UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 14 Maret 2018 11:07
30 TKI Bermasalah Kembali Dideportasi

Satu Orang Patah Kaki Akibat Kecelakaan Kerja

DIPULANGKAN. TKI Bermasalah yang dideportasi dari Malaysia di PLBN Entikong, Rabu (7/3). Polsek Entikong for RK

PROKAL.CO, SANGGAU­- Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI-B) melalui PLBN Entikong, Rabu (7/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Kali ini, mereka yang dikembalikan ke tanah air sebanyak 30 orang menggunakan satu unit truk Imigressen Semunjan Sirian Malaysia yang didampingi KJRI Kuching.

“Ada 30 orang TKI B yang dipulangkan melalui PLBN Entikong. Satu diantara mereka mengalami patah kaki akibat kecelakaan kerja,” kata Waka Polsek Entikong, IPTU Een Suwenda kepada wartawan, Rabu (7/3).

Diberitakan Rakyat Kalbar, ke-30 orang tersebut terdiri dari 22 laki-laki dan delapan perempuan. Mereka berasal dari daerah berbeda. Provinsi Kalbar sebanyak 18 orang, Riau satu orang, Jatim tiga orang, Jabar satu orang, Sulsel satu orang, NTT dua orang dan NTB empat orang. Dari hasil screning, kata Wakapolsek, ditemukan beberapa permasalahan yang dialami TKI-B tersebut. Diantaranya pekerjaan tidak sesuai, gaji tidak sesuai, tidak memegang paspor dan tidak punya visa/permit kerja. Setelah dilakukan screning, para TKI-B tersebut dipulangkan ke daerah asalnya. Namun sebelumnya mereka diminta menandatangani surat pernyataan tidak kembali ke Malaysia tanpa dokumen lengkap.

Waka Polsek meminta dilakukan pengecekan dan pemeriksaan lebih ketat terhadap para WNI atau TKI yang akan masuk ke Malaysia melalui PLBN Entikong. Dengan harapan, mereka masuk ke negeri Jiran memiliki dokumen yang lengkap dan sesuai dengan prosedur. Sehingga dapat mengurangi terjadinya TKI-B. “Sosialisasi kepada masyarakat hingga lapisan bawah tentang prosedur menjadi TKI yang resmi harus terus kita lakukan, sehingga masyarakat mengetahui dokumen apa saja yang perlu dibawa apabila akan bekerja ke luar negeri, khususnya Malaysia,” pungkas Een.

Sementara itu, Rumah Sakit (RS) Miri, Sarawak, Malaysia merawat salah seorang pasien yang diduga warga Kabupaten Sekadau. Namun hingga sekarang kebenaran informasi tersebut belum bisa dipastikan.

Pemkab Sekadau melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bersama dengan Pemerintah Desa Sungai Ringin, sudah melakukan pelacakan. Hasilnya, masih kabur. “Kita cari di database kita, tidak ada,” kata Kepala Disdukcapil Sekadau, Ignasius Boni kepada Rakyat Kalbar, Kamis (8/3).

Terungkapnya keberadaan warga ini, bermula saat Disdukcapil Kalbar menerima surat dari KJRI Kuching, Sarawak Malaysia yang menyatakan bahwa ada seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang sedang di rawat di RS Miri. Warga tersebut mengaku bernama Suhaili Gayus, tinggal di Dusun Sungai Putat Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir. Informasi ini ditindaklanjuti Disdukcapil Kalbar dengan mengirimkan surat ke Disdukcapil Sekadau, Selasa malam (6/3). Pihak Disdukcapil Sekadau pun langsung menyampaikan masalah itu ke Pemdes Sungai Ringin. “Tapi belum ada hasilnya. Baik Pemdes, Dusun maupun warga di Sungai Putat, mengaku tidak ada yang kenal,” tutur Boni.

Namun ia berjanji akan terus melakukan penelusuran. “Nanti kita akan konfirmasi lagi ke provinsi (Disdukcapil Kalbar, red). Yang jelas, sekarang belum bisa dipastikan warga Sekadau. Lagian tidak ada nomor NIK atau KK-nya,” tukas Boni.

Terpisah, Kepala Desa Sungai Ringin, Abdul Hamid mengatakan, sudah dua hari terakhir ia turun ke Dusun Sungai Putat melakukan pengecekan, tapi tidak jelas orangnya. Sehingga sementara ini belum bisa dipastikan Suhaili benar atau tidak warga Sungai Putat. Sebab, hingga saat ini belum diketahui secara jelas keluarganya. “Ini sedang dicari kejelasan keberadaan keluarganya. Warga disana (Sungai Putat,) ada menjadi tenaga kerja wanita (TKW), tapi Suhaili masih kami telusuri,” jelas pria yang akrab disapa Anjang Jonok itu.

Dari informasi yang didapat, pihak RS Miri, Sarawak, Malaysia menyebutkan Suhaili mengalami patah kaki. Suhaili dibawa ke RS dengan ambulan setelah mendapatkan laporan dari warga Malaysia adanya seseorang yang tidak mereka kenal meringis kesakitan.

Dokter hendak mengoperasi Suhaili, namun ditunda. Hal itu disebabkan, karena belum jelasnya status kewarganegaraan Suhaili. Pihak KJRI Kuching telah berkunjung ke RS tersebut untuk melihat kondisi Suhaili. Hanya saja, saat ditanyai Suhaili tidak bisa menjelaskan secara jelas bagaimana dirinya bisa masuk ke Sarawak. (Kiram Akbar, Abdu Syukri/rk)

 


BACA JUGA

Rabu, 06 Juni 2018 15:27
Parkir Liar Depan Transmart Akhirnya Ditertibkan

Jukir Diangkut, Kendaraan Ditilang

SUNGAI RAYA- Janji Dinas Perhubungan Kubu Raya dan Satlantas Polresta Pontianak untuk menertibkan parkir…

Rabu, 06 Juni 2018 15:14

Ujaran Kebencian terhadap Mantan Gubernur UJ, Pelaku Fitnah Serahkan Diri

SEKADAU- Kasus ujaran kebencian terhadap mantan Gubernur Kalbar asal Sekadau, Almarhum H Usman Jafar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:09
Ujicoba PLTU Parit Baru Site Bengkayang

YES..!! PLTU Ini Siap Membuat Kalimantan Benderang

SINGKAWANG- Direktur Bisnis Regional Kalimantan, Machnizon Masri bersama General Manager PLN UIP Kalimantan…

Rabu, 06 Juni 2018 15:06

Innova VS Vega ZR, Arifin Meninggal di Tempat

SEKADAU- Mobil Toyota Innova dan sepeda motor Yamaha Vega ZR terlibat kecelakaan di Jalan Sekadau-Sanggau,…

Rabu, 06 Juni 2018 14:21

NAH KAN…Pelaku Fitnah Mantan Gubernur UJ Dipolisikan

SEKADAU-Dugaan ujaran kebencian lontaran pemilik akun Facebook Raymon Sanchez berbuntut panjang. Statusnya…

Minggu, 03 Juni 2018 22:37

Lidik Fitnah terhadap Mantan Gubernur UJ, Keluarga akan Tempuh Jalur Hukum

SEKADAU-. Mantan Gubernur Kalbar, almarhum Usman Jafar (UJ) difitnah  pemilik akun Facebook Raymon…

Minggu, 03 Juni 2018 21:29
Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Sekadau

Warga Diminta Siap-Siap Mengungsi

Banjir juga merendam ratusan rumah warga di bantaran sungai Kapuas dan sungai Sekadau. Khususnya di…

Minggu, 03 Juni 2018 21:27
Banjir di Kabupaten Melawi

BAHAYA..!! Ketinggian Air Sudah Mencapai 3 Meter

NANGA PINOH- Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi dan Sekadau. Luapan air melumpuhkan…

Jumat, 01 Juni 2018 21:57

Usai Cekcok dengan Kekasih, Sukaton Ditemukan Bersimbah Darah di Mobilnya

Ulah Median Sukaton membuat geger warga. Bagaimana tidak, pria 34 tahun itu ditemukan dalam kondisi…

Jumat, 01 Juni 2018 20:23

MANTAP..!! Sanggau Jadi Lokasi Program Pertanian Terbesar di Kalbar

SANGGAU- Tahun ini, Kabupaten Sanggau menjadi lokasi program pertanian terbesar di Kalbar. Sanggau akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .