UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 19 Februari 2018 11:37
Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar
KARHUTLA. Salah satu titik api Karhutla di Kabupaten Kubu Raya, kemarin. Warga for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO,  Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas gabungan BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri dan pemadam kebakaran (Damkar) terus berjibaku untuk memadamkan api yang sudah mendekati pemukiman warga.

 “Sekarang tinggal empat titik. Ada juga yang sudah selesai dipadamkan. Tapi hari ini nambah di dua lokasi. Yakni di Desa Wonodadi II, Sungai Raya dan perbatasan Punggur-Sekunder C yang hingga kini api masih membesar,” ungkap Kepala BPBD Kubu Raya, Mokhtar, Minggu (18/2). Pihaknya kata dia, terus berusaha untuk memadamkan api hingga malam hari. “Hari ini dipimpin Waka Polda yang memadamkan api di Wonodadi. Tapi yang di perbatasan Sekunder C-Punggur anggota gabungan Manggala Agni, TNI dan Damkar,” ulasnya.

Dengan adanya penambahan titik api, Mochtar menduga bahwa kebakaran tersebut sengaja dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab. Karena kejadian ini setelah musim hujan. “Makanya kami terus laporkan kejadian ini ke pimpinan. Yakni, Bupati Kubu Raya, Wakil Bupati dan Sekda,” ucapnya.

Mochtar meminta agar pelaku pembakaran diproses sesuai hukum yang berlaku. Selain mengganggu banyak orang, perbuatannya juga pelanggaran hukum. “Sementara di daerah sekitar SMA Negeri 4 dan Parit Sembin sudah bisa ditinggal, apinya sudah padam,” jelasnya.

Saat ini Karhutla terjadi di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Kakap. Dia akan terus menginstruksikan pasukan peduli api yang dibentuk dibeberapa desa di Kubu Raya agar terus siaga. “Supaya lahan yang terbakar cepat diatasi,” pungkas Mochtar. Sementara itu, Bupati Kubu Raya H Rusman Ali senantiasa menginstruksikan Karhutla cepat diatasi. “Tingkatkan koordinasi dengan semua instansi terkait agar lahan yang terbakar cepat diatasi. Ini tidak main-main dan merupakan atensi dari Presiden untuk cepat mengatasi Karhutla,” tuturnya.

Bupati juga mengingatkan, masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena itu melanggar hukum yang berlaku, ada ancaman pidananya. “Kami ingatkan agar saling menjaga lingkungan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbau Rusman Ali.

Beralih ke Kabupaten Landak, Karhutla terjadi diantaranya di Kecamatan Mandor. Jumat ( 16/2), Karhutla pertama terjadi di Dusun Pak Daceng Desa Ngarak. Kemudian di lahan pemakaman Kristen dan Katolik di Desa Mandor. Setelah di lokasi itu padam, kebakaran terjadi di wilayah Cagar Alam (CA) Mandor.

Di Desa Ngarak api dipadamkan masyarakat dibantu BPBD Landak. Di lahan pemakaman Kristen dan Katolik api di padamkan masyarakat Desa Mandor. Sedangkan di wilayah Cagar Alam Mandor dilakukan kelompok pemuda Mandor dan tim dari Manggala Agni Pontianak. Menurut Camat Mandor, Rajiman, dari tiga wilayah yang terjadi Karhutla ini tidak diketahui sumber api dari mana. Karena tidak ada ditemukan bekas orang yang membakar. "Kami bersama masyarakat mendapat informasi langsung menuju lokasi dan memadamkan api dengan alat seadanya," ujar Rajiman, Minggu (18/2).

Karena api semakin membesar, pihaknya meminta bantuan anggota Polsek Mandor, BPBD Landak dan Manggala Agni Pontianak. "Kepada masyarakat kita selalu mengimbau agar waspada Karhutla. Panas yang sangat terik ini, bisa saja terjadi kebakaran," pesan Rajiman.

Terpisah, Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK) Cagar Alam Mandor BKSDA Kalbar, Derpen mengatakan, sebelumnya kebakaran lahan diketahui Jumat siang kemarin. Masyarakat langsung minta bantuan ke pihaknya. Karena api semakin membesar, langsung minta bantuan kepada tim Manggala Agni Pontianak. “Tim Manggala Agni datang sore. Hingga Sabtu sore masih memadamkan api,” jelasnya.

Setelah api padam, tim Manggala Agni pulang ke Pontianak. Dia memperkirakan lahan yang terbakar itu sekitar lima hektare. "Untuk saat ini sudah tidak ada titik api lagi. Semoga tidak terjadi lagi. Kita tetap menjaga supaya tidak terjadi. Namun yang namanya alam kita tidak tahu," ucap Derpen. (Alfy Shandy, Syamsul Arifin, Antonius/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .