UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 19 Februari 2018 11:25
Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?
BAHAYAKAN PENERBANGAN. Pembakaran lahan yang terjadi di beberapa tempat sekitar Bandara Supadio, Kubu Raya, dapat membahayakan aktivitas penerbangan yang setakat ini telah terganggu. Foto diambil dari pesawat Hawk Lanud Supadio Kubu Raya, Selasa (13/2). Penerangan Lanud Supadio for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pembangunan di Kalbar untuk sektor pariwisata berikut promosinya hanya sebuah kesia-siaan belaka. Gara-gara kondisi Kalbar yang berlangganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan setiap tahun.  “Berbagai fasilitas fisik yang mendukung pariwisata sudah dibangun sedemikian rupa, namun itu tidak menghasilkan apapun saat terjadi bencana tersebut (Karhutla). Sebaik apa pun fisik usaha kami, sebaik apapun pelayanan kami, serta banyaknya event-event yang dibuat pemerintah tidak akan punya arti kalau bencana asap ini selalu ada,” cetus Yuliardi Qamal, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar, Sabtu (17/2).

Dilansir Rakyat Kalbar, menurut dia, pengaruh kabut asap yang rutin setiap tahunnya ini sangat berpengaruh dengan kedatangan tamu-tamu yang berkunjung ke Kalbar. “Yang mana diketahui sektor ini memiliki efek yang besar bagi banyak pelaku usaha. Dapat dikatakan bencana kabut asap mengganggu roda perekonomian kita,” tukasnya.

Wisatawan menjadi tidak nyaman karena udara yang tidak bersih dan tidak sehat. Apalagi, tamu mancanegara sangat sensitif dengan masalah seperti ini. Pun citra negatif Kalbar sebagai produsen kabut asap yang bakal mencuat di mata dunia. Bukan sisi positifnya.

Untuk itu, Qamal berharap banyak kepada pemerintah dan instansi terkait lain untuk mengatasi Karhutla ini sesegera mungkin. Menurutnya, jika hal ini terjadi karena faktor alam, upaya maksimal harus dilakukan guna mencegah kabut asap semakin menebal.  “Jika hal ini disebabkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan membakar hutan dengan sengaja, maka pemerintah harus mengambil tindakan tegas,” desaknya.

Sementara itu, Ketua Association of the Indonesia Tour and Travel Agencies (ASITA) Kalbar, Nugroho Henray Ekasaputra, mengatakan dampak kabut asap dominan pada sektor penerbangan. Sektor ini pun diakuinya juga akan berimbas pada usaha-usaha travel. Dengan kata lain, pariwisata Kalbar bakal terpuruk.

“Pengaruhnya lebih ke penerbangan, kalau penerbangan bermasalah otomatis kita travel terkena imbasnya juga. Seperti contoh penerbangan yang delay sampai dibatalkan, otomatis kami juga jadi dibatalkan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, TTA Nyarong, mengatakan saat ini Kalimantan Barat memang sudah memasuki musim kemarau dan beberapa daerah di Kalbar sudah mulai terjadi Karhutla. Pemerintah pusat, khususnya Presiden Joko Widodo, kata dia, juga  meminta Kalbar waspada karena lebih cepat kemarau dibandingkan provinsi lainnya.

"BPBD Kalbar, melalui Kepala Badan  telah mengikuti rapat kordinasi tingkat Nasional di Istana Negara beberapa waktu yang lalu untuk mendengar arahan dari Presiden mengenai penanganan Karhutla 2018," tutur TTA Nyarong, di Pontianak, kemarin.

Ia menyebut arahan Presiden terkait penanganan Karhutla itu. Diantaranya pencegahan dini potensi Karhutla, koordinasi, dan kerja sama dengan instansi terkait TNI/Polri, Manggala Agni, dan masyarakat. Serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. "Membentuk Pokmas dan pemberian peralatan pemadaman," jelas dia.

BPBD Kalbar, lanjut Nyarong, juga, telah menetapkan status siaga Karhutla sejak Januari hingga Desember 2018 ini. "Kami mensiagakan personil, peralatan, dan logistik, serta koordinasi lintasinstansi," terangnya.

Selain dari itu, lanjut dia, BPBD melibatkan masyarakat dalam mengatasi karhutla seperti pembentukan Pokmas, pelatihan pemadaman api, bekerjasama dengan Manggala Agni patroli bersama di daerah potensi tinggi karhutla. "Bahkan saat ini tim TRC BPBD Manggala Agni TNI/Polri masyarakat sekitar telah bekerja memadamkan api di daerah Kubu Raya," ujar Nyarong.

Ditambahkannya, dari seluruh kabupaten/kota di Kalbar, Kubu Raya memang merupakan kabupaten yang memiliki kerawanan paling tinggi terjadinya Karhutla karena wilayahnya memiliki lahan gambut cukup luas.  (Gusnadi, Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 00:48

Ini Dia Jalur Favorit Sabu Malaysia Masuk Indonesia

PONTIANAK-RK. Kalbar menjadi daerah perlintasan utama penyelundupan narkoba dari negeri…

Kamis, 21 Maret 2019 00:45

DUH MIRIS..!! Masi Ada Nelayan yang Gunakan Trawl

PONTIANAK — Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar tidak pernah mengeluarkan…

Kamis, 21 Maret 2019 00:44

Mantan "KPK"-nya Malaysia Punya Pendapat Soal KPK Indonesia, Apa Itu..?

PONTIANAK— Penanganan tindak pidana korupsi di Kalimantan Barat (Indonesia) dengan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:49

Jembatan Kembar Landak Ditargetkan Selesai April

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono optimistis pengerjaan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:19
100 Kg Sabu dan Ekstasi di Kotak Ikan

Penangkapan Besar Bukan Hal Baru di Kalbar

PONTIANAK  - Penyelundupan narkotika ke Kalimantan Barat (Kalbar) masih marak.…

Minggu, 17 Maret 2019 10:17

100 Kg Sabu dan Ekstasi di Kotak Ikan

PONTIANAK- Mengelabui aparat, 100 kilogram (Kg) sabu dan ekstasi disimpan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:02

Jembatan Putus, Akses Sambas-Bengkayang Lumpuh

SAMBAS - Akses jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Sambas dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:06

Istri Tersangka Teroris Syok

PONTIANAK - Penangkapan tersangka teroris berinisial PK alias SS, pada…

Selasa, 12 Maret 2019 13:45

Terduga Teroris Hendak Rampok Bank

PONTIANAK – Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang…

Senin, 11 Maret 2019 13:29

Dibangun agar Bisa Lewati Sungai, Jembatan Ini Malah Terendam Air

MELAWI_ Diberitakan Rakyat Kalbar, keberadaan Jembatan Ransa I, Desa Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*