UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 20 Maret 2018 10:58
Event Kulminasi Dipastikan Spektakuler
Ada Pertunjukan Pesawat Tanpa Awak Berbahan Bakar Matahari
PESAWAT TANPA AWAK. Dengan tajuk ‘Membelah Langit Khatulistiwa’, OPIOR-1603 akan diterbangkan pada event titik kulminasi matahari di Komplek Monumen Tugu Khatulistiwa. Toni Eko Kurniawan for RK

PROKAL.CO,  PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak sepertinya serius menjadikan titik kulminasi matahari pada 21-23 Maret 2018 lebih seru dari sebelum-sebelumnya. Bagaimana tidak, berbagai rancangan spektakuler telah dipersiapan untuk dihadirkan di event dua kali setahun ini. Diberitakan Rakyat Kalbar, salah satu yang akan dihadirkan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak berbahan bakar matahari pertama di Indonesia.

Pesawat bernama OPIOR-1603 itu dikembangkan oleh Borneo SkyCam bersama Creative Robotic School dan diberi tajuk "Membelah Langit Khatulistiwa". Nantinya pesawat ini akan diterbangkan pada Rabu (21/3) pukul 12.30 WIB di Komplek Monumen Tugu Khatulistiwa serta dapat disaksikan lewat live streaming di channel YouTube BorneoSkycam.

Pesawat tanpa awak tersebut memiliki bentang sayap 3,1 meter dan panjang badan 1,6 meter. Badan pesawat terbuat dari stirofoam dan fiber, sehingga mampu membawa solar cell dengan kapasitas daya 133 watt. Dengan konsumsi motor yang hanya 96 watt memungkinkan untuk mengisi ulang baterai yang dibawa pesawat saat terbang di siang hari.

"Rencana awal akan membelah langit Khatulistiwa selama 16 jam. Karena lokasi berada di area penerbangan Bandara Internasional Supadio izin terbang selama itu tak didapat," kata CEO BorneoSkycam, Toni Eko Kurniawan, Senin (19/3).

Pesawat yang memiliki mode auto pilot itu diperkirakan hanya akan terbang 3-4 jam. Walau sebenarnya, dalam uji terbang pada Jumat (16/3) lalu di Lapangan Ampera, pesawat dapat terbang sampai 14 jam. Sedangkan terkait tayangan visual yang bisa disaksikan lewat YouTube secara langsung, kata dia pesawat tanpa awak ini dilengkapi kamera yang dapat dipantau pada groud controll station secara real time.

Roni menyebutkan, Borneo SkyCam sudah mengembangkan pesawat tanpa awak sejak tahun 2012. Dirinya berharap proyek ini bisa ditingkatkan lagi. Pasalnya, pesawat ini bisa untuk kepentingan militer. Misalnya untuk pemantauan batas negara atau digunakan untuk pengambilan data peta.

Tapi untuk sementara pesawat ini digunakan sendiri untuk kebutuhan pengambilan data peta yang bisa mengcover wilayah 1000-3000 hektare per terbang. "Jika ada investor yang mau memfasilitasi, kami juga siap memproduksi pesawat ini untuk dikomersilkan," tutup Toni. (Maulidi Murni/RK)


BACA JUGA

Senin, 16 April 2018 11:25

PARAH..!! 4 Bulan, 41 Kasus Jambret dan 9 Pembunuhan Terjadi di Kalbar

PONTIANAK- Hampir empat bulan, terhitung sejak Januari hingga saat ini, jajaran Polda Kalbar menerima…

Senin, 16 April 2018 11:13

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Mobil Ini Tabrak Indomaret

PONTIANAK- Sebuah Nissan  Grand Livina menerobos pintu masuk Indomaret Jalan HM Suwignyo, samping…

Senin, 16 April 2018 11:12

CARI KORENG..!! Maling Ini Nekat Embat Motor di Polresta, SELESAI KAMU..!!

PONTIANAK- AP memang nekat. Pemuda 26 tahun ini mencuri sepeda motor yang terparkir di halaman Mapolresta…

Jumat, 06 April 2018 09:22

Paslon Boleh Sebar Jadwal Imsakiyah

PONTIANAK- Ramadan tahun ini bertepatan masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di…

Jumat, 06 April 2018 09:10

WAJIB HUKUM MATI INI..!! Pria Ini Bawa Sabu Seberat 21 Kg..!!

PONTIANAK-. Kejahatan Narkoba dalam jumlah yang cukup besar di wilayah Kalbar kembali digagalkan. Kali…

Sabtu, 24 Maret 2018 21:07
Antusias Warga Terhadap Pesona Kulminasi Matahari, Kunjungan Wisman Meningkat

Gelar Festival Paret, KSP Luruskan Misteri Telur Berdiri

Fenomena alam titik kulminasi matahari terjadi dua tahun sekali, tepatnya 21-23 Maret dan 21-23 September.…

Sabtu, 24 Maret 2018 13:45
Dugaan Ikan Kalengan Bercacing

BPOM Pontianak Sidak ke Distributor, Ini Hasilnya

PONTIANAK-. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menginstruksikan distributor dan importir …

Sabtu, 24 Maret 2018 12:51
Kenalin, Sri Handayani, Wakapolda Kalbar yang Baru

Sarat Pengalaman, Pernah Jadi Rebutan

PONTIANAK- Wajah Polda Kalbar semakin “cantik”. Brigjen Pol Sri Handayani memberi suasana…

Selasa, 20 Maret 2018 11:00
Event Kulminasi Dipastikan Spektakuler

Planetarium Mini dan Robot Kuntilanak Siap Hibur Pengunjung

Pemerintah Kota Pontianak sepertinya serius menjadikan titik kulminasi matahari pada 21-23 Maret 2018…

Selasa, 20 Maret 2018 10:41

Ada Apa Ini? POM AU Lanud Supadio Geruduk THM

PONTIANAK- Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpom AU) Lanud Supadio menggelar operasi gabungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .