UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 09 Februari 2018 11:13
Sudah Diintai Selama Sebulan
OTT Kepala BPN Sanggau, Minta Uang di Luar Ketentuan
PUNGLI. Pemeriksaan terhadap pegawai Kantor BPN Sanggau terkait dugaan Pungli di Mapolres Sanggau, Rabu (7/2) malam. Kiram Akbar-RK

PROKAL.CO, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau Victor Simanjuntak (VS) yang ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melakukan pungutan liar. Sebelum kena operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (7/6), tersangka telah dipantau Tim Saber Pungli Polda Kalbar selama satu bulan.

"OTT kemarin sudah kita lakukan penangkapan Kepala BPN Sanggau dan oknum notaris berikut dengan stafnya yang menyuap," kata Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono kepada wartawan di lapangan Makodam XII/Tpr, Kamis (8/2).

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kapolda menegaskan, pungli di ranah publik mengganggu pertumbuhan ekonomi. Sehingga harus diluruskan, jangan sampai terabaikan. Dia pun mengingatkan masyarakat agar jangan mau diiming-imingi untuk dipercepat dan sebagainya.  Masyarakat jangan mencoba menyuap. Karena baik yang disuap maupun menyuap, sama-sama tersangka. Sudah ada undang-undang yang mengaturnya. "Baik yang menyuap dan disuap sama saja sanksi hukumnya, tidak ada beda. Sekarang sedang diproses di Polres Sanggau," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo melalui siaran pers yang diterima Rakyat Kalbar menuturkan, OTT tersebut sesaat setelah VS menerima uang tunai Rp20 juta dari YP di Kantor BPN Sanggau di Jalan Jenderal Sudirman No. 8 Kabupaten Sanggau, Rabu (7/2) sekira pukul 10.30 WIB. "Barang bukti uang ditemukan di laci kerja di ruangan VS dan turut diamankan 16 orang lainnya," ujarnya.

Terjadi Pungli, karena di luar ketentuan yang berlaku berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak pada BPN untuk pengurusan pengecekan sertifikat/buku tanah; Pemetaan; Pemecahan, Peralihan Hak (Balik Nama); Pendaftaran Hak Tanggungan; Permohonan hak dari masyarakat.

Adapun modus operandinya, terduga pelaku pejabat di lingkup Kantor BPN meminta uang di luar ketentuan yang berlaku pada PP tersebut. "Apabila permintaan tidak dipenuhi tersangka dengan berbagai macam alasan, berkas hilang, berkas kurang lengkap, karena sibuk sehingga pengurusan menjadi lambat bahkan tidak dapat selesai atau tidak terbit," bebernya.

Pelaku terancam dikenakanPasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 3, Pasal 4, pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Saat ini sedang dikembangkan siapa saja yang terlibat dan bertanggung jawab akan ditetapkan sebagai tersangka. Diimbau kepada masyarakat yang merasa jadi korban atau dirugikan agar melapor kepada Polri," imbuh Nanang.

Terpisah, Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan menyampaikan, hingga saat ini tersangka masih satu orang, yakni Kepala BPN Sanggau. Namun sejumlah pegawai BPN Sanggau masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Nanti akan kita lakukan gelar perkara, untuk menentukan posisi orang-orang yang diperiksa, apakah bisa dijadikan tersangka atau sebatas saksi,” jelasnya, Kamis (8/2) siang.

Saat OTT berlangsung, pegawai Kantor BPN Sanggau yang diangkut ke Mapolres berjumlah 13 orang. Hingga berita ini diturunkan, masih ada tiga atau empat orang yang masih dilakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan selesai, rencananya tersangka akan dibawa ke Polda Kalbar untuk penanganan selanjutnya.

Kapolres berpesan kepada seluruh pelayanan publik di Kabupaten Sanggau untuk melayani masyarakat secara prima dan profesional. Sesuai dengan prosedur dalam pelayanan publik yang melekat pada masing-masing instansi. “Sehingga masyarakat tidak terbebani dengan beban-beban yang lain di luar PNBP. Kita akan buka semacam pos pengaduan tentang penangganan pelayanan publik yang ada di Kabupaten Sanggau,” tutur Kapolres. (Ambrosius Junius, Kiram/rk0


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:10

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

SANGGAU- KPU Sanggau menggelar rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati…

Selasa, 13 Februari 2018 10:06

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar

PONTIANAK- Tiga pasangan ditetapkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2018. Seluruh pasangan…

Jumat, 09 Februari 2018 11:08
Ribuan Personel TNI Gelar Pasukan Amankan Pilkada

TEGAS..!! Jika Ada yang Macam-Macam saat Pilkada, Begini Kata Pangdam

PONTIANAK- Personel TNI siap mengamankan Pilkada 2018 di Kalbar. Kesiapan ini ditandai dengan ribuan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:54
Soal Bakal Dipotongnya Gaji ASN Muslim 2,5 Persen untuk Zakat

Midji: Apa Sudah Cukup Nisabnya?

PONTIANAK- Pemerintah mewacanakan pemotongan gaji untuk zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama…

Jumat, 09 Februari 2018 10:50

WOW BANYAK BANGET..!! Pemprov Kalbar Usulkan Penambahan 1.500 ASN

PONTIANAK-. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengusulkan 1.500 formasi Aparatur Sipil Negara…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .