UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 24 Februari 2018 12:47
INGAT YA....Lokasi Tanah Gambut Rawan Karhutla

Masyarakat Peduli Api Terbentuk di Rasau Jaya

PEMBEKALAN. Penyelenggara tengah memberikan pembekalan materi kepada masyarakat yang tergabung dalam MPA di Rasau Jaya, Kamis (22/2). Manggala Agni for RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak telah membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dibeberapa kelurahan yang mengalami kebakaran lahan. Daerah-daerah tersebut merupakan tanah gambutnya cukup tebal, sehingga sangat mudah terbakar. Pokmas dibentuk di tiga kecamatan dan enam kelurahan se Kota Pontianak. Anggota Pokmas terdiri dari beberapa unsur di setiap kelurahan masing-masing agar bisa saling bersinergi. Mereka akan dilatih, sehingga jika ada kebakaran lahan siap untuk mengantisipasinya.

"Asap yang ada merupakan dampak kiriman dari pembakaran lahan, tetapi memang kita juga punya daerah-daerah yang terbakar," kata Penjabat Sementara (Pjs) Kota Pontianak, Mahmudah, Kamis (22/2) seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak kata dia, sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pemasangan baliho pemberitahuan larangan membakar juga sudah dilakukan. Terkait kabut asap belakangan ini, DLH Kota Pontianak telah berkerja sama membagikan masker di titik-titik tertentu.

Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) seperti musiman di Kota Pontianak. Untuk mengantisipasinya, masyarakat di daerah rawan Karhutla di tiga kecamatan selalu diberikan peringatan.  "Sudah tau akibatnya apa, tapi tetap melakukan pembakaran. Pemerintah akan terus berupaya, merubah mindset tidak gampang tapi itu tidak boleh berhenti dalam artian tidak boleh membiarkannya secara terus menerus," lugas Mahmudah.

Sementara itu, untuk melibatkan peran serta dan fungsi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/2). Tepatnya di Desa Rasau Jaya III dan Bintang Mas II.

"MPA adalah sekelompok masyarakat yang dibentuk untuk melakukan upaya pencegahan serta peningkatan peran serta dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di tingkat tapak atau wilayah kerja desa," ujar Kadaops Manggala Agni Pontianak, Sahat Irawan Manik usai membentuk MPA.

Hal ini kata Sahat, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas Dalkarhutla di Istana Negara, 6 Februari 2018. Agar melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla.

Kemudian, dalam Rakornas itu Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) juga menyampaikan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla melalui peningkatan peran serta para pihak termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat.

"Pembentukan kelompok MPA yang kita lakukan ini diawali dengan pembekalan teknis yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan calon anggotan MPA," jelasnya. Materi pembekalan teknis untuk calon anggota MPA dititikberatkan pada penguatan kelembagaan MPA, komitmen dan pengenalan sarana prasarana Dalkarhutla sederhana serta upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

"Pembentukan kelompok MPA di wilayah kerja Manggala Agni Daops Pontianak ini terpusat di dua desa. Tapi pesertanya dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Rasau Jaya," tutup Sahat. Sementara itu, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, Jhony Santoso menyampaikan apresiasi atas upaya yang sudah dilakukan oleh para pihak dalam mencegah dan menangani Karhutla.

"Kami mengajak pemerintah daerah, swasta dan masyarakat untuk bekerja sama dalam upaya peningkatan peran serta kita semua, khususnya masyarakat dalam pengendalian Karhutla," kata Jhony.

Nasution Usman, yang mewakili Camat Rasau Jaya menuturkan, agar pembentukan dan pelatihan MPA ini bukan langkah awal, Melainkan merupakan langkah lanjutan untuk mengatasi masalah kabut asap yang dihasilkan dari Karhutla.

"Dengan adanya pembentukan dan pelatihan MPA ini, masyarakat yang telah dilatih bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat lainnya, sehingga upaya pencegahan Karhutla lebih optimal dan kejadian Karhutla bisa diminimalisir," harapnya.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk lebih peduli terhadap kejadian-kejadian yang merusak ekosistem di lingkungan sekitarnya. (Maulidi Murni, Ocsya Ade CP/RK)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 10:50
Edukasi Pasar Modal untuk Mengubah Paradigma

Masyarakat Penabung Jadi Masyarakat Investor

 PONTIANAK-  Di jaman now ini, anak muda merupakan pilar peradaban.…

Senin, 10 Desember 2018 10:38

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Antisipasi Kejahatan Jalanan

PONTIANAK- Jelang Natal dan tahun baru, Kapolresta meminta anggotanya agar…

Senin, 10 Desember 2018 10:36

HATI-HATI..!! Ada Ratusan Jenis Kosmetik Ilegal Beredar di Pontianak

PONTIANAK- Sebanyak 148 jenis produk kosmetik tanpa izin edar diamankan…

Senin, 10 Desember 2018 06:00
Pelantikan Pengurus DPP dan Deklarasi Pemilu Damai

TEGAS..!! Sikap Politik Pemuda Dayak Independen

PONTIANAK- Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Dayak Kalbar periode…

Jumat, 07 Desember 2018 08:27

Terkendala Hal Ini, Penertiban APK Belum Maksimal

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, satu persatu Alat Peraga Kampanye (APK)…

Kamis, 06 Desember 2018 11:02

Penjual Arak Dibekuk, Cuma Dibina

PONTIANAK- HRS, hanya bisa pasrah saat kediamannya di geledah oleh…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:57

MUSIBAH..!! Gudang Barang Bekas di Pal 5 Hangus

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, gudang penampungan barang bekas di Jalan…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:55

Pomdam Bekuk Prajurit Pemberontak

PONTIANAK-  Seorang oknum prajurit yang bergabung dengan pemberontak, diamankan Polisi…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:52

Tiga Hari Dicari, Rudi Ditemukan di Sungai Kapuas, Begini Kondisinya…

PONTIANAK- Rudi, warga Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:50

ASTAGA..!! Tunjangan Khusus Guru Tidak Sesuai Kenyataan

PONTIANAK-  Tunjangan khusus guru terus menjadi polemik. Pasalnya, ada guru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .