UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 05 Maret 2018 12:33
Kunjungan Persatuan Sosial Hua Ind serta Tim RS dr. Sutomo Surabaya ke RS Kusta Alverno Singkawang
Hilangkan Stereotip Negatif terhadap Eks Penderita Kusta
RS ALVERNO. Suasana di RS Kusta Alverno Singkawang, Jumat (2/3). SUHENDRA-RK

PROKAL.CO, Bagi sebagian orang, penderita kusta masih menjijikkan dan harus dijauhi. Stereotip itu, sedihnya, juga menerpa yang sudah sembuh. Beruntung, Rumah Sakit Kusta Alverno Singkawang mau menampung eks penderita kusta.

 

Suhendra, Singkawang

Lantaran image negatif yang masih ada di benak masyarakat, Marrie Bernard atau Bong Suni terpaksa jauh dari kampung halaman. Masyarakat di kampungnya tidak menerima dia. Setakat ini, bagi  Marrie, RS Kusta Alverno Singkawang merupakan rumahnya.  “Saya di sini sudah 65 tahun, dan memang saya tak pernah dijenguk keluarga lagi,” ujar perempuan berusia 92 tahun ini kepada jurnalis dan rombongan Persatuan Sosial Hua Ind serta Tim Medis RS dr. Sutomo Surabaya, di RS Kusta Alverno Singkawang, Jumat (2/3).

Senada, Satiman. Pria 65 tahun ini juga pernah menderita kusta. “Stigma masyarakat terhadap kami memang sangat kami rasakan, dan sulit untuk diterima kalau kita memang sudah terkena kusta,” tutur ayah enam anak dengan enam cucu ini. Diberitakan Rakyat Kalbar, dulu dia pernah bekerja sebagai sopir. Cobaan bernama kusta datang pada medio 1980. Ia harus dirawat di RS Kusta Alverno Singkawang saat itu. Perjuangan untuk sembuh dilakoninya sungguh-sungguh. Kondisinya berakhir cacat. Tapi melalui bedah rekontruksi cacat itu bisa diatasi.

Direktur RS Alverno Singkawang, dr. Barita Ompusunggu, menegaskan banyak penderita kusta yang akhirnya sembuh. “Mereka ada selain ada dari Singkawang juga ada dari Sambas, Kota Pontianak, Kabupaten Melawi, dan daerah lainnya di Kalimantan Barat. Jadi yang dirawat di RS Alverno ini berasal dari daerah lain juga,” paparnya. Jumlah mereka sembuh tercatat sebanyak 79 orang. “Sedangkan yang masih makan obat kusta sebanyak 17 orang, mereka semuanya terbuang dan disisihkan dari masyarakat dan ada juga yang sudah sembuh akhirnya ditampung di RS Alverno, karena masyarakat dan keluarga menolaknya,” terang Barita.

Untuk kebutuhan obat-obatan ditanggung pemerintah. Untuk makan dan minum pasien ataupun pasien yang sudah sembuh, saat ini ditanggung RS Alverno Singkawang dan donatur. Barita mengungkapkan, orang yang menderita kusta bukan langsung tertular. “Ini yang seharusnya bisa dipahami masyarakat, bahwa ketika bertemu orang yang menderita penyakit kusta bukan berarti langsung tertular,” ungkapnya.

Imbuh dia, “Meskipun penyebabnya bakteri yang mirip bakteri penyakit TBC, medium penyebarannya bukan melalui udara”. Sementara itu, Koordinator tim dokter dari RSUD dr. Sutomo Surabaya, dr. Iwan Kristian, Sp BKD, meminta penderita kusta yang mengalami cacat jangan berkecil hati. Sebab, saat ini sudah ada teknologi operasi, yaitu rekonstruksi ulang terhadap bagian tubuh tertentu penderita kusta.

 “Diantaranya kami melakukan rekonstruksi ulang terhadap tangan, karena fungsi tangan untuk bekerja, serta menyambung syaraf yang putus dan mengumpulkannya,” ujarnya. Meski begitu, dokter spesialis ahli rekonstruksi bedah tangan ini mengungkapkan biaya untuk operasi memang mahal. “Kalau untuk satu orang saja, biayanya operasinya rata-rata berkisar Rp20 hingga Rp25 juta,” beber Iwan.

Tapi, ia siap membantu dengan mengirimkan sumber daya manusia ahli medis. Asalkan ada donatur yang siap untuk membantu mereka melakukan operasi bagi penderita kusta. Dalam rombongan tersebut, terlihat mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman. Kata dia, dukungan moril bagi penderita kusta maupun yang sudah sembuh harus diberikan.

“Dan kita harus berupaya menghapus stigma negatif masyarakat terhadap penderita kusta, terutama yang sudah sembuh, karena mereka masih dikucilkan, mulai dari keluarga dan masyarakat,” jelasnya. HK, karib dia disapa, meminta instansi terkait dapat mensosialisasikan detail penyakit kusta ke masyarakat. Agar stereotip buruk terhadap mereka perlahan namun pasti bisa hilang.

Di tempat yang sama, Ketua Perkumpulan Sosial Hua Ind, Merry Tanhart mengatakan, pihaknya berusaha membantu para penderita kusta atau yang sudah sembuh namun mengalami kecacatan. “Dengan melakukan rekonstruksi ulang tertentu terhadap tubuh yang mengalami cacat,” ujarnya. Dukungan ini dilakukan, kata dia, karena para penderita kusta tetap harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. “Dan juga memerlukan kasih sayang baik dari keluarga dan lingkungan mereka,” terang Merry. (*)


BACA JUGA

Rabu, 06 Juni 2018 15:27
Parkir Liar Depan Transmart Akhirnya Ditertibkan

Jukir Diangkut, Kendaraan Ditilang

SUNGAI RAYA- Janji Dinas Perhubungan Kubu Raya dan Satlantas Polresta Pontianak untuk menertibkan parkir…

Rabu, 06 Juni 2018 15:14

Ujaran Kebencian terhadap Mantan Gubernur UJ, Pelaku Fitnah Serahkan Diri

SEKADAU- Kasus ujaran kebencian terhadap mantan Gubernur Kalbar asal Sekadau, Almarhum H Usman Jafar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:09
Ujicoba PLTU Parit Baru Site Bengkayang

YES..!! PLTU Ini Siap Membuat Kalimantan Benderang

SINGKAWANG- Direktur Bisnis Regional Kalimantan, Machnizon Masri bersama General Manager PLN UIP Kalimantan…

Rabu, 06 Juni 2018 15:06

Innova VS Vega ZR, Arifin Meninggal di Tempat

SEKADAU- Mobil Toyota Innova dan sepeda motor Yamaha Vega ZR terlibat kecelakaan di Jalan Sekadau-Sanggau,…

Rabu, 06 Juni 2018 14:21

NAH KAN…Pelaku Fitnah Mantan Gubernur UJ Dipolisikan

SEKADAU-Dugaan ujaran kebencian lontaran pemilik akun Facebook Raymon Sanchez berbuntut panjang. Statusnya…

Minggu, 03 Juni 2018 22:37

Lidik Fitnah terhadap Mantan Gubernur UJ, Keluarga akan Tempuh Jalur Hukum

SEKADAU-. Mantan Gubernur Kalbar, almarhum Usman Jafar (UJ) difitnah  pemilik akun Facebook Raymon…

Minggu, 03 Juni 2018 21:29
Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Sekadau

Warga Diminta Siap-Siap Mengungsi

Banjir juga merendam ratusan rumah warga di bantaran sungai Kapuas dan sungai Sekadau. Khususnya di…

Minggu, 03 Juni 2018 21:27
Banjir di Kabupaten Melawi

BAHAYA..!! Ketinggian Air Sudah Mencapai 3 Meter

NANGA PINOH- Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi dan Sekadau. Luapan air melumpuhkan…

Jumat, 01 Juni 2018 21:57

Usai Cekcok dengan Kekasih, Sukaton Ditemukan Bersimbah Darah di Mobilnya

Ulah Median Sukaton membuat geger warga. Bagaimana tidak, pria 34 tahun itu ditemukan dalam kondisi…

Jumat, 01 Juni 2018 20:23

MANTAP..!! Sanggau Jadi Lokasi Program Pertanian Terbesar di Kalbar

SANGGAU- Tahun ini, Kabupaten Sanggau menjadi lokasi program pertanian terbesar di Kalbar. Sanggau akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .