UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 13 Februari 2018 10:08
Tiga Pasangan Calon Pilwako Pontianak Semua dari Jalur Parpol

PROKAL.CO, PONTIANAK- Satarudin-Alfian Aminardi, Edi Rusdi Kamtono-Bahasan, serta Adrianto-Yandi ditetapkan sebagai pasangan calon (Paslon) Wali Kota Pontianak dan Wakil Wali Kota Pontianak. Penetapan oleh KPU Kota Pontianak tersebut diumumkan KPU Kota Pontianak di Kantor KPU Pontianak, Senin (12/2). “Jadi intinya, peserta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak yang memenuhi persyaratan pencalonan dan syarat calon itu tiga pasang," kata Ketua KPU Kota Pontianak, Sujadi.

Diberitakan Rakyat Kalbar, sebelumnya ada empat bakal pasangan calon (Bapaslon) yang mendaftar sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak. Yang ditetapkan KPU merupakan dari jalur partai politik. Sedangkan Bapaslon Sy. Usmulyani Alkadrie-Deni Hermawan yang mendaftar dari jalur perorangan tidak memenuhi syarat minimal dukungan. Sehingga pencalonannya ditolak KPU Pontianak.

Setelah penetapan ini Paslon, hari ini akan dilakukan cabut undi nomor urut. Selanjutnya Paslon menyampaikan visi misi yang menjadi bagian kampanye di tanggal 15 Februari sampai 23 Juni. Masa kampanye sudah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan KPU. Khususnya kampanye yang berkenan dengan rapat umum, iklan di media massa menjelang 14 hari masa tenang, memasang alat peraga kampanye, baliho, spanduk, umbul-umbul, semua sudah ada ketentuannya. Begitu juga dengan kampanye berkenaan dengan tatap muka atau pertemuan terbatas.

"Itu ketentuannya, artinya terikat kepada jadwal yang telah kita tetapkan. Selanjutnya tentulah dalam kampanye ada kode etik atau rambu-rambu yang tidak boleh mereka lakukan, misalnya kampanye negatif, hitam, itu yang tidak boleh mereka lakukan," tegasnya.

Paslon harus mengedepankan kampanye penyampaian visi misi dan program sebagai bagian dari persyaratan pencalonan serta syarat calon kepada KPU untuk disampaikan kepada masyarakat. Alat peraga kampanye dimulai pada 15 Februari - 23 Juni 2018. Oleh karenanya, bahan sosialisasi dari pasangan yang banyak bersebaran saat ini wajib diturunkan. Mungkin nantinya KPU Kota Pontianak bisa meminta bantuan Satpol PP. “Tapi sebaiknya mereka yang membersihkan alat peraga. Selanjutnya mulai berkampanye dengan menggunakan nomor urut, visi misi yang akan mereka sampaikan,” tukasnya.

Sanksi bagi yang melanggar aturan ada bermacam-macam. Panwaslu Kota yang akan mengawasi apa pelanggarannya selanjutnya akan ditindak lanjuti.  "Saya belum bisa jelaskan sanksinya, itu tergantung dari pelanggaran, setiap pelanggaran sanksinya berbeda-beda, tapi kalau bersifat administrasi Panwaslu biasanya menyampaikan kepada kami (KPU) untuk ditindaklanjuti, tapi kalau berupa pidana ada Gakumdu, Gakumdu akan memutuskan apakah pidana atau bukan, jika benar pidana akan ditindak lanjuti sampai ke pengadilan," jabarnya. Sujadi berharap, pelaksanaan kampanye berjalan lancar, aman, tertib sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Calon Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengucapkan syukur dan terima kasih karena sudah ditetapkan. Itu artinya, Paslon ini memenuhi persyaratan. "Tadi berjalan lancar, Alhamdulillah, selanjutnya kita cabut nomor urut," ucap Edi.

Edi menyebutkan nomor berapapun nanti yang diterima paslon ini sama saja, hanya untuk identitas. Selanjutnya, program yang akan disampaikan nantinya tentunya akan menyentuh ke masyarakat. Semuanya lebih mengutamakan manfaat. Tidak hanya output, tapi outcome. Sehingga lebih menyentuh percepatan untuk mensejahterahkan masyarakat. “Seperti mengurangi angka kemiskinan, menuntaskan jalan lingkungan, menggratiskan kesehatan dan pendidikan, dan masih banyak lainnya,” tuturnya.

Edi dan Bahasan yang menggunakan jargon “Lanjutkan”. Dijelaskan Edi, mengapa memakai jargon tersebut, karena selama 25 tahun ia sudah terlibat langsung dalam pembangunan Kota Pontianak. “Jadi sangat tahu persis perjalanan pembangunan Kota Pontianak baik dari sisi SDM, keuangan maupun program-program percepatan,” tuntas Edi.

Sedangkan Adrianto yang lebih dikenal Hari Daya mengatakan, akan mengikuti aturan yang ditetapkan KPU.  "Dengan ini kita tentu menjalani mekanisme yang telah diatur KPU," ucapnya.  Ia yang berpasangan dengan Yandi ini memiliki beberapa program. Di antaranya, membangun kawasan perairan menjadi wisata bertarap internasional dan merubah sistem pemerintahan. “Kkita juga akan membuat badan CSR untuk kebaikan masyarakat Pontianak,” jelasnya.

Sistem pemerintahan akan mereka ubah secara spesifik adalah akan memberikan kewenangan pada Camat untuk melakukan pembangunan di wilayahnya masing-masing. Perangkat-perangkatnya diserahkan pada Camat untuk berlomba-lomba mengambil simpati masyarakat dan membangun apa yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga bisa memantau apa keinginan dan kesusahan masyarakat di wilayah masing-masing.

"Maka dibutuhkan Lurah yang mempunyai jiwa sosial tinggi yang mau turun di lapangan. Dalam pemantauan kita akan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengontrol apakah dibalai kota maupun dikecamatan," tutup Hari Daya.

Sedangkan Satarudin menjelaskan, tahapan KPU sudah dilaksanakan dengan baik. Dia pun optimis untuk melangkah ke tahapan selanjutnya.  “Bawaslu sudah mengirimkan surat, bahwa kami akan membersihkan atribut yang terpasang di jalan, khususnya pasangan saya dan pak Alfian akan kami copot malam ini. Ini dari tim kami, tidak tahu yang lain," ujarnya.

Mengenai strategi, Satar belum mau membocorkannya. Menurutnya itu adalah rahasia, bahkan khusus. Dia berharap, saat masa kampanye suasana kondusif, damai, dan tidak terpancing isu menyesatkan. “Karena Pilkada ini adalah pestanya rakyat Pontianak, mari berpresta dengan riang gembira. Tidak usah tegang-tegang, bawa santai jak," ujar Satar. (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 10:50
Edukasi Pasar Modal untuk Mengubah Paradigma

Masyarakat Penabung Jadi Masyarakat Investor

 PONTIANAK-  Di jaman now ini, anak muda merupakan pilar peradaban.…

Senin, 10 Desember 2018 10:38

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Antisipasi Kejahatan Jalanan

PONTIANAK- Jelang Natal dan tahun baru, Kapolresta meminta anggotanya agar…

Senin, 10 Desember 2018 10:36

HATI-HATI..!! Ada Ratusan Jenis Kosmetik Ilegal Beredar di Pontianak

PONTIANAK- Sebanyak 148 jenis produk kosmetik tanpa izin edar diamankan…

Senin, 10 Desember 2018 06:00
Pelantikan Pengurus DPP dan Deklarasi Pemilu Damai

TEGAS..!! Sikap Politik Pemuda Dayak Independen

PONTIANAK- Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Dayak Kalbar periode…

Jumat, 07 Desember 2018 08:27

Terkendala Hal Ini, Penertiban APK Belum Maksimal

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, satu persatu Alat Peraga Kampanye (APK)…

Kamis, 06 Desember 2018 11:02

Penjual Arak Dibekuk, Cuma Dibina

PONTIANAK- HRS, hanya bisa pasrah saat kediamannya di geledah oleh…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:57

MUSIBAH..!! Gudang Barang Bekas di Pal 5 Hangus

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, gudang penampungan barang bekas di Jalan…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:55

Pomdam Bekuk Prajurit Pemberontak

PONTIANAK-  Seorang oknum prajurit yang bergabung dengan pemberontak, diamankan Polisi…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:52

Tiga Hari Dicari, Rudi Ditemukan di Sungai Kapuas, Begini Kondisinya…

PONTIANAK- Rudi, warga Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:50

ASTAGA..!! Tunjangan Khusus Guru Tidak Sesuai Kenyataan

PONTIANAK-  Tunjangan khusus guru terus menjadi polemik. Pasalnya, ada guru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .