UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 19 Februari 2018 11:39
PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!
ilustrasi

PROKAL.CO, MELAWI- Memasuki bulan kedua 2018 harga jual karet masih sangat rendah. Apalagi harga jual yang tidak seimbang dengan harga kebutuhan pokok, sehingga membuat perekonomian masyarakat melemah. Terutama yang dirasakan oleh para petani karet di Kabupaten Melawi.

Tak pelak, kondisi tersebut mengharuskan petani untuk mencari solusi. Dengan pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Bahkan tak sedikit dari mereka yang beralih profesi menekuni pekerjaan lainnya.

 “Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan dari hasil menoreh getah karet saja, kami harus mencari pekerjaan lain. Ini semua agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan banyak teman-teman petani yang sudah beralih ke pekerjaan lainnya,” ujar seorang petani karet di Nanga Pinoh, Siondi, kemarin.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Sion itu menambahkan, berpenghasilan banyak hanya menjadi cita-cita. Namun dengan penghasilan yang pas-pasan dirinya sudah merasa bersyukur. Meskipun kondisi harga karet saat ini sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan harga sembako saat ini. Apalagi saat ini harga karet per kilogram hanya Rp5.500. 

 “Musim juga mempengaruhi penghasilan produksi kami. Jadi, jangankan mendapatkan hasil yang banyak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah. Harga per kilogramnya hanya Rp5.500. Tak tahulah kapan kesejahteraan kami bisa terwujud,” ucapnya pesimis.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Sion berharap, harga karet bisa naik mengimbangi harga kebutuhan pokok pada saat sekarang ini. Bahkan bila perlu lebih tinggi dari harga beras per kilogram.  “Saya berharap harga karet bisa naik, sehingga kami dapat menyeimbangi harga kebutuhan pokok yang kami rasakan sangat tinggi,” ulasnya. 

Pemerintah Melawi diharapkan untuk bisa mendorong naiknya harga getah karet di pasaran. Hal itu penting agar mereka bisa bersemangat untuk menekuni pekerjaan sebagai petani karet. “Saya harap pemerintah bisa mendorong naiknya harga karet agar pekerjaan sebagai petani karet tak ditinggalkan,” harapnya. (ira)


BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .