UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Jumat, 09 Februari 2018 11:03
Ratusan Buruh Demo, Walikota dan Anggota DPRD Singkawang Terima Dibalik Pagar
DI BALIK PAGAR. Dari balik pagar Kantor DPRD Singkawang, Walikota Tjhai Cui Mie menanggapi dan menyambut kedatangan ratusan buruh-- Suhendra/RK

PROKAL.CO, SINGKAWANG- Ratusan buruh berunjuk rasa di Kantor DPRD Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Rabu (7/2). Buruh-buruh yang tidak hanya berasal dari Singkawang ini menuntut DPRD dan Pemerintah Kota Singkawang agar memperjuangkan keadalian dan pemenuhan hak-hak mereka sebagai buruh. Dari balik pagar, kedatangan massa langsung disambut dan direspon Walikota Singkawang, Tjhai Cui Mie, SE dan Wakil Walikota Singkawang, Drs H Irwan, MSi beserta pejabat lainnya.

Puluhan personel Polres Singkawang pun tampak melakukan pengamanan aksi unjuk rasa dan menyiapkan mobil water cannon untuk mengantisipasi terjadinya gejolak. Bahkan Kapolres Singkawang, AKBP Yury Nur Hidayat yang memimpin penjagaan tepat di depan pagar masuk Kantor DPRD Kota Singkawang.

Diberitakan Rakyat Kalbar, usai berorasi, ratusan buruh mengibarkan bendera Merah Putih seraya menyanyikan lagu Indonesia Raya sesaat sebelum melakukan audiensi dengan berbagai pihak. Tidak lama kemudian, 15 perwakilan buruh dari diterima untuk melakukan audiensi di ruang Kantor DPRD bersama Pemkot dan anggota DPRD Singkawang.

Ketua DPC Federasi Konstruksi Umum dan Informal (FKUI), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Singkawang, H Atang menyampaikan, tuntutan mereka agar perusahaan memenuhi hak-hak normatif buruh, yang artinya hak-hak buruh sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan maupun undang-undang serikat pekerja atau serikat buruh tentang kebebasan berserikat. “Berikanlah surat keputusan pengangkatan kepada seluruh karyawan atau karyawati yang bekerja di perusahaan. Berikanlah upah sesuai dengan UMK bagi yang masa kerjanya nol hingga 1 tahun dan upah yang besarnya sesuai dengan struktur atau skala upah bagi mereka yang masa kerjanya di atas 2 tahun,” pinta Atang.

Ia melanjutkan, perusahaan harus memberikan hak-hak buruh yang lain, seperti hak cuti, jam kerja maksimum 40 jam dalam sepekan, uang lembur, uang hadir, uang transportasi, uang perumahan, uang makan, tunjangan jabatan, tunjangan keluarga dan lain-lainnya sesuai dengan ketentuan perjanjian kerja bersama (PKB).

“Usahakanlah semaksimal mungkin jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Bilamana harus terjadi, laksanakan secara prosedural dan hindari PHK secara besar-besaran. Karena itu akan berdampak luas pada perekonomian masyarakat,” katanya.

 Atang menegaskan, bahwa karyawan memiliki hak kebebasan berserikat. Jangan ada ancaman dan intimidasi dalam bentuk apapun bilamana karyawan masuk pada serikat pekerja. Karena intimidasi atau ancaman itu sudah termasuk pemberangusan serikat pekerja (union busting).

Kepada perusahaan yang telah membuat perjanjian bersama atau kesepakatan hasil perundingan bipartit dengan DPC FKUI-SBSI Kota Singkawang agar dapat melaksanakan hasil kesepakatan tersebut. “Apabila dalam waktu satu bulan tidak realisasi, maka kami akan melakukan demo dengan massa yang lebih besar lagi,” ancamnya.

Di antara ratusan buruh, tampak  Eva Susanti yang duduk bersama anaknya di belakang barisan para buruh. Perempuan 33 tahun itu mengenakan ikat kepala putih bertuliskan KSBSI. Ia merupakan salah buruh di perusahaan air mineral di Kota Singkawang. Bersama teman-temannya, ia melakukan aksi untuk memperjuangkan hak mereka sebagai buruh. “Perjuangkan hak kami, buruh,” teriaknya.

Perempuan yang berasal dari Kabupaten Landak ini memiliki dua orang anak. Anak pertamanya masih duduk di taman kanak-kanan (TK) dan yang kedua masih balita. Dia sudah dua bulan menjadi buruh untuk membantu perekonomian keluarga. Sementara suaminya juga sebagai buruh di perusahaan sawit.

“Ada 12 karyawan yang di PHK (di perusahaaan air mineral) dengan alasan pengurangan karyawan. Makanya dalam aksi ini kami berharap teman-teman bisa kerja kembali dan hak-hak kami sebagai buruh dapat terpenuhi,” pintanya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan para buruh Singkawang. “Di luar dari Singkawang saya tidak mau ikut campur dengan kabupaten/kota lain. Karena kewenangan saya adalah anak-anak (buruh) saya yang berada di Singkawang,” katanya.

Meski nantinya dalam penyelesaian permasalahan antara perusahaan dan buruh butuh proses, namun mediasi tersebut bakal tetap dilakukan sesuai dengan kewenangan pemerintah. “Artinya kita perlu masukan dari kedua belah pihak dalam penyelesaiannya,” ujarnya. Menurut dia, antara perusahaan dan buruh saling membutuhkan. Oleh karena itu, kata Tjhai Chui Mie, permasalahan ini akan segera ditindaklanjutinya. (Suhendra/rk)

 


BACA JUGA

Selasa, 13 Februari 2018 10:25

KD Gantung Diri, Ada Surat Terikat di Lengannya, Ini Isinya..

MMEPAWAH- KD, seorang kakek 71 tahun di Desa Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya ini ditemukan…

Selasa, 13 Februari 2018 09:53

Maling Motor Menggila di Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU-  Dalam sepekan terakhir, Polres Kapuas Hulu berhasil mengungkap beberapa kasus pencurian…

Selasa, 13 Februari 2018 09:51

MENGEJUTKAN..!! Truk dari Malaysia Mencurigakan, Saat Diperiksa Ternyata…

BENGKAYANG- Anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bengkayang kembali menggagalkan…

Selasa, 13 Februari 2018 09:49

Operasi Panah Kapuas 2018, Polres Singkawang Tangkap 18 Penjahat

SINGKAWANG- Selama Operasi Panah Kapuas 2018, jajaran Polres Singkawang berhasil mengungkap 18 kasus…

Jumat, 09 Februari 2018 11:12

Segel Dibuka, BPN Sanggau Melayani Seperti Biasa

Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sanggau yang sebelumnya sempat disegel pasca-operasi tangkap…

Jumat, 09 Februari 2018 11:10

OTT, Kepala BPN Sanggau Tersangka Pungli

SANGGAU- Kepala Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau, Viktor Simanjuntak ditetapkan sebagai tersangka…

Jumat, 09 Februari 2018 11:06

Pulang ke Rumah Bocah 6 Tahun Nangis, Ternyata Dia Abis Dibeginikan…

SANGGAU- Sebut saja namanya Melati. Gadis kecil yang masih berusia 6 tahun di Kecamatan Kapuas, Kabupaten…

Jumat, 09 Februari 2018 11:00

Warga Surabaya Dua Bulan Terlantar di Puskesmas Entikong

ENTIKONG- Hampir dua bulan, Ida Susilawati warga Surabaya, Jawa Timur terlantar di Puskesmas Entikong,…

Jumat, 09 Februari 2018 10:48

Perahu Terbalik Dihantam Gelombang, Satu Hilang

MELAWI- Dayang Konoi, seorang warga Desa Nanga Nuak, Kecamatan Ella Hilir tenggelam di Sungai Melawi,…

Jumat, 09 Februari 2018 10:47

Ngambek, Kakek 82 Tahun Minggat

SEKADAU- Ludin warga Dusun Jerajau, Desa Engkersik, Kecamatan Sekadau Hilir, menghilang sejak 25 Januari…

BIKIN KAGET..!! Anak Sibuk Mencari, Tak Tahunya Si Ayah Kondisinya Begini…

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

Dua Bulan Gaji Belum Dibayar, Terpaksa Jadi Buruh Bangunan

NGERI..!! Pesta Arak, Sakit Hati Diolok-olok, Teman Mabuk Tewas Dibacok
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .