UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 05 Maret 2018 12:22
Cap Go Meh, Semakin Oke Setiap Tahunnya
BOLA API DAN GUBERNUR. PJ. Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji memainkan bola api naga di Final Mandiri Barongsai Festival IV di Jl. Diponegoro, Pontianak, Sabtu (3/3). Humas Pemprov Kalbar for RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji berbicara di Final Mandiri Barongsai Festival IV di Jl. Diponerogo, Pontianak, Sabtu (3/3). Ia meminta tradisi yang menjadi agenda tahunan ini dilestarikan. Agar kedepannya dapat menjadi daya tarik wisatawan nasional dan internasional.  “Seni dan budaya yang muncul harus kita lestarikan, karena ini merupakan kekayaan, keanekaragaman dari berbagai etnik yang ada di daerah kita. Kegiatan seperti ini juga harus  kita kembangkan mengingat begitu banyak potensi-potensi yang saat ini bisa kita angkat melalui seni,” papar Dodi.

Diberitakan Rakyat Kalbar, ia mengatakan bahwa Barongsai dapat berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Kalbar dari sector pariwisata. “Para wisatawan sangat tertarik dengan beragam seni budaya kita, termasuk barongsai ini sendiri. Dengan minat dan antusiasme wisatawan seperti itu, kegiatan ini juga dapat kita jadikan sebagai destinasi wisata. Dengan demikian, nantinya juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi kita,” ujarnya.

Festival Barongsai ini, menurut Dodi, melambangkan simbol keberanian, stabilitas, dan keunggulan. “Hendaknya dapat semakin memperkuat rasa persatuan dan kesatuan sesama masyarakat,” pungkas dia.  Di sisi lain, jika dikemas secara sempurna, wajar jika pelaksanaan Cap Go Meh di Kota Pontianak berlangsung meriah. Pelaksanaan dari 25 Februari hingga 3 April berlangsung baik. Antusiasme pengunjung luar biasa, memadati sejumlah ruas jalan yang dilintasi naga dengan gemerlap lampu sebagai acara puncak.  “Untuk kegiatan Cap Go Meh ini, kita Bank Mandiri sudah keempat kalinya, Kami tetap berharap kegiatan ini setiap tahun ada,” ujar Head Area Bank Mandiri Kalbar, Ahadi Subri, Sabtu (3/3) sore.

Sebagai bank plat merah, ia menyatakan pihaknya tidak hanya berorientasi pada keuntungan. “Kami berharap kedepan pemerintah turut mendukung sehingga nanti akan terselenggara kembali,” pintanya.  Event yang sudah berjalan empat tahun, kata dia, mengalami kemajuan sangat signifikan. Di mana pengunjung kian ramai, juga peserta festival semakin banyak. Tercatat 28 naga melakukan atraksi, bersama 23 group barongsai se-Kalbar yang berasal dari Kota Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Meliau, Ketapang.

 “Kami  melihat sangat terjadi peningkatan, seperti parade naga dan naga bersinar di malam harinya, yang hadir lebih ramai lagi dari yang lalu-lalu. Kita prediksi ribuan yang hadir, karena jalur yang dilintasi naga kondisi jalannya penuh sekali,” papar Ahadi.  Bagi Anton Zulkarnain, Region CEO Bank Mandiri Kantor Wilayah IX Kalimantan, Festival Cap Go Meh adalah warisan budaya yang harus dilestarikan. “Terlebih bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Pontianak,” tuturnya.

Ia menyatakan, Bank Mandiri pusat mengajak sedikitnya 50 nasabah prioritas dari Jakarta dan Surabaya khusus ikut di event ini. “Lengkap dengan pasangannya menjadi 100, mereka sangat tertarik sekali. Bahkan mulai dari pagi sampai sore ini mereka terus menonton final festival,” beber Anton.  Tidak hanya itu saja, pengenalan budaya lokal yang ada di Kota Pontianak terus dipromosikan pula kepada 100 nasabah prioritas tersebut. “Kuliner di Pontianak beragam dan enak-enak kata mereka ini. Bahkan nasabah prioritas kami ini berwisata sungai, ke Istana Sultan, Tugu Khatulistiwa. Jadi kalau itu dibuat paket, pasti akan menarik sekali dan ekonomi Pontianak akan semakin menggeliat,” tukasnya.

Apresiasi datang dari Anggota DPR Dapil Kalbar, Michael Jeno. “Pertumbuhan ekonomi 5,7 persen dari aspek konsumsi. Salah satu aspek konsumsi adalah pariwisata, ada kuliner, hotel, penerbangan, dan kelengkapan lainnya. Ini yang dilakukan Bank Mandiri yang tidak hanya bisnis saja, tapi juga menghidupkan kembali budaya lokal,” paparnya.

Melalui Cap Go Meh, yang menurut dia pengemasannya sudah cukup baik ini, sangat banyak dampak yang bisa dirasakan langsung masyarakat. Sehingga geliat ekonomi di Kota Pontianak berputar dari berbagai sisi. “Landasan kita adalah trisakti yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara kebangsaan dengan menggali budaya Indonesia. Sektor pariwisata bergerak, maka ekonomi pun bergerak pula,” tutur Jeno.

Dari sektor pariwisata, menurutnya, banyak sekali rentetan yang bisa menggerakkan ekonomi dalam kegiatan event ini. Seperti tingkat hunian hotel, tiket pesawat dan lain sebagainya. Lantaran event positif yang dimunculkan, Jeno berharap kembali terselenggara di tahun-tahun berikutnya.  “Mudah-mudahan ini bisa menjadi agenda yang lebih besar lagi ke depannya, kalau bisa sampai ke tingkat nasional,” tutupnya.  (Gusnadi/rk)


BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .