UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 24 April 2018 11:40
Pengukuhan DPP MABM dan MPM Kalbar
Berbudaya Santun, Melayu Jaga Marwah
PENGUKUHAN. Chairil Efendy (kiri), Anwar Fuadi (kanan) dan Oesman Sapta Oedang (kanan) ketika acara pengukuhan DPP MABM Kalbar masa Bhakti 2018-2023 dan MPM Kalbar 2018-2022 di Rumah Melayu, Pontianak, Kamis malam (19/4). Maulidi Murni-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat masa bhakti 2018-2023 dan DPP Majelis Perempuan Melayu (MPM) Kalbar masa bhakti 2018-2022 dikukuhkan, Kamis malam di Rumah Melayu, Pontianak, Kamis malam (19/4). Acara pengukuhan dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sekaligus merupakan Dewan Kehormatan MABM Kalbar Oesman Sapta Oedang dan Anwar Fuadi selaku tokoh Melayu Palembang serta artis senior Indonesia.

Rakyat Kalbar memberitakan, Chairil Efendy didaulat sebagai Ketua Umum DPP MABM Kalbar masa Bhakti 2018 - 2023. Mantan Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak ini terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) MABM Kalbar ke V. Sedangkan Ketua DPP Majelis Perempuan Melayu Kalbar masa Bhakti 2018-2022 dipercayakan kepada Wakil Bupati Sambasi, Hairiah. Agenda pengukuhan ini juga dirangkai dengan ulang tahun MABM yang ke XXl.

Chairil Efendy mengatakan, kurang lebih satu bulan yang lalu ia diberikan amanat oleh Mubes ke V MABM Kalbar untuk menjadi Ketum. Setelah itu, ia bersama formatur menyusun kepengurusan DPP MABM Kalbar. Dalam kepengurusan kali ini banyak wajah-wajah baru. “Baik dari akademisi, politisi, pengusaha, pensiunan ASN, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat dan lainnya,” katanya.

Tidak hanya itu, DPP MABM Kalbar juga menambah pos baru. Dengan adanya pengurus wajah-wajah dan pos baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat Melayu Kalbar dan Indonesia pada umumnya. "Selama ini kami komit dan untuk terus kedepannya menjaga marwah," ujarnya.

Marwah kata dia, adalah rasa malu untuk tidak berbuat baik, malu berbuat curang, malu tidak mau belajar, malu tidak menghormati orangtua. Oleh karena itu, semua pengurus berusaha untuk menjaga nilai tersebut. Supaya marwah Melayu betul-betul dapat dijaga.

Dalam Mubes ke V MABM kata Chairil, telah membuat sejumlah rekomendasi baik untuk internal maupun eksternal. Butir rekomendasi diantaranya, MABM Kalbar siap menjaga, membela empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Selain agenda pengukuhan dan ulang tahun MABM, pada kegiatan yang sama, para pengurus MABM dan MPM Kalbar juga melakukan deklarasi yang menyatakan perang terhadap perdagangan manusia, narkoba serta praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Pasalnya dapat melemahkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

MABM Kalbar selalu mendukung kepolisian untuk memberantas perdagangan minuman keras dan menghentikan serta melakukan penindakan terhadap pelaku penyebaran hoax sesuai hukum yang berlaku. Selanjutnya menolak penyebaran praktik LGBT, karena bertentangan dengan dengan nilai-nilai moral universal dan agama.

“Semua pengurus berkomitmen mendukung upaya pemerintah terhadap hal-hal yang kurang baik dan negatif. Misalnya peredaran narkoba, LGBT, penyebaran hoax dan segala macam. Oleh karena itu kita mendeklarasikan diri,” tegasnya.

MABM Kalbar juga selalu menghormati, menghargai dan menjaga keharmonisan masyarakat serta mendukung Pilkada damai yang santun, beradab, cerdas dan berkualitas. “Kita berharap pelaksanaan Pilkada berjalan dengan santun, beradab dan menjunjung tinggi nilai demokrasi. Kepada aparat yang bergerak dalam pelaksanaan Pilkada betul betul mengedepankan hukum dan Undang-undang yang berlaku agar berjalan sesuai dengan harapan," lugas Chairil.

Sementara Oesman Sapta Odang menyampaikan rasa bangganya atas pengukuhan tersebut. Putra asli Kabupaten Kayong Utara yang karib disapa OSO ini mengatakan, sengaja mendatangkan Anwar Fuadi supaya bisa bercerita kepada seluruh orang Indonesia. Sebab kata dia, suku-suku yang ada di Kalbar merupakan tuan rumah yang terbuka. Baik Melayu, Dayak, Cina dan suku lainnya.

OSO mengatakan, sebenarnya ia telah menyampaikan kepada Chairil agar tidak lagi duduk sebagai pengurus MABM Kalbar. Ia berharap lebih baik diberikan yang lain sebagai regenerasi. Tapi menurut Chairil memang berbeda. Jabatan partai politik, DPD, MPR bisa dilepas begitu saja.

Tapi lain dengan masyarakat adat dan budaya. Jika dilepaskan begitu saja, maka tidak beradat dan beradab. Sehingga perbedaan inilah yang membikin OSO terpanggil dengan segala risikonya. "Saya ingin menyampaikan, ada filosopi yang disampaikan pak Ketua, budaya kita adalah budaya yang santun, tidak murahan, karena orang Melayu harus santun," ujarnya.

Orang Melayu kata dia, harus bersikap seolah-olah dia selalu menjadi pelayan. Namun ia mengingatkan, bahwa orang Melayu bukan untuk diinjak-injak. Bilamana itu dilakukan, maka yang akan berada di depan. “Orang Melayu juga wajib menghormati suku-suku yang ada di seluruh Kalbar. Semuanya merupakan saudara,” pesannya.

Dia menuturkan, budaya Melayu ada sampai ke Afrika. Namun banyak hal yang harus digali. Dari itu, ia terus berupang menyampaikan sistem 5S.  Dijelaskannya, S pertama adalah strategi. Suku Melayu mau dibawa kemana dan dijadikan apa pun, tetap meneruskan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. S kedua, yaitu struktur. Dimana organisasi yang seperti apa.

Sementara S ketiga adalah skill. Orang-ortang yang duduk di dalam struktur harus betul-betul mempunyai kemampuan di dalam organisasi. “Tidak asal ditunjuk," ucapnya.  Sedangkan S keempat yakni Sistem. Menurutnya, sistem harus terbangun dengan baik. Dan S kelima adalah Speed and Target. Bahwa MABM harus memiliki target ke depan yang harus direncanakan. "Tugas saya sebagai dewan kehormatan, menjaga kehormatan, keharmonisan, marwah termasuk suku-suku yang ada di Kalbar," katanya.

OSO mengatakan, MABM merupakan organisasi yang mengedepankan budaya. Yaitu budaya Melayu dengan kesantunan, bermarwah, bermartabat, bersahabat kepada semua suku. Lantas menempatkan diri selaku tuan rumah dalam bentuk apapun. Dalam artian sifatnya melayani. "Nah, itu tidak gampang melakukannya, kesombongan-kesombongan harus hilang di dalam budaya. Karena kesombongan tidak bisa mengajak berkomunikasi dengan orang lain maupun suku lain," imbuhnya.

Sifat budaya Melayu bagaimana berkomunikasi dengan baik, santun dan mengajak semua orang bisa berkomunikasi dengan saling mengerti, saling menghayati dan saling bersahabat. "Itulah marwah dari perkumpulan masyarakat Melayu," tambahnya.

Sedangkan untuk MPM Kalbar, ia kembali mengutarakan rasa cinta. Karena wanita yang mengikuti organisasi adalah luar biasa.  Sebelum mengakhiri ceramahnya, OSO juga berpesan, dalam momentum Pilkada atau tahun politik ini diharapkan terlaksana dengan adil, jujur, tertib, aman dan bermartabat dengan tidak merasa jago atau kuat. Tapi ada rasa membangun kebersamaan.

Biarkan masyarakat memilih dengan hati nuraninya bahwa orang tersebut adalah pilihannya dalam membawa perubahan serta dapat mengangkat harkat dan martabat orang yang ia pimpin. “Sehingga dapat memakmurkan daerah Kalbar," tutup OSO. (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:16

Ngakunya Sakit Hati dengan Ortu Korban, Istri Anggota Polda Disiram Lem Besi

PONTIANAK- Merry Harfiani, istri seorang anggota Polda Kalbar menjadi korban penganiayaan. Perempuan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:09

Kebakaran Lahan di Pontianak, Pemkot Diminta Tegas terhadap Developer

PONTIANAK- Kabut asap akibat pembakaran lahan di Pontianak sebagian besar terjadi tak jauh dari perumahan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00

Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:31

KPAID: Jangan Ada Seperti Ainun Lagi

PONTIANAK- Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia Dearah (KPAID) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:29
Penemuan Bayi di Teras Rumah Warga Komplek Sejahtera 1

Demi Adopsi Bayi, Heni Berjaga di Pintu Ruang Perinatologi

PONTIANAK- Penghuni rumah Nomor B16 di Komplek Sejahtera 1, Jalan Sungai Raya Dalam, Kelurahan Bangka…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:26

Tak Diizinkan Periksa HP, Pria Ini Pukul Istrinya

PONTIANAK- Suami istri tak seharusnya memiliki rasa curiga yang berlebihan. Karena, hal itu dapat memicu…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:57

Penangkapan Kapal Latih Polnep oleh TNI AL, Diduga Karena Ini

PONTIANAK- Kepala Seksi Operasional dan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pontianak, Nazirin mengaku tidak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:36

ADA APA INI? KM Borneo Pearl Ditangkap

PONTIANAK- Kapal latih milik Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), KM Borneo Pearl diamankan anggota…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:33

Dua Pembobol Alfamart Dibuat Pincang

PONTIANAK- Dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis minimarket dibekuk anggota Jatanras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .