UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 24 Maret 2018 13:45
Dugaan Ikan Kalengan Bercacing
BPOM Pontianak Sidak ke Distributor, Ini Hasilnya
KUMPUL SAMPEL. Petugas BPOM mencatat sampel produk ikan kaleng di salah satu gudang distributor di Jalan Sungai Raya Dalam, Jumat (23/3). Warga for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK-. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menginstruksikan distributor dan importir  untuk memusnahkan Farmerjack, IO, dan Hoki. Produk ikan kemasan kaleng itu mengandung cacing. Jajarannya di tingkat provinisi pun diperintahkan memantau pasar.

"Kami memantau pelaksanaan penarikannya, maksudnya apakah penarikan sudah dilakukan, masih diketemukan nggak. Manakala tiga produk itu ditemukan, kita instruksikan untuk dimusnahkan," tutur Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Pontianak, Ketut Ayu Saretini, saat mengecek sebuah gudang distributor di  Jalan Sungai Raya Dalam, Jumat (23/3).

Diberitakan Rakyat Kalbar, pemantauan ini tidak hanya terfokus pada tiga produk itu, merek kemasan ikan kalengan lainnya tidak luput. "Tadi juga di luar produk tersebut kita lakukan sampling, nanti pengujian di laboratorium," ujarnya. BPOM Pontianak tidak berkerja sendirian. Karena produk yang dipantau itu berbahan dasar ikan, maka pihaknya berkerja sama dengan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan Pontianak.

"Beberapa hari ke depan juga kita akan turun ke sarana-sarana yang kita duga ada produk tersebut," beber Ayu. Dari hasil pengecekan di gudang itu, pihaknya tidak menemukan produk impor bermasalah. "Tapi yang kita lihat di sini tidak ada produknya. Karena itu juga produk impor. Tapi di sini (produk lain) tetap kita lakukan pengawasan dengan cara kita sampling, nanti kita akan lakukan pemeriksaan di Laboratorium," ulangnya.

Sasaran pengecekan tidak hanya gudang importir dan distributor saja, juga ke tempat peredarannya. "Kita kan punya data terutama ke sarana yang besar seperti gudang distributor, juga ke supermarket, bila perlu ke pasar tradisional," terang Ayu. Kepada masyarakat, dia meminta, jika menemukan tiga jenis produk yang bercacing itu untuk melaporkan ke pihaknya. "Nanti kami memfasilitasi untuk dikembalikan," ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan Pontianak, Miharjo, mengatakan tugas dan fungsi pengawasan produk perikanan yang sudah dalam bentuk kalengan ada di BPOM. Karena produk dasarnya adalah ikan, pihaknya juga memiliki kewajiban moral mengawasi.

"Tapi untuk kewenangan sepenuhnya memang ada di BPOM, harapan kami masyarakat semakin care (peduli) dengak kondisi untuk produk sudah viral itu untuk dilaporkan atau ditarik sesuai dengan prosedur di BPOM," pintanya.

Sementara itu, terkait beredarnya pemberitaan ikan kaleng yang mengandung cacing tersebut, distributor produk makanan, Budi Khama mengatakan semua produk ikan kaleng yang didistribusikanya produk lokal atau produk dalam negeri. "Kita aman, kita produk lokal semua, yang bahaya itu produk impor," ujarnya. Lanjut dia, pabrik yang produknya didistribusikannya itu memiliki quality control. Jika ada isu permasalahan seperti ini, pabrik akan lebih takut dibandingkan pihaknya sebagai distributor.

"Karena merek dari pabrik susah dibangun, kalau untuk rusak itu gampang," jelas Budi.  Kata dia, sebelum menjadi distributor, dirinya pernah mengunjungi pabrik ikan kaleng tersebut. Dan selama lima tahun menjadi  distributor produk yang didistribusikannya, belum ada keluhan dari masyarakat.  "Kita pegang sudah berapa tahun, aman - aman saja. Selama ini oke sih, belum ada keluhan," pungkasnya.  (Ambrosius Junius/RK)

 


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26
Narkotika Dimusnahkan, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

Bawa 100 gram Ketamine, Warga Tiongkok Dibekuk

PONTIANAK- Bawa 100 gram ketamine, Li Chuang Hui dibekuk polisi ketika melintas di Jalan Raya Anjongan…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Ingin HUT Kota Pontianak Mendunia

PONTIANAK- HUT Kota Pontianak bisa menjadi jualan menarik. Ke mana-mana. Nusantara, hingga dunia. Dalam…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51

Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:51

Pejabat BUMD Terlibat Politik Praktis, Harus Diberi Sanksi Tegas

PONTIANAK- Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Badan Umum Milik Daerah (BUMD) yang terlibat politik…

Kamis, 27 September 2018 10:41

Tanahnya Dikuasai Pengembang, Pria Ini Layangkan Gugatan ke PN

PONTIANAK- Maulana Muhammad, warga Jalan Parit Na’im, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,…

Jumat, 21 September 2018 10:38

SEENAKNYA SAJA..!! Penghalang di Fasum Dibongkar Paksa

PONTIANAK- Sejumlah pemilik ruko memasang penghalang di atas fasilitas umum (fasum). Baik berupa portal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .