UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 14 Maret 2018 11:18
Pesut di Kalbar Juga Terancam Punah
ilustrasi

PROKAL.CO, Pesut tak hanya ada di Sungai Mahakam, Kaltim. Pesut juga tersebar di Kaltara dan Kalbar. Nah, di Kalbar, pesut masih bisa dijumpai di Dusun Cabang Roan Desa Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya. Pesut adalah lumba-lumba air tawar yang berada di wilayah perairan India, Filipina, dan Kalimantan. Saat ini keberadaan pesut sudah mulai punah. Oleh karena itu, pemerintah membuat gerakan dengan membuat Undang-Undang Perlindungan terhadap Pesut.

Program Officer TFCA Kalimantan Barat, Hasan Subhi menjelaskan, untuk melestarian habitat pesut salah satunya adalah dengan menjaga hutan mangrove. Dengan menanam jenis bakau, karena tumbuhan itu memiliki akar jangkar. Akar itu menjadi tempat tinggal ikan kecil yang merupakan pakan Pesut. "Selain itu juga menjadi penyaring air payau. Karena pesut ini kan hidupnya di air payau," katanya.

Hingga saat ini, JARI Borneo Barat baru sampai pada tahap diidentifikasi survei kemunculan Pesut. Selain pemantauan yang dilakukan langsung selama lima hari, identifikasi juga diambil dari pengamatan masyarakat. "Di sini mitosnya itu dulu, kalau pesut muncul menandakan ikan lagi banyak, atau kondisi di laut lagi tidak baik jadi lari ke sungai," ujarnya. Untuk rute, pintu keluar dan masuk biasanya diimulai dari teluk Nuri. Berlanjut ke pelabuhan teluk Batang, simpang lidah, muara batu empat, sungai Kerawang dan munggguk linang. Keluarnya bisa ke selat Padang Tikar, kemudian ke muara Padang Tikar.

"Dari pengamatan masyarakat, ada dua jenis warna abu-abu dan putih. Mereka kalau muncul selalu berkelompok, paling banyak empat ekor, minimal dua ekor. Kalau populasinya kita  belum tahu. Berdasarkan informasi dia sudah sangat sulit ditemukan kalau tahun 90an orang masih mudah melihat pesut," ungkap Hasan.

Saat melakukan pemantauan Pesut, mereka  keliling seluruh wilayah perairan Batu Ampar menggunakan kapal. Kemudian menunggu di spot-spot yang sudah diberi tahu. "Kalau pagi biasanya jam 9 sampai 11, kalau sore diatas jam 4," jelasnya. Dari tim JARI sendiri pernah lima kali melihat keberadaan Pesut, yakni di wilayah sungai Kosong Cina daerah Bunbun, depan dermaga Sungai Kerawang dan di Muara Batu Empa."Paling sering di Batu Empat dengan di Selat Pari," kata Hasan.

Ditempat lain, Arief Zainudin (29) mengaku waktu duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sering melihat Pesut. Pesut masih sering muncul pada tahun 2000 ke bawah.  Bahkan di depan Pelabuhan Besar Batu Ampar hampir setiap sore Pesut muncul.

"Waktu-waktu gerimis mereka muncul, saya sering lihatnya langsung dulu. Sekarang bahkan sudah keliling dengan kawan-kawan JARI selama lima hari hanya dua titik yang dapat," ungkapnya. Arief menuturkan, terakhir kali dirinya melihat kemunculan dua ekor Pesut tahun 2015 di daerah Selat Pendek mengarah ke Batu Ampar Kecil. "Jadi saya mancing dengan kawan-kawan dari Pontianak semacam sepok gitu kan. Begitu mereka lihat Pesut, langsung teriak heboh," ceritanya.

Arief mengingat, dulu Pesut sering muncul pada pagi dan sore hari, apalagi waktu gerimis. "Sampai masyarakat percaya kalau dia muncul bakal ada bencana besar di air," tutur Arief. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Negeri 2 Batu Ampar ini mengaku dulu, keberadaan Pesut tidak terlalu di pandang hingga sekarang jumlahnya sudah terbatas. Sehingga membuat banyak orang penasaran. Akhirnya para pemancing sengaja membuat jalur supaya juga dapat berjumpa dengan Pesut."Saat ini bertemu Pesut yang menjadi harapan besar siapapun yang datang di Batu Ampar ini," pungkasnya. (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…

Selasa, 25 September 2018 11:00

Sultan Berang, Laporkan Akun Facebook Intan Sekar Sari

PONTIANAK- Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie dalam waktu dekat ini akan melaporkan akun…

Selasa, 25 September 2018 10:57

PLTBm Pertama di Kalbar, Berkapasitas 15 MW

MEMPAWAH-  Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmdiji…

Selasa, 25 September 2018 10:55
Sah! Secara Defacto Gambar Garuda Pancasila Karya Sultan Pontianak ke VII

Tinggal Menunggu Penetapan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional

PONTIANAK- Gambar rancangan asli lambang negara Republik Indonesia, Elang Rajawali - Garuda Pancasila…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .