UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 21 Februari 2018 11:06
DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Polresta Periksa Tiga Orang Pembakar Lahan, Bupati/Wali Kota Diminta Tetapkan Darurat Bencana Asap

Lahan terbakar di Kalbar, tahun lalu. Tahun ini diperkirakan kejadian yang sama bakal terulang.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap. Langkah tegas pun diambil untuk menindak pelaku yang diduga melakukan pembakaran tersebut. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Purwanto mengatakan, pihaknya  telah memeriksa beberapa orang yang diduga pelaku pembakar lahan.

Diberitakan Rakyat Kalbar, ada beberapa orang yang sudah ditangkap Koramil beserta Bhabinkamtimas. “Kemarin sudah dilakukan penyelidikan atau proses di Polsek Sungai Raya dan ada dua orang diserahkan Kodim ke Polresta, masih dalam proses," katanya kepada wartawan di Mapolresta, Senin (19/2) siang. Setidaknya, saat ini ada tiga orang terperiksa. Mereka yang membakar lahan miliknya sendiri. "Kebetulan mereka adalah membakar lahan mereka sendiri. Status masih dalam pemeriksaan," ucapnya.

Memang lahan yang dibakar berada di sekitaran rumah mereka dan  tidak luas. Setelah membakar lahannya langsung ditinggalkan, sehingga api tidak bisa dikendalikan. "Bukan sifatnya dia memiliki lahan satu hektaran, tidak. Tetapi hanya seputaran lahan rumahnya. Karena tidak ditunggu, kemudian merembet kemana-mana, itu yang jadi masalah," terangnya.

Dikatakan Purwanto, personel Kepolisian, TNI, BNPB dan Pemadam Kebakaran Swasta, telah berupaya semaksimal mungkin memadamkan api. "Kita sudah melakukan beberapa upaya, bahkan upaya ini menurut saya sudah maksimalnya," ujarnya. Kepolisian telah mengerahkan sarana yang dimiliki. Polresta saja mengerahkan tiga unit water canon yang dimilikinya. Belum lagi water canon milik Polda Kalbar.

"Lima water canon sudah diturunkan ke lapangan semua, namun lahan yang terbakar itu sangat luas," jelasnya. Selain itu, kendala yang dihadapi di lapangan adalah titik api jauh dari jalan. Sehingga sulit dijangkau. Belum lagi sulitnya mendapat sumber air. "Letaknya sangat jauh dari jalan dan parit, sehingga kesulitan memperoleh air. Belum lagi alat atau mobil pemadam tidak bisa masuk," pungkas Kapolresta.

Penjabat Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji menuturkan, sebanyak 182 desa di Kalbar rawan terjadi Karhutla. "Oleh sebab itu, perlu diwaspadai serta diantisipasi dalam pencegahannya," katanya saat mengikuti Rapat Koordinasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Makodam XII Tanjungpura, Senin (19/2).

Menurutnya, keterlibatan intansi terkait harus dilakukan, sehingga dapat dicegah secara dini dan penanganannya optimal. Mulai dari tingkat provinsi kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa. Termasuk kelompok elemen masyarakat, pemerintah TNI, Polri dan dunia usaha. "Jangan sampai masalah asap terulang lagi," tegasnya.

Dodi mengimbau agar Bupati/Wali Kota se Kalbar segera menetapkan keputusan tentang desa/kelurahan rawan Karhutla. Agar penanggulangan Karhutla dapat berjalan optimal. “Begitu pula dari seluruh elemen masyarakat,” ucapnya. Tahun ini Pemprov Kalbar telah mengambil langkah sigap dalam melakukan  upaya pencegahan dan antisipasi menanggulangan terjadi Karhutla. Pemprov mengeluarkan regulasi berupa Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 17/BPBD/2018 tertanggal 2 Januari tentang penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla. Selanjutnya Keputusan Gubernur Nomor 18/BPBD/2018 tanggal 2 Januari 2018 tentang pembentukan komando Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla. Berkaitan dengan itu, Bupati/Wali Kota se Kalbar juga diharapkan segera menetapkan siaga darurat penanggulangan bencana asap akibat Karhutla. Menyiapkan personil, pendanaan, sarana dan prasarana serta dokumen dalam penanganan Karhutla.

Sementara itu, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi yakin Karhutla di Kalbar dapat teratasi secara dini. Asalkan semua pihak bersinergi. “Mari kita cegah Karhutla di Kalbar, agar citra Kalbar baik, karena akibat yang ditimbulkan Karhutla sangat merugikan kita semua," imbuh Pangdam.

Terpisah, Bupati Kubu Raya H Rusman Ali meminta Pemerintah Desa bekerja maksimal mengatasi Karhutla. Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir Karhutla di Kubu Raya selalu melanda desa yang sama. "BPBD sudah mencatat ada 95 desa yang rawan (Karhutla, red). Namun hanya belasan desa yang menjadi langganan. Tadi saat Kapolda minta Kepala Desa dan Babinkamtibmas juga bekerja maksimal," ungkapnya, Senin(18/2).

Dia khawatir Karhutla yang menyebabkan kabut asap ini mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Supadio. Jika itu terjadi artinya menghambat arus transportasi di Kalbar. "Yang jelas kita juga tetap minta BPBD Kubu Raya tetap bekerja baik, kalau ada masalah tentu kita beri sanksi, kita ingatkan dulu," ujarnya.

Bupati menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kubu Raya. Untuk mencegah Karhutla ini, Pemkab Kubu Raya terus mengintensifkan koordinasi bersama pihak kepolisian dan TNI. Dirinya juga sudah mengingatkan kepada pemerintah desa agar tidak membakar lahan. Jika ada masyarakat yang membakar lahan, pihaknya tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi tegas.

Rusman Ali turut hadir saat Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karthutla di Kalbar di Kodam XII Tanjung Pura. “Makanya kami mengetahui, jumlah titik api sebanyak 100 lebih. Kebanyakan orang bakar sampah di pekarangan rumah. Tapi ada beberapa titik yang kini menjadi atensi untuk dilakukan pemadaman,” ungkap Rusman Ali.

Ditambahkan Kepala BPBD Kubu Raya, Mochtar, pihaknya sangat peduli untuk mengantisipasi Karhutla tersebut. "Dalam hal ini, pak Bupati sangat konsisten dalam mengantisipasi Karhutla," kata Mochtar.

Terkait dengan penetapan status siaga Karhutla tersebut, pihaknya langsung bekerja dengan melakukan patroli siaga bersama TNI/Polri untuk mengantisipasi asap di Kubu Raya. Curah hujan sepanjang Februari 2018 diprediksi rendah. Kabut asap akibat Karhutla sangat mungkin terjadi.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Mempawah, Ismaharto Adi mengatakan, sepanjang Februari curah hujan akan lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya. “Jadi, pada dasarian pertama di februari hingga dasarian kedua di februari curah hujanya masih rendah,” ungkapnya, Jumat (16/2).

Namun demikian, kisaran tanggal 20 - 28 Februari 2018 curah hujan akan naik sedikit. Namun belum begitu signifikan kalau diprakirakan. Berdasarkan prediksi Maret hingga April mulai ada kenaikan curah hujan dan akan berlangsung normal seperti biasanya. “Ada dua puncak curah hujan yang akan terjadi Kalbar, curah hujan pertama akan terjadi pada November-Desember,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso menegaskan, jika nantinya dalam pendalaman mengenai Karhutla di Kabupaten Mempawah terdapat unsur kesengajaan, maka pihaknya tak segan-segan akan memenjarakan pelaku pembakaran. “Jika nantinya adanya indikasi kesengajaan dalam membakar hutan dan lahan maka akan ditindak secara hukum yang berlaku,” tegas Didik, Sabtu (17/2).

Ia menyebut, undang-undang mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan telah dijelas dalam berbagai peraturan yang berlaku. “Pada UU Lingkungan Hidup dan UU perkebunan, disitu semua sudah jelas larangannya. Kita akan tindak tegas nantinya,” janji Kapolres.

Dirinya berjanji akan menilik lebih dalam mengenai permasalahan tersebut yang juga masuk dalam atensi Indonesia mengenai kebakaran hutan dan lahan. “Sebelumnya kami sudah menginformasikan kepada masyarakat, apabila nantinya itu memang disengaja, dan luasan kebakaran lebih dari 2 hektar. Kami tidak akan segan-segan menindak tegas pelaku pembakaran,” ungkapnya.

Mengenai sanksi hukuman, ia katakan sudah banyak dipasang melalui spanduk ataupun sosialisasi kepada masyarakat bahwa hukuman pidana bagi pembakar lahan dapat dikenakan sangsi penjara maksimal 15 tahun dan denda sebesar Rp5 miliar. “Nanti akan kita lihat, jika kebakaran lahan lebih dari 2 hektar dan Kalau memang terbukti kita akan lakukan penindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Kapolres.  (Ambrosius Junius, Rizka Nanda, Syamsul Arifin, Ari Sandy/rk)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 12:28

Usai Telepon Mantan Istri, BS Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa

SINGKAWANG- Warga Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria…

Selasa, 12 Juni 2018 15:03

Mudik Lebih Irit, Kapal Laut Tetap Diminati

PONTIANAK- Makin dekat Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak, penumpang akan bertolak menuju Pelabuhan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Selasa, 12 Juni 2018 14:57

ADUH..!! Wanita Cantik asal Sekadau dan Anaknya Hilang

SEKADAU-. Kornelius S (59), warga Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir itu tampak khawatir dengan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:55
Tradisi Sambut Lebaran, Pontianak Siap-siap Menggelegar

‘Perang’ Kian Dekat, Pinggir Kapuas Siagakan 295 Meriam

Festival meriam karbit diselenggarakan 15 - 16 Juni 2018. Permainan tradisional Kota Pontianak ini digelar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .