UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 24 Februari 2018 12:31
Buaya Ngamuk di Kalbar
Sedang Mandi, Bocah 8 Tahun Disambar Buaya
DIGIGIT BUAYA. Hafiz mendapat pertolongan medis di rumah sakit usai disambar buaya, Rabu (21/2). Polisi for RK

PROKAL.CO, KUBU RAYA- Buaya semakin sering muncul dekat pemukiman warga di Kalbar. Kehadiran buaya-buaya tersebut naasnya memakan korban manusia. Hafiz, bocah lelaki yang berusia 8 tahun ini disambar seekor buaya ketika sedang mandi bersama ayahnya, Hamzah di Sungai Simpang Punggur Dusun Garuda Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Rabu (21/2) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibat gigitan buaya itu, Hafiz mengalami luka di paha dan pinggang kirinya.

“Saat itu Hafiz sedang berendam di sungai tak jauh dari rumahnya, saat mandi sama ayahnya. Tiba-tiba dia ditarik oleh sesuatu yang belum nampak wujudnya," ungkap Kapolsek Sungai Kakap, AKP Prayitno kepada sejumlah wartawan, Kamis (22/2).

Diberitakan Rakyat Kalbar, kala itu, Hafiz masih memegang anak tangga. Karena melihat ada sesuatu yang menarik anaknya, Hamzah langsung menggapai dan menarik tangan Hafiz. "Kemudian ayah Hafiz melihat ada luka pada paha dan pinggang seperti gigitan buaya. Hafiz langsung dibawa ke Puskesmas Sungai Kakap," tutur Prayitno.

Setelah mendapatkan penanganan awal dari Puskesmas, Hafiz kemudian dirujuk ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. "Korban saat ini sudah kembali ke rumahnya. Ada sembilan jahitan di paha kiri dan lima jahitan di pinggang korban akibat gigitan buaya itu,” tutur Prayitno.

Sementara Ilham warga setempat mengatakan, jika dilihat dari lukanya, buaya yang menggigit Hafiz diperkirakan masih berukuran atau berusia anak-anak. “Kejadian yang dialami Hafiz ini merupakan yang pertama kalinya,” tutur dia. Ilham mengatakan, memang beberapa minggu terakhir warga sering melihat buaya timbul di sungai yang mereka sebut Parit Simpang Punggur itu.

 “Warga di sini memang memanfaatkan air parit untuk mandi dan mencuci. Apalagi pada musim kemarau. Setelah ada kejadian ini, warga tambah merasa resah," jelasnya. Dengan ini, kata Ilham, warga setempat meminta pihak terkait untuk mengambil tindakan agar warga dapat beraktivitas seperti biasanya. Apalagi, setelah adanya korban.

Ilham menuturkan, diperkirakan buaya di sungai itu lebih dari satu ekor. “Jadi kami berharap pihak terkait dapat mengambil tindakan sebelum korban bertambah," harapnya.

Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, pihaknya akan mendatangi lokasi untuk mencari penyebab dan solusi terkait adanya serangan buaya ini.  “Besok (hari ini) ada tim dari Balai KSDA Kalbar akan datang ke lokasi. Tim akan diskusi dengan masyarakat untuk mencari penyebab apa kira-kira yang menyebabkan buaya tersebut sampai menyerang warga,” kata Sadtata kepada Rakyat Kalbar, Kamis malam.

Karena, sambung dia, selama ini buaya-buaya tersebut dikatakan sering muncul dan dilihat warga di sana namun tidak mengganggu. “Nah, dari situ baru nanti akan dibicarakan solusinya seperti apa,” tutur dia. Bahkan, lanjut Sadtata, pihaknya akan mengundang ahli atau orang yang mengerti mengenai buaya untuk memberikan pelatihan terkait penanganan buaya dalam upaya peningkatan kapasitas bagi gugus tugas penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) BKSDA Kalbar. (Ocsya Ade CP, Suhendra/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .