UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 06 April 2018 09:13
KASIHAN, Karena Alih Fungsi Hutan, Orangutan Makin Terpinggirkan
DIAMANKAN. Satu diantara orangutan yang telah diamankan BKSDA Kalbar. BKSDA for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK- Orangutan sering diburu dan dibunuh akibat tumpang tindih habitatnya dengan lahan masyarakat. Juga gara-gara alihfungsi kawasan hutan tersebut menjadi perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Hal ini diperparah masyarakat yang menganggap keberadaan orangutan sebagai hama perusak ladangnya.

Dilansir Rakyat Kalbar, dari tahun 2010-2017, terdapat tujuh kejadian orangutan masuk ke perkampungan warga di Desa Rasau, Desa Sungai Purun, Desa Peniraman, dan Desa Wajok, Kabupaten Mempawah. "Ketidaktahuan masyarakat terhadap upaya mitigasi sering berujung kepada jalan pintas, yaitu membunuh orangutan," terang Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, Selasa (3/4).

Perkara mitigasi ini jadi hal penting untuk dipelajari. Sadtata berujar, satu diantara penyebab utama dari penurunan jumlah populasi satwa liar di Kalimantan Barat, khususnya spesies orangutan, adalah eksploitasi melalui perburuan untuk tujuan perdagangan, pemeliharaan, dan konsumsi.

"Bukan sekadar itu, penyebab lainnya adalah fragmentasi habitat akibat deforestasi yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, dan konversi hutan menjadi areal budidaya," tuturnya.

Upaya melakukan dan memberikan pengetahuan soal mitigasi pun dilakukan. Misalnya melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia yang tengah berlangsung di Kabupaten Mempawah. Pihak terkait digandeng, di antaranya WWF-Indonesia, Yayasan Titian Lestari dan Forum Konservasi Orangutan Kalimantan Barat (FOKAB) serta didukung oleh TFCA Kalimantan bersama BKSDA Kalbar.

“Ini salah satu upaya kita untuk menekan konflik manusia dan orangutan. Sebelum terjadi konflik, sebaiknya dilakukan langkah-langkah antisipasi. Dan ini harus disertai kemauan manusianya sendiri, sehingga secara ekologi populasi spesiesnya terjaga dan secara sosial kehidupan masyarakat juga terjaga,” ujar Sadtata.

Berdasarkan data dari pihaknya, sepanjang 2017, tercatat 439 satwa liar yang melibatkan 28 spesies, termasuk orangutan, berhasil diselamatkan. Penyelamatan terhadap orangutan dilakukan lantaran terjadi konflik antara manusia dengan satwa arboreal tersebut.  (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*