UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 10:32
MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan
ilustrasi

PROKAL.CO, SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati. Gadis berusia 16 tahun yang kerja di salah satu warung kopi di kawasan Terminal Induk Singkawang itu disetubuhi Aa. Perbuatan bejat secara paksa oleh pria berusisa 29 tersebut dilakukan di hutan kawasan Danau Biru, Jalan Wonosari, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Selasa (6/2) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Diberitakan Rakyat Kalbar, kini, pelaku yang merupakan tukang ojek pengkolan itu sudah mendekam di sel tahanan Polres Singkawang. Dia ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Singkawang di Jalan Sekip Baru. “Pelaku sudah ditangkap, kemarin. Sekarang masih diperiksa lebih lanjut,” ujar Kapolres Singkawang, AKBP Yury Nur Hidayat kepada sejumlah wartawan, Minggu (11/2).

Hasil pemeriksaan sementara, Yury menjelaskan, pemerkosaan ini terjadi berawal ketika Melati akan pulang dari warung kopi tempatnya kerja di kawasan Terminal Induk Singkawang. Kala itu, Selasa (6/2) sekitar pukul 01.00 Wib. “Setelah warung kopi itu ditutup, Melati hendak pulang. Tapi sebelum pulang, Melati berjalan kaki menuju warung kopi temannya. Tiba-tiba, tepat di depan Hotel Restu, datang Aa menghampirinya dan menawarkan ojekan,” jelas Yury.

Tanpa pikir panjang, Melati mau dengan tawaran Aa. Ia langsung naik sepeda motor Aa bernomor polisi KB 2951 KN itu. Meski saat itu Aa tengah membonceng seorang perempuan berinisial AS ingin menumpang juga. “Melati mau saja berbonceng tiga. Melati kemudian minta diantarkan pulang ke rumahnya terlebih dahulu, namun Aa tidak mau. Dia lebih memilih mengantar AS terlebih dahulu di Jalan Sepakat Dua,” terang Yury.

Setelah mengantar AS, lanjut Yury, Aa langsung membawa Melati ke kawasan Danau Biru, Jalan Wonosari. Saat itu, Melati sempat bertanya kepada Aa. “Mau kemane (kemana), kata Melati bertanya kepada pelaku. Oleh pelaku, hanya mengucapkan sepatah kata, ‘diam’. Begitu,” ucap Yury menirukan perbincangan Melati dan Aa.

Mendengar jawaban itu, Melati takut dan menangis. Sambil menangis tersedu, ia meminta Aa mengantarnya pulang ke rumah. “Oleh pelaku, bilang, bahwa dia ingin membawa Melati ke ke rumah temannya. Lalu berubah lagi hendak membawa Melati ke kos-kosannya,” terang Yury.

Melati kemudian curiga ketika ia menyadari bahwa sudah berada di kawasan Danau Biru yang dikelilingi hutan. “Melati kemudian bilang ke pelaku begini ‘mana ada kosannya di sini’. Lalu pelaku menjawab dengan tegas ‘kau diam’. Saat itulah Melati tambah takut,” ujar Yury. Sesampainya di hutan itu, Aa mematikan mesin sepeda motornya. Melati kemudian ditarik turun dari motor dan mendorongnya dari arah belakang. Pelaku kemudian melorotkan celana panjang Melati dan memaksa untuk menuruti kemauannya.

Mendapat perlakuan itu, Melati menangis dan berteriak minta pulang. Bukannya menyudahi, Aa semakin menjadi. “Semakin kuat Melati berteriak, semakin kuat pula pelaku menyetubuhi Melati. Saat itu memang cuaca tengah hujan deras, sehingga tidak ada yang mendengar teriakan,” cerita Yury.

Setelah puas, Aa kemudian meninggalkan Melati. Dengan sendirinya Melati pulang ke rumah. Setibanya di rumah, Melati kemudian menceritakan atas apa yang dialaminya kepada ayahnya. Ayahnya yang kesal dan tak terima dengan perbuatan itu langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Singkawang. “Setelah menerima laporan, anggota dikerahkan untuk mencari keberadaan pelaku. Syukur dalam keterangannya, Melati ingat nomor polisi motor yang digunakan pelaku,” jelas Yury.

Anggota Sat Reskrim kemudian berkoordinasi dengan  Samsat dan Sat Lantas Polres Singkawang untuk melakukan pengecekan identitas pemilik sepeda motor jenis Honda Beat yang digunakan pelaku.  “Didapatlah identitas pemilik motor dan alamatnya di daerah Jalan Wonosari, Singkawang Tengah,” tutur Yury.

Tak menunggu lama, anggota kemudian mendatangi alamat tersebut. Setibanya di lokasi, sepeda motor tersebut berada di tempat. Ternyata, motor yang digunakan adalah milik orangtua Aa. “Pada saat itu Aa tidak ada di rumah. Kemudian anggota melakukan penyelidikan dan menangkap Aa di Jalan Sekip Baru tanpa perlawanan,” ujarnya.

Saat ini, Aa masih ditahan dan diperiksa di Polres Singkawang. Untuk sementara dijerat Pasal 76d juncto Pasal 81 ayat 1 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara selama kurang lebih sepuluh tahun dan denda Rp100 juta subsider enam bulan penjara. (Suhendra/rk0


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:30

Dukung RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

PONTIANAK- DPR RI mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:24

Kasus Pencurian Paling Banyak, Pelakunya Rata-rata Residivis

PONTIANAK- Tindak pidana pencurian masih menjadi kasus paling menonjol yang disidangkan di Pengadilan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:22
Simpan Foto Pria Lain di FB, Pemicu Keretakan Rumah Tangga

Sebulan Hidup di Hutan, Akhirnya Pembunuh Mantan Istri Tertangkap

SINGKAWANG- Masih ingat dengan kasus pembunuhan terhadap Sery Juniarsih? Kini pelaku yang tak lain adalah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:17
BPJS Kesehatan Tidak Bangkrut

WADUH BANYAK BANGET..!! Peserta di Kalbar Tunggak BPJS Kesehatan, Nilainya Rp120 M

PONTIANAK- Besaran tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan disebut…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:02

NGERI..!! Sudah 22 Orang Tewas Akibat Rabies di Kalbar

PONTIANAK- Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kalimantan Barat kian memprihatinkan. Kabupaten…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:54
Sungai Mempawah Nan Kaya

WUIIHHH..!! Nelayan Tangkap Ikan Tapah 90 Kg

MEMPAWAH- Kekayaan alam sungai Mempawah masih sangat terjaga keasriannya. Walaupun aliran sungai sudah…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:52
Rasau Jaya Heboh, Ramai-ramai Berendam di Sungai

Dihargai Mahal, Warga berburu Ringau

Sudah sepekan, hampir di setiap sungai di kawasan Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya mendadak…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:49

Aksi Damai Minta Gubernur Tidak Diskriminatif, Midji: Lihat Nanti APBD 2019

PONTIANAK-  Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Penegak Demokrasi Kalimantan Barat menggelar…

Senin, 08 Oktober 2018 12:25
Buka Milad ke 106 Muhammadiyah Kalbar

Midji: Pemprov akan Lakukan Program Dongrak IPM

PONTIANAK- Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .