UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Jumat, 02 Maret 2018 10:23
77 Pekerja Migran Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia
WADUH..!! Ada Pekerja Migran Ini yang Mengidap HIV
DIDEPORTASI. Puluhan PMI-B yang kerja di Malaysia dipulangkan melalui PLBN Terpadu Entikong, Sanggau, Kamis (1/3)—KJRI Kuching for RK

PROKAL.CO, ENTIKONG- Pemerintah Malaysia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching kembali memulangkan sebanyak 77 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) ke tanah air. Pemulangan ini melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, Kamis (1/3). Rakyat Kalbar memberitakan, mereka terdiri dari 72 orang yang dideportasi dari Depot Imigresen Bekenu, Miri, Malaysia dan 5 orang repatriasi dari shelter KJRI Kuching.

“Mereka yang dideportasi ini berbagai kasus. Seperti mengonsumsi narkoba. Tapi kebanyakan mereka ditangkap aparat di Malaysia karena tidak punya izin kerja,” ungkap Akasius Akang, Staf Konsuler KJRI Kuching kepada sejumlah wartawan, Kamis (1/3).

PMI-B ini terdiri atas 60 lelaki dan 17 perempuan. Mereka berasal dari sejumlah provinsi, antara lain Kalimantan Barat 34 orang, Jawa Tengah 1 orang, Jawa Timur 8 orang, Jawa Barat 3 orang, Sumatera Utara 3 orang, Sulawesi Selatan 5 orang, Bengkulu 1 orang, NTT 6 orang, NTB 6 orang dan Sulawesi Barat 10 orang.

“Mereka ini ada yang ditangkap waktu kerja. Karena tidak punya paspor. Kalau yang repatriasi karena lari dari tempatnya bekerja,” terang Akang. Lebih lanjut dia menjelaskan, salah satu dari PMI-B perempuan yang dipulangkan ini ada yang mengidap HIV. “Tapi masih stadium awal,” tegasnya.

Untuk penanganan lebih lanjut, kata Akang, semua WNI yang dipulangkan ini akan diserahkan ke Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Entikong. Sementara itu, P4TKI Entikong langsung memfasilitasi pendataan dan pemulangan para PMI-B ke daerah asal melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kalbar.

Namun, sebelum diberangkatkan ke Dinsos, para PMI-B ini didata dan dipisah per kota/provinsi terlebih dahulu untuk memudahkan proses pemulangan ke daerah asal. Selain itu, juga dilakukan screning masing-masing PMI-B oleh anggota Polsek Entikong dan P4TKI Entikong.

Untuk diketahui, screning merupakan upaya pengembangan kasus untuk mengetahui apabila ada PMI-B yang terindikasi merupakan korban perdagangan orang, guna mengusut agen-agen pekerja migran Ilegal dan jaringannya. Dari hasil screning ditemukan beberapa permasalahan yang dialami pekerja migran selama bekerja di Malaysia. Diantaranya, pekerjaan yang dijalani tidak sesuai, begitu juga soal gaji yang tak seperti janji awal. Kemudian mereka tidak memegang paspor, lantaran dipegang majikan dan agen PMI-B. Termasuk mereka yang tidak ada permit dan dalam kondisi sakit.

Seluruh PMI-B yang dipulangkan ini juga harus menandatangani surat pernyataan untuk tidak kembali lagi ke Malaysia tanpa dokumen lengkap. Setelah didata dan di-screning, rombongan PMI-B tersebut kemudian diberangkatkan ke Pontianak.

Koordinator P4TKI Entikong, Roni Firman Ramdani menjelaskan, deportasi pekerja migran adalah keniscayaan yang terjadi setiap tahun dan bukan hanya dari Malaysia. Karena itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selalu menyerukan kepada masyarakat melalui berbagai media agar bekerja di luar negeri secara prosedural.

"Peran stakeholder di level daerah asal juga sangat diperlukan untuk mencegah keberangkatan pekerja migran melalui jalur tidak resmi,” kata dia. Artinya, upaya ini diperlukan sinergisitas dari hulu ke hilir. Hulu itu daerah asal sumber pekerja migrant dan hilir itu yakni pintu keberangkatannya. “Ini harus terpadu dan sinergis lintas sektor," pungkasnya.

Untuk diketahui, para PMI-B ini sudah tiba di Dinsos Kalbar, Kamis malam. Setibanya di Dinsos, mereka akan diinapkan di shelter dan didata sambil menunggu jadwal pemulangan ke daerah asal. (oxa/rk)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 10:29

Pergi Mancing, Saat Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

SANGGAU- Jasad Usni, 29, karyawan PT Erna Djuliawati, akhirnya ditemukan petugas. Warga asal Darit itu…

Selasa, 11 September 2018 10:11
Banjir Terjang Marau, Ketapang

Ketinggian Air 1,5 Meter, Rumah dan Sekolah Terendam

PONTIANAK- Musim kemarau belum lama usai, Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang diterjang banjir, Kamis…

Sabtu, 08 September 2018 10:46

Ekonomi Kian Sulit, Pria Paruh Baya Gantung Diri

SANGGAU- Di tengah kemeriahan Festival Budaya Paradje' X, warga Kota Sanggau dihebohkan dengan peristiwa…

Senin, 03 September 2018 11:17

Postingan Menyinggung Perasaan Umat, Pemilik Akun Andy Mustafa Putra Dibekuk

SEKADAU- Rakyat Kalbar memberitakan, kepolisian bergerak cepat menangkap pemilik akun facebook (FB)…

Senin, 03 September 2018 11:03

Ditipu, Belasan Warga Aceh Terlantar di Entikong

ENTIKONG- Sebelas warga Langsa dan Meulaboh, Provinsi Aceh terlantar di Perbatasan Entikong, Kabupaten…

Minggu, 26 Agustus 2018 21:42

Puluhan Anak Punk Diamankan, Polisi Tanggung Makan dan Penginapan

SEKADAU- Rakyat Kalbar memberitakan, puluhan anak punk diamankan jajaran Polres Sekadau, Jumat (24/8)…

Minggu, 26 Agustus 2018 10:59

Tiang Listrik Tumbang, Lalu Lintas Sekadau-Sintang Macet Sejam

SEKADAU- Arus lalu lintas di Jalan Nasional Sekadau-Sintang, KM 22, Dusun Gonis Rabu, Desa Gonis Tekam,…

Minggu, 26 Agustus 2018 10:40
Pembunuhan di Kandang Ayam Rasau Jaya III

Pria Ini Peragakan 46 Adegan Habisi Dua Temannya

PONTIANAK- Satuan Reskrim Polresta Pontianak menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap dua orang…

Kamis, 23 Agustus 2018 12:17

DUKA..!! Pemakaman Tionghoa Terbakar

Di Kabupaten Sekadau, areal pemakaman Tinghoa milik Yayasan Sosial Bhakti di Dusun Padong Desa Sungai…

Kamis, 23 Agustus 2018 10:47
Pertama Kali Upacara HUT RI di PLBN Entikong

Warga Indonesia-Malaysia Berbaur Ikut Upacara Bendera

ENTIKONG- Sejumlah pimpinan pemerintahan dan masyarakat Malaysia mengikuti upacara bendera dalam serangkaian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .