UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Jumat, 09 Februari 2018 11:12
Segel Dibuka, BPN Sanggau Melayani Seperti Biasa

PROKAL.CO, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sanggau yang sebelumnya sempat disegel pasca-operasi tangkap tangan (OTT), akhirnya dibuka kembali, Kamis (8/2). Pelayanan pun dilakukan seperti biasa.  “Hari ini sudah dibuka segel pukul 11.00 WIB, loket sudah dibuka. Apabila ada pemohon akan dilayani sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala BPN Sanggau Marihot Gultom ditemui di Kantor BPN Sanggau, Kamis (8/2) siang.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Marihot berjanji akan memperbaiki pelayanan tetap sesuai prosedur yang berlaku. Standar pelayanan sudah ada di papan Kantor BPN. Untuk biaya sertifikat sangat tergantung dengan luas dan jarak. “Diatur di PP 128 Tahun 2015,” ucapnya.

Dia menjelaskan, ada penerimaan negara yang bukan pajak dan harus disetor ke kas daerah. Sementara terhadap kegiatan lapangan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan, akomodasi, transport petugas untuk melakukan pemeriksaan lapangan langsung ditanggung oleh pemohon itu sendiri. “Besarannya sesuai dengan standar umum, standar biaya transportasi. Itu dibenarkan dalam PP 128,” pungkasnya.

Untuk lamanya pembuatan serfitikat pun ada standarnya. Jika ada masalah atau kendala, maka diselesaikan terlebih dahulu. “Kadang-kadang mengajukan permohonan, ketika dilakukan pengukuran, patoknya belum tersedia maka disuruh pasang terlebih dahulu,” terangnya.

Disinggung terkait adanya keluhan warga yang membuat sertifikat tanah memakan waktu hingga bertahun-tahun, Marihot mengatakan dalam permohonan atas tanah ada persyaratan yang harus lebih dulu dipenuhi.

 “Nanti kita lihat apa yang masalahnya. Misalnya permohonan siapa dan apa masalahnya, bisa saja bertahun-tahun, kalau persyaratan tidak lengkap harus dilengkapi dulu. Kalau syarat semuanya lengkap bisa tiga bulan sudah jadi,” ujarnya.

Selain itu, ketika pemohon mengajukan hak atas tanah, dikenakan kewajiban membayar Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. “Sekarangkan BPHTP kan perlu ada validasi dari Dispenda. Tapi kadang orang selalu, kenapa sih BPN lama. Kita kedepan komitmen untuk perbaiki pelayanan, masyarakat dan steakholder yang ada mendukung kita,” pungkas Marihot.

OTT terhadap Kepala Kantor BPN Sanggau harus menjadi pelajaran. Kejadian tersebut membuat Kepala Kantor BPN Kapuas Hulu Syahrannur akan melakukan briefing terhadap jajarannya. Agar Kapuas Hulu tidak mengalami hal sama seperti di Sanggau.

 “Besok saya (hari ini, red) akan kumpulkan staf saya untuk di briefing menanggapi kasus Pungli di BPN Sanggau,” ungkap Syahrannur, Kamis (8/2).  Dia menilai, apa yang terjadi BPN Sanggau merupakan contoh yang tidak baik dalam kinerja pelayanan kepada masyarakat. Karena selama ini BPN di Kalbar sudah diingatkan agar berkinerja baik dengan mengedepankan transparansi. “Apalagi sekarang di era keterbukaan publik, itu tidak bisa kami tutup-tutupi,” tegasnya.

Apa yang terjadi di BPN Sanggau kata dia, harus menjadi pelajaran bagi pihaknya, agar bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat.  “BPN saat ini tengah berupaya merubah pelayanan menjadi lebih baik, tapi jika kasus BPN ini muncul dianggapnya semuanya sama,” ungkapnya.

Dia menegaskan kepada stafnya, bahwa dalam melakukan pelayanan pengurusan sertifikat tanah harus seusai aturan. Jika tidak, risikonya harus ditanggung oleh yang bersangkutan. Dia meminta, jika ada masyarakat yang menemukan stafnya yang coba-coba meminta atau sifatnya Pungli dalam kepengurusan sertifikat tanah, harap segera laporkan untuk ditindak. “Kalau kita sudah berusaha membina mereka (staf), tapi Pungli ini masih juga terjadi itu sudah di luar kemampuan kami untuk mengatasinya,” ujar Syahrannur.

Sementara itu, Kepala Kantor BPN Kota Singkawang, Erwin Rachman mengaku prihatin atas OTT terhadap Kepala BPN Sanggau. “Kita prihatin dengan kasus ini, dan ini menjadi pembelajaran bagi kita agar selalu terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya di ruang kerjanya, Kamis (8/2).

Dia menjelaskan, agar para pemohon sebaiknya langsung ke loket pelayanan dan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan. “Jadi tidak ada pembayaran secara langsung antara pemohon dengan petugas. Pemohon melakukan pembayaran administrasi langsung melalui via ATM, dan ini berlaku seluruh Indonesia,” katanya.

Erwin menjelaskan, pada prinsipnya pelayanan harus terbuka dan transparan. “Kalaupun pemohon mau meminta orang lain menguruskan administrasinya, maka harus melampirkan surat kuasa di atas materai,” ujarnya. “Kita mengimbau pemohon untuk secara langsung datang ke kantor untuk  mengurus administrasinya, agar semuanya jelas dan komunikasi bisa dilakukan secara langsung antara petugas dan pemohon,” timpal Erwin. (Kiram Akbar, Andreas, Suhendra/rk)

 


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 13:11

Puting Beliung Ngamuk, Atap Rumah Sumati Terbang

KUBU RAYA- Satu rumah di RT 10, Desa Arang Limbung,…

Sabtu, 22 Desember 2018 11:32

LIHAT NIH..!! Minuman Setan Asal Malaysia Digilas

BENGKAYANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, Polres Bengkayang memusnahkan ribuan minuman keras…

Selasa, 18 Desember 2018 10:34

Karena Ini, Ketakutan Nenek Ini Sirna

SUNGAI KAKAP - Senyum sumringah terpancar dari raut renta Nek…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:08

Mus Ditemukan Meninggal, Celananya Melorot di Mobil

KUBU RAYA- Musadikin, warga Teluk Pakedai, Kecamatan Kuala Karang ditemukan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:02

Jalan Dusun Tanjung Priuk Sanggau Ini Mengerikan

SANGGAU - Diberitakan Rakyat Kalbar, kondisi ruas jalan yang menghubungkan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:59
Di Deadline Polisi Sepekan, Ngadu ke Dewan

GAWAT..!! Penambang Emas Sintang Ancam Demo dan Golput

SINTANG- Masyarakat pekerja tambang emas di Kabupaten Sintang mengancam tidak…

Selasa, 11 Desember 2018 12:49

Gara-Gara Ini, Mobil Dinas Camat Ketungau Hulu Jungkir Balik

SINTANG- Mobil dinas milik Camat Ketungau Hulu, Asmadi mengalami kecelakaan…

Senin, 10 Desember 2018 10:48
Tertibkan Izin, Kapal Tidak Perlu Penambahan

Solar Subsidi Kosong, Nelayan Tak Melaut

Kuota solar di Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas tidak mencukupi. Akibatnya,…

Senin, 10 Desember 2018 10:47

Begini Kreativitas Petani Jeruk Sambas di Kubu Raya, Bangun Wisata Agro

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, pola tanam komoditas jeruk Siam atau…

Senin, 10 Desember 2018 10:30

NEKAT..!! Belanja Pakai Uang Palsu, Pria Ini Digelandang Polisi

SEKADAU- Agustinus Neraca alias Enggol ditangkap jajaran Polsek Belitang, Jumat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*