UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 24 Februari 2018 12:37
Buaya Ngamuk di Kalbar
BAHAYA..!! Buaya Juga Sering Muncul di Sungai Singkawang
TEMPAT MANDI. Disinilah lokasi Hafiz mandi bersama ayahnya ketika disambar buaya di sungai Simpang Punggur Dusun Garuda Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Rabu (21/2). Polisi for RK

PROKAL.CO, Buaya juga sering muncul di sungai-sungai Kota Singkawang. Warga “Kota Amoy” diimbau agar selalu berhati-hati.  “Kita tinggal ditempat yang sama, dan juga di habitat yang sama, sehingga kita harus hati-hati, potongan daging jangan di buang di sungai tentu buaya akan datang, apalagi kalau ada darah,” pesan Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah III, Dani Arief di ruang kerjanya, Kamis (22/2).

Diberitakan Rakyat Kalbar, menurut Dani, habitat buaya tergantung kondisi lingkungan alaminya. Buaya yang ditemukan di hulu, tentu memang habitatnya di penghuluan sungai. “Sedangkan buaya muara maka tempat habitatnya di muara,” katanya. Seiring berkembangnya penduduk, ada habitat buaya yang dihuni manusia. Ini pada prinsipnya human waver. “Kita tidak mungkin juga mengusir masyarakat dan juga tidak mungkin juga mengusir buaya di habitat alami,” ujarnya.

 “Saya cuma mengimbau agar berhati-hati ketika ada habitat buaya, dan kita melakukan perencanaan dalam melakukan rilis (melepaskan satwa ke habitatnya-red),” katanya. Dani mencontohkan, saat melepaskan elang bondo yang habitatnya di dekat pantai, maka tidak mungkin dibawa ke Gunung Raya Passy. Karena hewan tersebut tidak akan sejahtera jika bukan ditempat aslinya. Tindakan yang sudah dilakukan pihaknya diantaranya memasang papan imbauan. “Plangnya pun juga sudah ada yang hilang,” tuntas Dani.

Terkait seringnya kemunculan buaya, membuat sejumlah warga khususnya ibu rumah tangga yang berada di bantaran sungai menjadi khawatir. Mereka meminta agar ada tindakan untuk mengevakuasi buaya tersebut.

“Kita khawatir juga dengan sering munculnya buaya, dulu sewaktu saya kecil tidak pernah melihat adanya buaya, namun sekarang sudah sering sekali. Belum sampai setahun ini, saya sering melihat buaya baik di dekat rumah ibu saya maupun di belakang rumah saya,” ujar Desi Eriani, warga Singkawang.

Kemunculan buaya itu kata Desi, sebelumnya pertama kali diinformasi petugas kebersihan saat membangun bendungan sampah-sampah di sungai. “Kemudian muncul lagi saat pengerjaan mulainya pembangunan jembatan agen baru, dan terakhir saya lihat di belakang rumah,” ceritanya.

Saat banjir sebelumnya, buaya sempat muncul di halaman rumah warga. “Jadi ketika air pasang, ternyata buayanya ke tepi dan tentu masuk ke lingkungan pemukiman warga, ini kan buat khawatir juga, apalagi anak-anak kan sering bermain air saat banjir,” ujarnya. Seringnya kemunculan buaya membuat dirinya selaku pengurus RT, menyampaikan secara tertulis kepada pihak BKSDA Seksi Wilayah III Singkawang agar melakukan tindakan. “Bahkan surat secara tertulis itu tembusannya hingga ke Wali Kota Singkawang, dan sempat kita mendapat kabar bahwa Wali Kota berencana membangun tanggul di sekitar sungai Singkawang,” tukasnya.

Tidak berapa lama pihaknya juga mendapat balasan dari pihak BKSDA Seksi Wilayah III Singkawang, bahwa buaya tersebut termasuk hewan yang dilindungi dan akan dievakuasi ke arah hulu sungai. “Kita masih menunggu tindakan itu, karena keberadaan buaya ini membuat kami cemas, dan saya lihat buayanya,” jelasnya.

Senada disampaikan Jamaan, warga yang tinggal dekat bantaran sungai Singkawang. Menurutnya, buaya yang biasa muncul di sungai Singkawang ukurannya sekitar 2,5 meter. “Tapi dalam seminggu ini saya belum melihatnya, biasanya buayanya muncul,” ucapnya.  (Ocsya Ade CP, Suhendra/rk)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 10:29

Pergi Mancing, Saat Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

SANGGAU- Jasad Usni, 29, karyawan PT Erna Djuliawati, akhirnya ditemukan petugas. Warga asal Darit itu…

Selasa, 11 September 2018 10:11
Banjir Terjang Marau, Ketapang

Ketinggian Air 1,5 Meter, Rumah dan Sekolah Terendam

PONTIANAK- Musim kemarau belum lama usai, Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang diterjang banjir, Kamis…

Sabtu, 08 September 2018 10:46

Ekonomi Kian Sulit, Pria Paruh Baya Gantung Diri

SANGGAU- Di tengah kemeriahan Festival Budaya Paradje' X, warga Kota Sanggau dihebohkan dengan peristiwa…

Senin, 03 September 2018 11:17

Postingan Menyinggung Perasaan Umat, Pemilik Akun Andy Mustafa Putra Dibekuk

SEKADAU- Rakyat Kalbar memberitakan, kepolisian bergerak cepat menangkap pemilik akun facebook (FB)…

Senin, 03 September 2018 11:03

Ditipu, Belasan Warga Aceh Terlantar di Entikong

ENTIKONG- Sebelas warga Langsa dan Meulaboh, Provinsi Aceh terlantar di Perbatasan Entikong, Kabupaten…

Minggu, 26 Agustus 2018 21:42

Puluhan Anak Punk Diamankan, Polisi Tanggung Makan dan Penginapan

SEKADAU- Rakyat Kalbar memberitakan, puluhan anak punk diamankan jajaran Polres Sekadau, Jumat (24/8)…

Minggu, 26 Agustus 2018 10:59

Tiang Listrik Tumbang, Lalu Lintas Sekadau-Sintang Macet Sejam

SEKADAU- Arus lalu lintas di Jalan Nasional Sekadau-Sintang, KM 22, Dusun Gonis Rabu, Desa Gonis Tekam,…

Minggu, 26 Agustus 2018 10:40
Pembunuhan di Kandang Ayam Rasau Jaya III

Pria Ini Peragakan 46 Adegan Habisi Dua Temannya

PONTIANAK- Satuan Reskrim Polresta Pontianak menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap dua orang…

Kamis, 23 Agustus 2018 12:17

DUKA..!! Pemakaman Tionghoa Terbakar

Di Kabupaten Sekadau, areal pemakaman Tinghoa milik Yayasan Sosial Bhakti di Dusun Padong Desa Sungai…

Kamis, 23 Agustus 2018 10:47
Pertama Kali Upacara HUT RI di PLBN Entikong

Warga Indonesia-Malaysia Berbaur Ikut Upacara Bendera

ENTIKONG- Sejumlah pimpinan pemerintahan dan masyarakat Malaysia mengikuti upacara bendera dalam serangkaian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .