UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 05 Maret 2018 12:20
Terlibat Pembunuhan dan Narkoba di Malaysia
16 WNI Terancam Hukuman Mati
ilustrasi

PROKAL.CO, ENTIKONG- Sebanyak 16 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Sarawak, Malaysia tengah menghadapi ancaman hukuman mati oleh pengadilan setempat. Mereka terlibat sejumlah kasus hukum, diantaranya pembunuhan dan Narkoba. "Diseluruh Sarawak sekarang ini ada 16 warga kita yang terancam hukuman mati. Mereka sedang dalam proses persidangan di pengadilan setempat. Kasusnya beragam, ada pembunuhan, ada narkotika, obat-obatan terlarang," terang Pejabat Fungsi Konsuler 2 Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Muhammad Abdullah usai memberikan penguatan pembekalan dalam Welcoming Programs terhadap 76 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok dan Mataram, Nusa Tenggara Barat di Unit Latihan Kerja Industri (ULKI) Entikong, Kabupaten Sanggau, Jumat (2/3).

Diberitakan Rakyat Kalbar, seperti yang diketahui kata Abdullah, Malaysia tidak memberi ampun mengenai masalah Dadah (Narkoba dalam bahasa Malaysia). KJRI Kuching tengah berupaya membebaskan para pekerja migran ini dan memberikan pendampingan hukum dengan menunjuk pengacara. “Kita memiliki lawyer yang sangat tangguh sebetulnya. Di Sarawak termasuk yang tangguh,” ujarnya.

Sebelumnya ada 15 WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati oleh pengadilan di Sarawak. Dari 15 orang itu, 5 diantaranya divonis bebas murni dan langsung dipulangkan ke tanah air. Sedangkan 10 lainnya mendapat vonis penjara dengan masa tahanan bervariasi. "Pendampingan hukum terhadap WNI sudah menjadi keharusan sebagai bentuk perlindungan kepada warga kita di luar negeri. Karena itu, WNI maupun TKI di Sarawak apabila mengalami kasus hukum diharapkan segera melapor ke konsulat," imbaunya.

Sejauh ini, kekonsuleran dari KJRI Kuching selalu diberikan bentuk perlindungan. Salah satunya penyuluhan ke ladang-ladang maupun ke basis-basis pekerja migran. “Kita selalu menginformasikan bagaimana bisa mengakses terutama mengenai perlindungan warga. Saya kira sampai sekarang ini, bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Apalagi sambung pria yang karib disapa Manan ini, sudah ada Instruksi Presiden agar setiap KJRI memberikan perlindungan berupa pemberian passport kepada warga yang tengah menghadapi masalah di luar negeri. “Karena itu berkaitan dengan hak warga Indonesia yang ada di luar negeri,” sebutnya. Sementara itu, berkenaan dengan penguatan pembekalan dalam Welcoming Programs terhadap 76 PMI asal Lombok dan Mataram, Nusa Tenggara Barat tersebut menurutnya, bukan sesuatu yang baru. Karena di setiap perwakilan lain sudah lebih dulu melakukannya. Misalnya di Hongkong dan Korea Selatan. “Kalau di perwakilan Kuching ini yang pertama, dan dampak dari Welcoming Programs ini sangat positif bagi PMI, terutama terkait masalah perlindungan," terangnya.

Dalam Welcoming Programs ini, KJRI Kuching menjelaskan hak dan kewajiban PMI ketika berada di Sarawak. Melalui kegiatan ini juga diharapkan bisa menekan jumlah PMI ilegal di Sarawak. "Karena di Sarawak angka PMI yang ilegal cukup besar. Awalnya mereka bekerja secara legal kemudian mereka lari  atau pindah dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Kalau lari seperti itu dengan sendirinya akan menjadi PMI yang ilegal," jelasnya.

Welcoming Programs ini mendapat apresiasi dari P4TKI Entikong. Koordinator P4TKI Entikong, Roni Firman Ramdani mengharapkan program ini dapat diselenggarakan secara reguler dan berkesinambungan. Tujuannya, menambah pengetahuan serta memperkuat pemahaman pekerja migran yang akan bekerja ke Sarawak."Saya menyambut positif program ini. Ini artinya kita instansi pemerintah sinergi mulai dari daerah asal pekerja migran hingga pemberangkatan dan penerimaan dari perwakilan di luar negeri. Mudah-mudahan ini menjadi pionir bagi PPTKIS dan pengguna lainnya," harap Roni.

Untuk diketahui, 76 PMI ini berangkat setelah berproses di LTSP P2TKI Mataram melalui PPTKIS PT Cipta Rezeki Utama. Mereka akan bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit Sime Darby Sdn Bhd di Bintulu, Sarawak dengan kontrak kerja selama 2 tahun. Sebelum berangkat, PMI yang semuanya laki-laki ini telah diberikan Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) oleh BP3TKI Mataram. (Ocsya Ade CP/rk)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 12:28

Usai Telepon Mantan Istri, BS Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa

SINGKAWANG- Warga Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria…

Selasa, 12 Juni 2018 15:03

Mudik Lebih Irit, Kapal Laut Tetap Diminati

PONTIANAK- Makin dekat Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak, penumpang akan bertolak menuju Pelabuhan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Selasa, 12 Juni 2018 14:57

ADUH..!! Wanita Cantik asal Sekadau dan Anaknya Hilang

SEKADAU-. Kornelius S (59), warga Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir itu tampak khawatir dengan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:55
Tradisi Sambut Lebaran, Pontianak Siap-siap Menggelegar

‘Perang’ Kian Dekat, Pinggir Kapuas Siagakan 295 Meriam

Festival meriam karbit diselenggarakan 15 - 16 Juni 2018. Permainan tradisional Kota Pontianak ini digelar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .