UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 28 Februari 2018 10:09
WEDEWWW..!! Usai Vonis, Pengacara Mengamuk di PN Mempawah

Sidang Perkara Dugaan Penyerobotan Lahan dan Pemalsuan SKT

MENGAMUK. Belum sempat melepaskan toganya, Pengacara Nyoman mengamuk ketika kliennya akan dibawa ke Rutan Mempawah usai sidang putusan di PN Kelas II Mempawah, Selasa (27/2) sore—Ocsya Ade CP/RK

PROKAL.CO, MEMPAWAH- Pengacara Drs H Nyoman Sena SH mengamuk usai mengikuti sidang putusan kliennya H Sulaiman di Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Mempawah, Selasa (27/2) sore. Warga Jalan PGA, Gang Rawamangun II, Kecamatan Pontianak Kota itu divonis hukuman oleh Majelis Hakim PN Mempawah selama 1 tahun 6 bulan penjara atas perkara dugaan penyerobotan dan pemalsuan Surat Kepemilikan Tanah (SKT) pada lahan seluas 1,6 hektar yang terletak di Jalan Perdamaian, Pal 9, Kabupaten Kubu Raya.

Diberitakan Rakyat Kalbar, atas vonis itulah Nyoman mengamuk. Karena menurutnya, vonis dari Majelis Hakim yang diketuai Rini SH tersebut tidak sesuai dengan fakta hukum sebenarnya. "Hasil putusan itu tidak sesuai dengan hukum acara pidana. Karena hukum acara pidana itu mencari kebenaran mutlak," tegas Nyoman di hadapan sejumlah wartawan.

Menurut dia, kliennya tidak pernah memalsukan surat menyurat atas tanah tersebut seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mempawah, Edi Sinaga SH. Justru, kata Nyoman, pelapor atas nama Yusuf Almuntahar tidak memiliki dasar yang jelas atas lahan yang diklaim sebagai miliknya tersebut.

"Sertifikat yang menjadi dasar pelapor mengklaim lahan klien kami itu tidak jelas. Lahan klien kami ada di Jalan Perdamaian, sedangkan dalam sertifikat milik pelapor itu letak tanahnya di Jalan Swadaya. Ini sangat menyimpang besar. Kenapa yang di Swadaya bisa mengambil ke Perdamaian," tegas Nyoman.

Ia melanjutkan, sesuai fakta di lapangan, maka tidak ada kaitan sertifikat pelapor dengan lahan yang dimiliki kliennya. "Untuk apa klien kami membuat surat palsu. Itu jelas tanahnya di Perdamaian. Apalagi dia seorang petani, mana bisa dia berbuat begitu," terangnya.

Jaksa, kata Nyoman, dalam dakwaannya menyebutkan bahwa SKT kliennye palsu sehingga ditolak BPN Kubu Raya dalam upaya pengukuran dan pengecekan di lapangan. "Kalau jaksa bilang SKT klien kami palsu, berarti jaksa yang tidak paham. Justru sertifikat pelapor yang palsu," tegasnya.

Sertifikat yang asli menurut Nyoman, dilengkapi dengan data-data seperti fisik, yuridis, historis dan sosial. "Sedangkan dalam sertifikat itu nol, tidak memiliki apa-apa. Bagaimana itu bisa mengalahkan orang yang memiliki tanah sah," ucapnya.

Dilanjutkan Nyoman, jika ini dibiarkan, maka akan membuat pertempuran di lapangan. Karena BPN berani mengeluarkan sertifikat yang tidak ada hubungannya dengan lahan yang sudah dimiliki orang dengan sah. "Inilah letak kekeliruannya. Jadi menurut saya, ini cacat hukum administrasi. Saya akan banding untuk mencari kebenaran yang hakiki untuk memperoleh keadilan di negara hukum ini," tutur dia.

Selain kesal dengan putusan ini, Nyoman juga menyayangkan pihak Kejari Mempawah yang menahan kliennye di Rutan Kelas II Mempawah. Sempat terjadi ketegangan dengan Kejari Mempawah ketika H Sulaiman digiring ke mobil tahanan.

"Sebenarnya klien kami tidak boleh ditahan. Karena dalam penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di PN ini tidak ditahan. Sekarang ini kan pemeriksaan di Pengadilan Tinggi, kenapa ditahan. Lalu yang paling utama, klien kami sakit stroke, darah tinggi. Lihat saja dia jalan pakai tongkat," paparnya.

Nyoman kemudian meminta pihak Kejari Mempawah untuk bertanggungjawab jika terjadi sesuatu terhadap kliennya yang sedang sakit itu. Dalam pembacaan putusan yang dijaga ketat kepolisian bersenjata lengkap ini, Hakim Ketua, Rini menyebutkan bahwa perbuatan terdakwa H Sulaiman membuat kerugian terhadap pelapor Yusuf Almuntahar.

Majelis Hakim sebelumnya juga menolak eksepsi dan tidak sependapat dengan pembelaan kuasa hukum terdakwa, Nyoman. "Sehingga Majelis Hakim memutuskan hukuman pidana kepada terdakwa selama 1 tahun 6 bulan," kata Rini saat membacakan putusan tersebut.

Setelah vonis ini dibacakan, Majelis Hakim memberikan kesempatan untuk menanggapi atas putusan ini bagi kuasa hukum terdakwa maupun JPU. Untuk diketahui, putusan Majelis Hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU kepada terdakwa yang sebelumnya menuntut selama 2 tahun 6 bulan penjara.

"Kami awalnya 2 tahun 6 bulan penjara. Dengan putusan ini, kami juga akan banding. Karena bahan dan data kami lengkap. Dan, terdakwa harus ditahan karena sudah putusan," tutur Jaksa Edi Sinaga. Di lain tempat,? Kasipidum Kejari Mempawah, ?Ahmad Faizal menuturkan, perkara terdakwa H Sulaiman merupakan perkara yang awalnya ditangani dari Polresta Pontianak. Namun sejak tahap II, terdakwa H Sulaiman berstatus tahanan rumah dan saat disidangan ia didakwa pasal 263 ayat 2 atau 385 ayat 1 KUHP.

"Perkara pemalsuan surat tanah ini dari Polresta Pontianak terkait lahan yang memiliki luas sekitar 1,6 hektare,” ujarnya. Ia juga menjelaskan terkait susasana tegang dengan kuasa hukum yang mencoba menghalangi terdakwa dibawa menggunakan mobil tahanan.

"Tadi langsung dibawa dan titipkan ke Rutan, karena kita melaksanakan perintah penetapan Majelis Hakim yang bunyi dari penetapan itu berisi agar segera dilakukan penahanan,” ujarnya. Faizal mengakui, memang putusan dari Majelis Hakim ini belum memiliki hukuman ?tetap atau incrah, lantaran kuasa hukum menegaskan untuk mengajukan banding. Selain itu, ditegaskan kembali, bahwa pihak Kejari bukan melaksanakan eksekusi.

"Kita tidak eksekusi. Tetapi melaksanakan penetapan hakim untuk ditahan segera. Ya, kita bawa ke Rutan dengan status masih terdakwa titipan atas penetapan Majelis Hakim," jelasnya. Terkait putusan Majelis Hakim, kata Faizal, pihaknya akan memikirkan dahulu apakah melakukakan banding atau menerima begitu saja. “Kita pikir-pikir dulu dan lapor serta menunggu petunjuk dari pimpinan,” pungkas Faizal. (oxa/rk)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 12:28

Usai Telepon Mantan Istri, BS Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa

SINGKAWANG- Warga Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria…

Selasa, 12 Juni 2018 15:03

Mudik Lebih Irit, Kapal Laut Tetap Diminati

PONTIANAK- Makin dekat Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak, penumpang akan bertolak menuju Pelabuhan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Selasa, 12 Juni 2018 14:57

ADUH..!! Wanita Cantik asal Sekadau dan Anaknya Hilang

SEKADAU-. Kornelius S (59), warga Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir itu tampak khawatir dengan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:55
Tradisi Sambut Lebaran, Pontianak Siap-siap Menggelegar

‘Perang’ Kian Dekat, Pinggir Kapuas Siagakan 295 Meriam

Festival meriam karbit diselenggarakan 15 - 16 Juni 2018. Permainan tradisional Kota Pontianak ini digelar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .