UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 02 Maret 2018 10:20
Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah
Menampung 2 Juta Lebih Peti kemas
RESES. Anggota Komisi Vl DPR RI Bambang Haryo Soekartono (helm merah dan baju batik) meninjau Pelabuhan Dwikora Pontianak, Rabu (28/2). Maulidi Murni-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Anggota Komisi Vl DPR RI Bambang Haryo Soekartono melakukan reses dengan meninjau aktivitas di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Rabu (28/2). Kedatangannya ini dalam rangka mengawasi kinerja dan bertanggung jawab terhadap PT. Pelindo II perindustrian dan perdagangan di Pelabuhan Dwikora.

Diberitakan Rakyat Kalbar, menurut Bambang, pelabuhan merupakan pintu gerbang dari pada logistik dan penumpang angkutan laut. Apalagi letak geografis Pontianak atau Kalbar merupakan tempat lewatnya jalur ALKI. Ada sekitar 90 persen kapal dunia melintasinya.  "Diharapkan bisa menangkap segmen pasar yang sekarang ini ditangkap oleh Singapura dan Malaysia," ujarnya.

Bambang mengatakan, Pelindo II telah menyampaikan untuk membangun Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah. Di sana nantinya bisa menampung di atas 2 juta peti kemas. Kapasitas tersebut bisa mengantisipasi untuk sampai 30 tahun perkembangan peti kemas di Kalbar. Kemudian dapat antisipasi areal kawasan industri dan ekonomi, khusus yang akan dibangun sesuai dengan target pemerintah. "Sekarang ini (Pelabuhan Dwikora) baru sekitar 380 ribu peti kemas," katanya.

Menurutnya, kapasitas tampungan peti kemas ini memang harus diantisipasi ke depannya. Apalagi dia sudah mendengar bahwa pemerintah akan membuat kawasan ekonomi khusus. Ekonomi khusus itu harus ada kawasan industri dan diharapkan bisa terintegrasi dengan lautnya.

Untuk merealisasikannya, ia menganjurkan pembangunannya harus dipercepat. Sebab kawasan industri yang terintegrasi akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah maupun nasional. "Ada juga terkendala antara Kijing menuju Pontianak yaitu jalan yang sikit agak darurat. Walaupun baik tapi sempit kurang lebih tujuh meter, sehingga ketika kontainer berpas-pasan agak kesulitan," sebutnya.

Dia berharap, Kementerian PU peka terkait ini. Ia pun berjanji akan menyampaikan berkaitan dengan itu. Namun Bambang menduga, kementerian terkait sudah mendengar dan akan langsung mengantisipasinya. Apalagi Pelindo dalam waktu dekan segeraa membangun pelabuhan tersebut.  Ia pun berharap, dalam tempo 2 - 2,5 tahun sudah selesai. "Maka, Kementerian PU sebelum itu insfrastukurnya sudah harus jadi," sarannya.

Begitu pula terkait masalah yang berhubungan dengan listrik di kawasan industri, PLN harus antisipasi dengan cepat. Gas juga harus segera masuk. Sehingga pipanisasi gas yang menuju ke wilayah industri atau pemukiman di sekitar pelabuhan harus sudah terkoneksi.

Tidak hanya itu kata Bambang, alur yang dilewati kapal sudah sangat dangkal. Low Water Spring (LWS) yang berada di muara tinggal empat meter. Akhirnya kapal yang masuk sangat riskan terhadap keselamatan atau kandas.  Diakuinya, ekonomi Kalbar tidak bisa tumbuh dengan cepat, karena yang melayani kapal di Pontianak adalah kapal kecil. Sehingga perlu diantisipasi agar kelancaran logistik dan keselamatan pelayaran bisa terjamin dengan baik.

Tugas dari Kementerian Perhubungan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 kata dia, wajib melakukan pengerukan. Tapi sekarang sudah diperintahkan Kementerian Perhubungan ke Pelindo. “Kita harapkan itu bisa dilaksanakan dengan cepat, ini untuk kepentingan logistik daerah dan nasional," tukasnya.

Dia menilai, Kota Pontianak merupakan salah satu dwelling time yang terbaik di Indonesia. Namun masalahnya, dwiling time harus lebih baik lagi karena pemeriksaan barang ilegal wajib dilaksanakan secara cermat. Supaya barang tersebut tidak bisa masuk.  Dikatakannya, di 141 pelabuhan internasional se Indonesia yang menjaganya tentu Imigrasi, Bea Cukai dan Polisi.

"Kita harapkan dwelling time ini sudah bagus dan di pertahankan tapi pemeriksaan terhadap barang-barang dilakukan dengan cermat," harapnya. Untuk pemeriksaan di pelabuhan sendiri sudah menggunakan X-Ray. Pelabuhan internasional harus lebih menjadi perhatian, karena begitu banyaknya barang yang masuk. Maka diharapkan, barang legal yang masuk ke Indonesia .

"Pemeriksaan dari pada kontainer ada alat X-Ray. Nantinya juga akan lebih diperketat di X-Ray tersebut. Jadi mungkin ada barang berbahaya pakai anjing pelacak nanti juga akan disiapkan dari kepolisian untuk melacak kontainer. Karena bisa melacak baunya," papar Bambang.

Sementara itu, GM. PT. Pelindo II Cabang Pontianak, Wahyu Hardiyanto mengatakan, untuk pemeriksaan Pelabuhan Dwikora hanya lima persen dari 2.400 kontainer dan kebanyakkan domestik. Di dermaga sudah disiapkan alat aktivitas bongkar-muat peti kemas. Kapasitas kontainer crane 61 ton. Sehingga bisa double kontainer untuk menjamin kecepatan bongkar-muat.  "Cabang Pontianak sudah berkerja sama dengan pihak Polda yaitu Pam Obvit untuk mencegahnya dan sudah menempatkan alat dan cukup bermanfaat," tutupnya. (Maulidi Murni/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .