sejumlah pemilik ruko memasang penghalang di atas fasilitas umum (fasum). Baik berupa portal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .