UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 16 April 2018 11:25
PARAH..!! 4 Bulan, 41 Kasus Jambret dan 9 Pembunuhan Terjadi di Kalbar
BARANG BUKTI. Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono menunjukkan barang bukti sarana dan hasil kejahatan serta pelaku saat press release pengungkapan kasus curas dan pembunuhan di Mapolda Kalbar, Jumat (13/4)-Bid Humas Polda Kalbar for RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Hampir empat bulan, terhitung sejak Januari hingga saat ini, jajaran Polda Kalbar menerima 41 laporan kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Sedangkan untuk kasus pembunuhan, tercatat ada 9 kasus yang terjadi di Bumi Khatulistiwa itu. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menerangkan, dari 41 laporan kasus curas, yang berhasil diungkap Ditreskrimum Polda Kalbar dan Satreskrim Polres jajaran sudah mencapai 36 kasus. Artinya, sudah 87,8 persen pengungkapan kasus curas.

"Dalam pengungkapan kasus curas, jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 33 orang," tutur Irjen Didi kepada sejumlah wartawan dalam press release pengungkapan kasus curas dan pembunuhan di Mapolda Kalbar, Jumat (13/4).

Rakyat Kalbar memberitakan, hasil interogasi kepada 33 pelaku, modus operandi yang digunakan yakni merampas handphone (HP) yang sedang dipegang atau digunakan korban sebanyak 18 kasus, merampas tas korban saat sedang berkendara 9 kasus, merampok ke dalam rumah serta melukai korban 1 kasus, menodong dengan senjata tajam 2 kasus, merampas sepeda motor 2 kasus.

Kasus curas yang menonjol dan menarik perhatian adalah curas yang terjadi di Jalan Siam, Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (7/4) lalu. Dimana, korban atas nama Melinda harus menjalani operasi setelah tangannya dibacok pelaku jambret ketika ia mempertahankan barang berharganya.

"Kasus yang terjadi terhadap Melinda ini menarik perhatian. Beruntung anggota cepat mengungkapnya. Upaya pengungkapan yang dilakukan melakukan olah TKP, analisa CCTV dan profiling pelaku sehingga pelaku dapat ditangkap," ucapnya.

Berdasarkan modus operandi yang terjadi sebagian besar adalah dengan cara merampas HP atau tas di tempat-tempat umum seperti jalan raya dan kawasan pertokoan/ pasar dan lain lain. Sehingga Irjen Didi mengimbau agar masyarakat tidak menciptakan kesempatan kepada pelaku dengan cara menelepon sambil berkendara, membawa tas jinjing (bagi perempuan) yang mudah dijangkau perampas dan mengenakan perhiasan yang berlebihan.

Diantara pelaku tersebut, terdapat pula resedivis dengan kasus yang sama maupun pelaku baru. Saat hendak diamankan, terdapat enam tersangka curas yang melakukan perlawanan hingga akhirnya harus dilumpuhkan dengan timah panas. Sementara untuk kasus pembunuhan, lanjut dia, petugas baru berhasil mengungkap 6 dari 9 kasus yang dilaporkan. Atau sebesar 66,7 persen. "Untuk tersangka kasus pembunuhan, ada 10 orang yang diamankan," terang Irjen Didi.

Pembunuhan ini, kata Irjen Didi, berupa perkelahian sebanyak 3 kasus, penemuan mayat korban pembunuhan 3 kasus dan karena dendam pribadi 1 kasus. Ia melanjutkan, kejahatan dengan kekerasan seperti jambret, dan perampokan serta pembunuhan mendapat perhatian masyarakat luas karena tidak hanya menimbulkan kerugian materil, akan tetapi juga menimbulkan korban jiwa berupa luka dan hilangnya nyawa.

"Kejahatan tersebut dapat terjadi karena latar belakang ekonomi, dendam, perkelahian maupun latar belakang lain yang berlangsung secara spontan maupun terencana," katanya. Ditreskrimum Polda Kalbar dan Satreskrim Polres jajaran, dikatakan Irjen Didi, akan selalu berupaya dengan optimal melakukan pengungkapan kejahatan-kejahatan tersebut menggunakan metode ilmiah (Scientific Crime Investigation/SCI) mulai dari melakukan olah TKP untuk mengangkat sidik jari laten, analisa CCTV, merumuskan motif dan profil tersangka hingga pada metode penangkapan yang dilakukan secara professional dan prosedural. (And/rk)


BACA JUGA

Minggu, 17 Maret 2019 10:12

Guru Honorer Ngambek, Begini Kata Gubernur Sutarmidji

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji menanggapi protes para guru honorer daerah…

Minggu, 24 Februari 2019 12:16

Ayo..!! Sayangi Parit Cintai Sungai Kapuas

 Gerakan Senyum Kapuas (GSK) merupakan salah satu komunitas yang konsen…

Minggu, 24 Februari 2019 12:14

Mahasiswa Bela Guru Honorer

Dalam rangka rakornas IMAKIPSI (Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:32

Sebanyak 2.195.593 Lembar Surat Suara Tiba di Pontianak, Langsung Kirim ke Sambas

PONTIANAK- Surat suara untuk pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 mulai…

Jumat, 15 Februari 2019 11:17

Pengendara Mobil Mesti Waspada, Ada Teror Lempar Batu di Jalan Raya Jungkat

PONTIANAK- Kaca depan minibus bernomor polisi KB 1728 HQ, retak…

Kamis, 07 Februari 2019 11:38

MEMBARA..!! Gudang Mebel di Sungai Raya dan 5 Ruko di Tanjungpura

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, gudang maebel di Gang Tantri Kencana,…

Senin, 04 Februari 2019 11:54

Pengikat Tersangkut, Crane Pengangkat Boiler PT SJAL Tumbang

PONTIANAK_ Crane yang mengangkat alat boiler dari KM Power Jet…

Sabtu, 02 Februari 2019 11:01

Relawan Caleg Demokrat Diserang, Polisi Tetapkan Sg Sebagai Tersangka

PONTIANAK- Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir memastikan penanganan…

Jumat, 01 Februari 2019 10:58
Perjalanan Kasus Penyerangan dan Pengrusakan Atribut Partai Demokrat di Rasau Jaya

Relawan Buat Laporan ke Bawaslu

PONTIANAK- Penyelesaian perkara penyerangan terhadap relawan Dessi Fithri Anggraeni, Caleg…

Jumat, 01 Februari 2019 10:57

Usai Diservis, Mobil Mirna Terbakar

PONTIANAK- Mobil jenis Daihatsu Xenia tiba-tiba terbakar di Jalan Ahmad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*