UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 27 Maret 2018 12:04
Proyek Nasional, Promenade Baru Rampung 44 Persen
KEREN ABISS..!!! Yang Begini Nih, Se Indonesia Cuma Ada di Pontianak
TAHAP PENGERJAAN. Pembangunan promenade di Kelurahan Benua Melayu Laut Kecamatan Pontianak Selatan yang masih dalam tahap pengerjaan, Senin (26/3). Maulidi Murni-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pembangunan promenade sepanjang 826 meter dan lebar 10 meter di Kelurahan Benua Melayu Laut (BML) Kecamatan Pontianak Selatan masih dalam pengerjaan. Pekerjaan ini menjadi salah satu mega proyek waterfront Kota Pontianak yang dilakukan pemerintah pusat.

Diberitakan Rakyat Kalbar, lokasi untuk berjalan-jalan itu masih dari Pelabuhan Shenghie hingga Parit Tokaya. Bagian tengah jalan akan difungsikan untuk taman dan penghijauan seluas 6 meter. Kemudian pada bagian kiri dan kanan seluas 2 meter akan difungsikan untuk pejalan. Saat ini progres pengerjaannya sudah 44 persen dengan target hingga Agustus 2018.

Lurah BML, Lestari mengatakan, perkembangan pembangunan promanade di wilayahnya memang sedikit mengalami kendala. Antara lain, posisi promanade dan turap ada pelurusan dari Gang Asean sampai Gang Kamboja.  "Ternyata di ruang turap antara geretak menyempit hingga promanade yang 10 meter terkena sebagian geretak yang lokasinya bervariasi antara 60 cm-1,4 m," katanya saat meninjau lokasi promenade, Senin (26/3).

Untuk mengganti geretak yang terkena pembangunan, maka promenade akan dimundurkan. Namun berdampak pada terkena tanah kosong, teras dan rumah warga. Maka diperlukan sosialisasi untuk memberikan pengertian kepada masyarakat.

Ditegaskan Lestari, proyek promenade ini untuk kepentingan umum. Dengan begitu diharapkan, warga terdampak proyek promenade tersebut dapat merelakannya. "Untuk komunikasi kepada masyarakat, Alhamdulillah. Begitu di datangi secara persuasif door to door, di berikan penjelasan, mereka sebenarnya sangat mengerti cuma terkendala rumah yang ditempati, tanah lokasi yang terkena itu sifatnya masih kepemilikan waris. Keterkaitan itu mereka harus bermusyawarah dulu di keluarga mereka," paparnya.

Untuk fasilitas umum sesuai Garis Sempadan Sungai (GSS), masyarakat yang sudah membongkar dengan kesadaran sendiri ada 41 bangunan. Mulai dari cafe, rumah, warung, dermaga, tangga mandi dan jembatan untuk angkutan air. "GSS sudah selesai. Hak milik ada 20 lokasi, tanah kosong, rumah warga, warung, teras, Surau," jelasnya.

Untuk menuju kawasan promenade itu, akan ada tiga pintu masuk atau akses jalan. Yaitu di Jalan Barito, Gang Irian dan Gang Kamboja Jalan Tanjungpura. Pintu masuk dari Jalan Barito ada 10 ruko yang akan dilakukan pembongkaran. Dua ruko sudah ada kesepakatan dan pemiliknya bersedia membongkar.

Sedangkan tujuh ruko, pemiliknya ada di luar Kota Pontianak, sehingga untuk menghubunginya sedikit makan waktu. Sementara satu ruko lagi tidak bisa dihubungi lantaran sudah lama kosong. Tapi instansi terkait sudah berusaha untuk mencari pemilik ruko tersebut.

Untuk di Gang Irian, sudah dilaksanakan sosialisasi berapa kali. Sudah dijelaskan oleh Camat bahwa di gang tersebut akan ada pelebaran jalan 9 meter. Dampak pelebaran jalan itu, dari depan Gang Irian sampai ke sungai ada 32 bangunan yang terkena. Pihak pemerintah pusat maupun pelaksana sudah ada kesepakatan dengan warga, hanya 7 meter menjadi jalan dan bangunan yang terkena 16 saja. "Dan itu sudah persuasif, door to door mereka sudah setuju. Mungkin dalam waktu dekat untuk rehab Gang Irian akan segera dimulai," sebutnya.

Sedangkan di Gang Kamboja pihaknya belum melaksanakan sosialisasi, karena menyelesaikan satu persatu terlebih dahulu. Jika di Gang Irian sudah selesai dibangun, maka pihaknya akan melakukan sosialisasi di Gang Kamboja.

“Koordinasi dengan tingkat provinsi dan pusat terus dilakukan. Progres apapun tetap dilaporkan. Bahkan dari provinsi juga selalu menanyakan tentang lokasi promenade,” ungkapnya.

Dijelaskan Lestari, dari rencana desain promenade yang pernah ia lihat, di kawasan itu akan banyak lokasi untuk wisata. Mulai taman-taman ruang terbuka hijau, lokasi permainan meriam, dan lain-lain. Kemudian ada pula dua Surau serta pos polisi dan Babinsa.  Di kawasan itu juga ada tandon untuk menampung air hujan. Daya tampungnya 8000 liter. Di luar posisi promenade akan ada gedung atau bangunan untuk wisata kuliner yang rencananya berada di Gang Kamboja.

"Saya akan mencarikan posisi gedung tempat wisata kuliner. Kedepannya akan kita bicarakan apakah diperuntukkan untuk warga yang terkena, terutama pemilik cafe yang bertanya kapan mereka bisa usaha lagi di lokasi yang mana diperbolehkan. Nanti kita bicarakan dengan pemerintah atau pimpinan," pungkas Lestari.

Sementara itu, Camat Pontianak Selatan, Iwan Amriady menyebutkan, pengerjaan promenade seharusnya sudah mencapai 65 persen. Maka dari itu, pihak Kementerian menunggu apabila tidak ada pergerakan dalam rangka memenuhi deviasi (penyimpangan) 21 persen ini sampai 20 April. Untuk itu pemerintah pusat akan mempertimbangkan kembali terkait pelaksanaan kelanjutan proyek promenade ini.

"Kondisinya menurut kementerian ini dipilih dari beberapa kota di Indonesia. Dan pilihan jatuh ke Pontianak. Artinya kalau tidak sampai pada target ada kemungkinan 60 persen itu dialihkan ke Kota Manado. Tapi kita berharap ini bisa diselesaikan," harapnya.  Promenade yang memakan dana APBN Rp45 miliar ini tentu saja sayang kalau sampai terhenti. Proyek ini merupakan kepercayaan pemerintah pusat terhadap Kota Pontianak. Apalagi di nasional yang namanya promenade ini baru ada di Kota Pontianak. “Promenade ini bukan waterfront, tapi lebih unik dari waterfront,” ucapnya.

Permasalahan terkait pembangunan promanade di Kelurahan BML ini kata dia, 21 persen adalah titik-titik pekerjaan yang harusnya dikerjakan. Nyatanya masih belum terkerjakan sampai saat ini.

Upaya yang sudah dilakukan dengan koordinasi, termasuk permintaan pendampingan ke pihak kejaksaan dalam rangka mengawal bahwa ini adalah kepentingan umum secara luas. Bukan hanya untuk Kota Pontianak, tapi juga kepentingan nasional.  "Ya kita berharap insya Allah kondisi 21 persen ini secepatnya dikejar proses pembangunannya, terutama dalam waktu dekat adalah pembangunan Gang Irian. Jadi Jalan Irian yang nanti akan jadi pintu masuk proyek promenade di Kelurahan BML," tutup Iwan.

Ketua RT3/RW 3 Kelurahan BML, Syarif Kamaruzaman mengaku mendukung pembangunan promenade di kawasannya tersebut. Bahkan dia berharap pembangunannya cepat rampung. "Kalau dukungan masyarakat sih alhamdulillah dari RW 3 sangat mendukung dan tak ada masalah,” ucapnya.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan promenade ini warga sekitar mengharapkan partisipasi pemerintah. Agar masyarakat bisa mendapatkan income atau pemasukan. Misalnya, warga di sekitar mendapatkan bantuan untuk berjualan atau usaha lainnya.  "Alhamdulillah dari awal tak ada masalah. Ya itu lah supaya  masyarakat sini diprioritaskan dengan kebijakannya," ujar Kamaruzaman penuh harap.  (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 12:51
Kapolda Pimpin Sertijab Kapolres Ketapang

Minta Maaf, Mantan Kapolres Ketapang Akui Kesalahan

PONTIANAK- Serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Ketapang dan Singkawang dilaksanakan di Mapolda…

Minggu, 15 Juli 2018 12:39

Kalbar Berpotensi Jadi Sumber Pangan Dunia

PONTIANAK- Tidak hanya di Indonesia, Kalimantan Barat berpotensi besar menjadi daerah sumber pangan…

Minggu, 15 Juli 2018 12:37
Pantau Titik Api, Antisipasi Kabut Asap

Kemarau, BPBD Pontianak Lakukan Patroli

PONTIANAK- Beberapa pekan Kota Pontianak tak diguyur hujan. Selama kemarau, kebakaran lahan berpotensi…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:17
Heboh Plang Kantor Bersama Polri dan Polisi Tiongkok

Polisi Tiongkok Dua Kali Lobi Sunario

PONTIANAK - Rupanya, Biro Keamanan Publik Resor Suzhou Tiongkok sudah dua kali mendatangi Polres Ketapang…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:10

Gara-Gara Plang Kantor Polisi Bersama dengan Tiongkok, Kapolres Ketapang Dicopot

PONTIANAK- Derasnya viral plang Kantor Polisi Bersama Kepolisian Negara Indonesia Provinsi Kalimantan…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:05

WADUH GAWAT..!! Kabut Asap Mulai Selimuti Kalbar

PONTIANAK- Musim kemarau telah tiba. Kalbar mulai diselimuti kabut asap. Hujan lama tak turun. Cuaca…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:53
Polemik Plang Kerja Sama Polisi Indonesia dan Tiongkok di Ketapang

CATAT..!! Kerjasama Internasional Harus Sesuai Prosedur

PONTIANAK- Sebenarnya kerjasama internasional dibolehkan. Bahkan diperlukan dalam kaca mata hukum internasional.…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:45
Polisi Tiongkok Ajak Polres Ketapang Bikin Kantor Polisi Bersama

Langsung Sodorkan Plang, Warganet pun Heboh

PONTIANAK- Warganet dihebohkan dengan beredarkan foto plang kantor polisi bersama dengan Biro Keamanan…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:42
12.000 Warga Indonesia Tewas Setiap Tahun

MIRISNYA..!! Ada 1,57 Persen Penduduk Kalbar Pengguna Narkoba

PONTIANAK- Narkoba menjadi musuh bersama. Butuh keterlibatan semua pihak memberantas peredaran gelap…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:39

Gara-Gara Barang Ini, Sudah 18 Orang Divonis Mati

PONTIANAK- Barang bukti hampir 20 Kg sabu, 2.000 ekstasi dan 4.000 happy five dimusnahkan di lapangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .