UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 30 April 2018 23:32
Gara-Gara Ini, Kolam Lele Pak Polisi Diprotes Warga

Timbulkan Bau Tak Sedap, Warga Desak Pembongkaran

TAMBAK LELE. Wadir Binmas Polda Kalbar AKBP M Nasir menunjukan tambak lele yang ia kelola, kemarin—Syamsul Arifin/RK

PROKAL.CO, KUBU RAYA- Warga Komplek Bhayangkara Asri 2 dan sekitarnya di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya mengeluhkan bau tak sedap yang ditimbulkan dari tambak ikan lele milik Wakil Direktur Binmas Polda Kalbar, AKBP M Nasir. Apalagi, warga menyebut pembangunan tambak menggunakan terpal itu di atas fasilitas umum (fasum) dan tak persetujuan warga. Saat ini warga protes keras dan meminta tambak itu segera dibongkar.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Ketua RT 6/RW 3, Nurdin mengatakan, warga sudah sepakat untuk melakukan pembokaran tambak yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu. "Ada beberapa tanda tangan warga yang mengeluhkan adanya tambak tersebut. Sebenarnya di lingkungan sini tidak layak lagi untuk tambak ikan. Karena sudah banyak warga," ujarnya kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Nurdin mengatakan, seharusnya ada jarak tambak dengan pemukiman warga. "Saya dengar dari warga, tambak ini juga tidak ada persetujuan warga. Harusnya minimal minta tanda tangan warga. Kalau ke saya selaku Ketua RT, juga tidak diberitahukan baik lisan dan tulisan," kesalnya.

Ia berharap pengelola tambak tersebut dapat segera membongkar sesuai dengan keinginan warganya. "Harapan kami, tambak ini bisa dibongkar sesuai dengan tanda tangan warga yang meminta bongkar," katanya. Misdiono, warga lainnya juga mengaku mencium aroma tak sedap yang bersumber dari tambak berukuran 3x6 meter itu. Terutama saat ia membuka pintu rumahnya. Tambak tersebut, dijelasnya, dibangun di atas lahan fasum yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum. "Kita sudah mendatangi beliau (pengelola/pemilik), tapi dia bilang tidak bau. Saya sendiri merasakan baunya," ujar Misdiono.

Diakuinya, pihak pengelola juga telah berjanji akan melakukan pembongkaran tambak tersebut dan meminta tenggang waktu selama enam bulan. Namun setelah lebih dari batas waktu yang ditentukan, tambak ikan lele tersebut tak juga dibongkar. "Kita bersama warga sudah minta, agar pembongkaran segera diselesaikan," terangnya.

Dia menambahkan, pengelola tambak mengaku hasil dari tambak itu akan digunakan untuk pembanguan masjid. Namun hingga kini, bangunan masjid dinilai masih belum terbangun dengan baik. "Apa yang ditambah kita juga tidak mengetahui," lanjutnya.

Putra, warga lainnya mengatakan, upaya untuk memberitahukan perihal tersebut juga telah dilakukan. Namun belum mendapat respon positif. Ia mengakui, awalnya memang khawatir untuk memprotes tambak tersebut. Namun karena sudah sangat merugikan, akhirnya ia memberanikan diri. "Setahu saya yang punya ini polisi berpangkat AKBP. Sudah kita sampaikan keluhan kita. Awalnya memang khawatir jika kami dikira iri dengan usaha dia, tapi ini sudah sangat merugikan kami," tuturnya.

Dikonfirmasi, AKBP M Nasir mengaku telah diberikan mandat untuk pengelolaan fasum bersertifikat tersebut. Menurutnya, fasum itu dengan dua nama kepemilikan.  "Jadi fasum ini tanahnya dengan sertifikat milik Supriyadi selaku Developer Komplek Kapur Raya dan Nuryanti selalu Developer Bhayangkara Asri. Saat serahterima hibahkan ini, ada sertifikatnya yang diketahui Kepala Desa, disaksikan PakTaufik dan Rudiansyah," ujarnya.

Menurut dia, lahan tersebut diserahkan oleh Developer kepada dirinya yang saat itu menjabat sebagai Pengurus Masjid Nurul Amanah. Di mana dalam proses pembangunan akan menggunakan dana hasil tambak lele tersebut.  "Saat serah terima hibah fasum ini, kita sudah izin dan kesepakatan membangun lele asal tidak bau. Dimana hasilnya akan digunakan membangun masjid," ungkapnya.

Memang diakuinya saat kesepakatan tersebut disampaikan hanya secara lisan dan dimungkinkan tidak menyeluruh. Terlebih saat pembanguan, penghuni perumahan tersebut juga masih belum cukup ramai. "Jadi memang kesepakatan ini kita sampaikan di masjid secara lisan dan waktu itu penghuni di komplek ini juga belum ramai," tuturnya.

Selain itu, ia mengakui telah mendapat izin dari Pengurus Masjid Nurul Amanah serta dukungan dari Polda Kalbar. Dimana, pembanguan usaha tambak lele ini merupakan satu diantara alternatif upaya dalam penggalangan dana pembangunan masjid.

"Tambak lele ini sebagai percontohan bagi rekan kita di kepolisian yang pensiun, untuk mengisi waktu pensiunnya. Ini juga telah kita komunikasikan kepada Kapolda, Irwasda, Waka Polda. Dengan lele bisa terbangun masjid dan mereka sangat mendukung," ujarnya.

Saat ini, pembangunan masjid masih terus berjalan. Memang masih menunggu hasil panen lele berikutnya untuk melanjutkan pembangunan. "Saat ini memang pembanguan masjid masih bagian tengahnya saja dan akan kita teruskan setelah panen lele ini," katanya.  Ia juga berjanji akan membongkar tambak lele yang berdiri di kawasan fasum tersebut jika telah dilakukan panen. Hal tersebut telah disampaikan kepada pengurus masjid yang lain. "Karena kesibukan saya juga jadi ini sudah saya sampaikan ke Sekretaris Pengurus Masjid. Mungkin tidak sampai ke seluruh warga. Tembak lele ini akan kami bongkar setelah lebaran nanti," tegasnya.

Nasir mengakui, memang sedikit terlambat dalam membongkar tambak lele tersebut. Namun hal tersebut bukan tanpa alasan, dimana beberapa waktu lalu banyak ikan yang mati akibat racun nyamuk.

"Beberapa waktu lalu saya tidak tahu siapa yang menyuruh melakukan penyemprotan nyamuk di sini padahal sudah tidak ada nyamuk. Dampaknya 14 ribu ekor ikan lele ini mati dari total 20 ribu ikan lele," ujarnya. Sementara dengan kejadian tersebut, tidak ada satu pun warga yang bertanggung jawab. Akhirnya ia menambahkan kembali lele terebut yang berdampak pada semakin panjangnya waktu panen. "Saya tidak pernah permasalahkan ikan yang mati itu. Saya tambahkan sendiri 14 ribu lele untuk menggantikannya. Ini karena saya sudah berjanji hasil lele untuk membangun masjid," tuturnya.

Dia juga meminta kepada warga memberikan sedikit waktu tambahan untuk menunggu masa panen. “Saya minta ini agar diberikan waktu hingga beberapa hari setelah lebaran untuk dibongkar, karena hasilnya juga untuk pembanguan masjid," katanya lagi.

Terkait keluhan warga mengenai bau tidak sedap dan limbah yang merugikan itu, ditampik oleh Nasir. Karena pada pengelolaan, sambung Nasir, tambak lele ini menggunakan sistem organik probiotik.  "Ini tidak ada limbah lelenya, karena untuk pengelolaan lele menggunakan probiotik dengan bakteri air, pakan kita fragmentasi. Ini sudah organik probiotik dan inginnya saya ini memang sebagai percontohan untuk tambak lele di kawasan dekat pemukiman," katanya. (Syamsul Arifin/rk)


BACA JUGA

Minggu, 12 Agustus 2018 21:21

Bawa Barang Malaysia, Lima Warga Diamankan Polisi

BENGKAYANG- Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkayang kembali menggagalkan upaya penyelundupan…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:42

TEKAPAR..!! Minum Air Sungai Tercemar Tuba, Warga Keracunan

PUTUSSIBAU- Yustina Ani, warga Dusun Jelemuk Desa Miau Merah Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:30

Dugaan Begal di Jalan Rasau, Kapolsek: Banyak Kejanggalan

RASAU JAYA- Joni, seorang warga Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya dikabarkan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:13

Gerebek Warung Kopi, Polisi Ciduk Penjual Togel

PUTUSSIBAU- Polres Kapuas Hulu berhasil mengungkap kasus perjudian jenis kupon putih atau toto gelap…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:46

Kuda-Kudaan dengan Pacar di Kos, Ketahuan oleh Warga, Ya Gini Dah Jadinya…

PONTIANAK- Unit PPA Sat Reksrim Polresta Pontianak mengamankan Mis, warga Desa Sungai Enau, Kecamatan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:41

Ngakunya Lihat Mahluk Halus, Warga Banyak Pingsan

NANGA PINOH- Sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) Dusun Otak Pantai Desa Tebing Kerangan Kecamatan Nanga…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:37

Tergiur Gaji Besar, Lima Calon TKI Ilegal Diamankan di Jalur Tikus

SANGGAU- Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap birokrasi perlindungan dan penempatan tenaga kerja…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:35
Dugaan Pungli Program PTSL 2017 di Sekayam

Pungli, Kades Perempuan Ini Dijebloskan ke Penjara

SANGGAU- Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan pungutan liar (pungli) sertifikat tanah,…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:26

Penyalur TKI Ilegal Janjikan Gaji RM 35 per Hari

SANGGAU- Jajaran Polres Sanggau pada Sabtu (28/7) sekitar pukul 05.00, berhasil mengamankan empat orang…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:24

MC Dangdutan Kondang Dihajar Hingga Gigi Palsunya Copot

SUNGAI KAKAP- Senong, seorang Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara kondang dalam blantika musik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .