UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 24 Maret 2018 13:32
Kasus Video Pasangan Dipaksa Berbuat Asusila di Sambas
Tiga Pelaku Persekusi Pasangan Mesum Diciduk
PERIKSA. Anggota Polsek Paloh menginterogasi pelaku persekusi dan pelecehan di Mapolsek Paloh, Kamis (22/3)—Sairi/RK

PROKAL.CO, SAMBAS- Tiga orang pelaku persekusi terhadap pasangan mesum seperti dalam video perbuatan asusila yang beredar dan sempat menggemparkan warga Kabupaten Sambas, berhasil ditangkap anggota Polsek Paloh. Ketiganya adalah RZ (25), HN (32), dan DD (28). Penangkapan terhadap ketiga pelaku ini berlangsung pada 20-21 Maret lalu.

“Saat ini ketiga pelaku masih diperiksa. Dan kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus,” kata Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadi Prabowo melalui Kapolsek Paloh Kompol Habib Turhiba, kepada sejumlah wartawan, Kamis (22/3).

Diberitakan Rakyat Kalbar, pengungkapan kasus ini berawal dari keresahan warga dengan peredaran video hubungan suami istri itu. Setelah diselidiki, ternyata identitas perempuan dalam adegan itu diketahui. Dia berinisial IJ. Umurnya masih 17 tahun.  “Senin kemarin, kami mendatangi rumah orangtuanya dan menerangkan mengenai adanya sebaran video yang bermuatan keasusilaan dan pelecehan dari sekelompok orang itu," ujar Turhiba.

Awalnya, orangtua IJ tak percaya anaknya nekat berbuat tak sepantasnya itu. Untuk memastikan, orangtua IJ bertanya langsung kepada putrinya. "Kepada orangtuanya, IJ mengakui bahwa memang dia yang ada dalam video tersebut. Korban juga mengatakan kejadian berlangsung pada akhir 2015 silam," jelasnya.

Turhiba menceritakan, korban mengaku memang melakukan hubungan intim bersama seorang laki-laki berinisial TT yang baru dikenalnya empat hari. Perbuatan asusila itu dilakukan di belakang bangunan sarang burung walet di Kecamatan Paloh, pada pukul 22.00 WIB. "Pada saat sedang melakukan tindakan asusila, korban dan pasangannya ini dipergoki oleh sekelompok orang yang jumlahnya belasan,” terangnya.

Sebagian besar, orang-orang tersebut menggunakan masker dan penutup wajah. “Mereka juga memaksa pasangan ini melanjutkan hubungan intim tersebut sambil merekam adegan itu menggunakan handphone-nya," tutur Turhiba.

Ternyata, sekelompok orang itu memanfaatkan kesempatan. Mereka bukan mencegah perbuatan asusila itu, tapi justru ikut melakukan pelecehan. Dari pengakuannya, kata Turhiba, korban juga dipaksa untuk berhubungan badan dengan dua orang laki-laki yang tadinya menggerebek mereka.

"Sebagian dari sekelompok orang ini telah berbuat asusila dengan meraba-raba korban. Kemudian korban dan pasangannya ditinggal bersama dua laki-laki yang ditugaskan untuk menjaga agar tidak kabur. Nah, pada saat itu dua orang tersebut malah memaksa melakukan persetubuhan dengan ancaman akan menyebar video jika korban menolak," ungkapnya.

Dan, pada akhirnya video ini kembali beredar beberapa hari belakangan ini. Dari sejumlah bukti dan keterangan yang dikumpulkan, lanjut Turhiba, pihaknya melakukan pengembangan dan kemudian mengantongi nama-nama pelaku pelecehan atau persekusi tersebut. “Tiga orang pelaku sudah kita tangkap. Dua diantaranya, yakni RZ dan HN juga memaksa melakukan persetubuhan dengan ancaman menyebarkan video korban," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas, Pahmi Ardi sangat menyesalkan beredarnya video mesum itu yang awalnya kembali diunggah oleh akun facebook Biak Sempadian. Pahmi juga sangat menyesalkan tidak elegannya masyarakat dalam menggunakan media social. "Saat ini penggunaan media sosial sudah mengandung banyak sekali kemudharatan, hanya beberapa persen saja masyarakat yang menggunakannya untuk hal yang betul-betul bermanfaat,"  ungkap Pahmi.

Aktivis HMI ini sungguh prihatin melihat kasus penyebaran video mesum di facebook tersebut. "Ini adalah kejadian yang saya pikir sangat-sangat sudah tidak beradab, mengumbar dan sudah tidak ada malunya lagi untuk menyebarkan video yang tak senonoh di media sosial yang mana itu dapat dilihat oleh semua orang," tegasnya.

Pahmi menegaskan, bahwa Pemerintah harus tegas terhadap pelaku penyebar video ini. Di mana sudah jelas melanggar UU ITE yang menyebutkan pelarangan mendistribusikan, mengakses dan mentranformasikan dokumen elektronik yang memuat unsur yang melanggar kesusilaan. Dalam UU itu juga diatur bahwa setiap pelakunya akan dihukum 6 tahun penjara atau denda Rp1 miliar.

“Tentu saja kami berharap bahwa kejadian ini tidak akan terulang lagi. Untuk itu kita berharap ada sebuah regulasi atau pun pernyataan sikap serius Pemerintah dalam menyelesaikan kasus ini, untuk membuat pelaku menjadi jera," pungkasnya. (Sairi/RK)


BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 11:18

TNI Memang untuk Rakyat..!! Ibu Nili Diobati dan Kini Membaik

Pontianak- Selain bertugas menjaga perbatasan wilayah Indonesia-Malaysia sektor timur Kalimantan…

Minggu, 09 Juni 2019 14:20

Hujan Deras, Kecamatan Segedong Banjir

MEMPAWAH- Intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Mempawah dan sekitarnya…

Minggu, 09 Juni 2019 14:19

Kecelakaan di Jalan Raya Wajok Hilir, Satu Orang Dijemput Malaikat Maut

MEMPAWAH- Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Kabupaten Mempawah…

Minggu, 02 Juni 2019 11:42

NGGA KUAT..!! Tiket Pesawat Mahal, Warga Berat Hati Membeli

KETAPANG. Warga yang ingin mudik menggunakan jalur udara mengeluhkan harga…

Minggu, 02 Juni 2019 11:39

Selama Lebaran, Puskesmas Tetap Buka 24 Jam

MEMPAWAH- Diberitakan Rakyat Kalbar, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah,…

Senin, 27 Mei 2019 00:42

Belasan Rumah Rusak Dihajar Angin

 MEMPAWAH- Sebanyak 17 bangunan milik warga di Kampong Paoh RT…

Senin, 27 Mei 2019 00:37

LIHAT NIH..!! Video Siswi Adu Jotos Hebohkan Sekadau

Masyarakat Kabupaten Sekadau dihebohkan atas beredarnya video dua siswi yang…

Senin, 27 Mei 2019 00:35

Lagi Transaksi, Penjual Sabu Dibekuk Polisi

SANGGAU- Dilansir Rakyat Kalbar, seorang pelaku pengedar narkoba jenis sabu…

Kamis, 23 Mei 2019 12:16

YUK..!! Kembalikan Kejayaan Jeruk Sambas

SAMBAS- Diberitakan Rakyat Kalbar, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat…

Rabu, 22 Mei 2019 01:31

Atasi Krisis Pangan Melalui Budaya, Bagaimana Caranya..??

PONTIANAK- Mulai Senin (20/5), Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-34 digelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*