UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 09 Februari 2018 10:50
WOW BANYAK BANGET..!! Pemprov Kalbar Usulkan Penambahan 1.500 ASN
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK-. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengusulkan 1.500 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Kementerian PAN RB. Hal itu diusulkan melalui biro organisasi. “Kementerian PAN RB akan membuka seleksi PNS mengingat jumlah pensiun yang lumayan besar. Usulan itu ke biro organisasi, terus kajian yang dilakukan menyatakan 1.500 usulan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar Moses Tabah.

Diberitakan Rakyat Kalbar, dari jumlah yang diusulkan itu, 200 diantaranya adalah tenaga medis dan guru yang dibutuhkan di Kalbar. Ia meyakini jumlah yang diusulkan itu sudah memenuhi kuota kekurangan termasuk dengan jumlah ASN yang pensiun. Tidak hanya dari sisi kuantitas tapi juga kualifikasi pendidikan dan jabatan sudah disesuaikan. “Ya, angka itu mendekati kekurangan yang ada, karena pengajuan kabupaten/kota itu bisa lebih besar,” ungkapnya.

Dikatakan dia, jumlah itu hanya untuk usulan dari Pemprov Kalbar. Jumlah itu bisa lebih besar jika digabungkan dari kabupaten/kota. "Itu hanya dibawah jajaran Pemprov, tapi Pemerintah kabupaten/kota juga ikut mengusulkan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing," jelasnya.

Moses berharap pemerintah menyetujui dan tidak mengurangi jumlah yang diusulkan. Sebab ini sudah dilakukan pembahasan. Bahkan ikut juga pemerintah kabupaten/kota dalam pembahasan kebutuhan ASN. “Sudah dibahas dan tidak sendirian, karena kabupaten/kota juga ikut. Bahkan sudah melengkapi data detail se Kalbar, sekarang tinggal komitmen saja dari pemerintah pusat untuk memenuhi pengajuan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Akademisi dari Universitas Tanjungpura Aswandi menilai pemerintah perlu mengkaji ulang tentang  kebutuhan guru di provinsi ini. Karena, dirinya menilai ada perbedaan antara pemerintah pusat dan provinsi dalam melihat ketersedian tenaga guru.

 “Pusat melihat jumlah guru sudah cukup hanya tidak merata, sementara provinsi melihat masih kurang. Pada kenyataannya memang masih kurang, tapi pemerintah provinsi perlu melakukan kajian guna memperjelas guru di bidang mata pelajara apa yang kurang dan dimana lokasi yang kurang,” terangnya.

Dikatakan dia, jika kajian itu dilakukan dan mendapatkan angka yang pasti maka bisa menepis keraguan dari pemerintah pusat akan kekurangan jumlah tenaga pendidikan di provinsi. “Kami menyarankan ini karena sudah pernah berkonsultasi ke Jakarta dan memang arahannya melakukan kajian berapa kebutuhan guru kalbar. kurangnya berapa? Bidang studi apa?,” terangnya.

Aswandi mencontohkan seperti di Sulawesi Selatan. Ia mengatakan di Sulsel, jelas kekurangan guru di bidang apa saja. Sementara itu, di Kalbar tidak memiliki data guru apa saja yang kurang serta dimana saja wilayah yang masih kekurangan guru.

Aswandi menambahkan dengan peta kebutuhan itu tidak hanya bisa mengetahui secara detail kebutuhan tapi juga bertujuan agar tidak terjadi penumpukkan jumlah guru. Penyebaran tenaga pendidikan bisa lebih merata. “Jadi dipetakan saja kebutuhan guru, jika benar dipresentasikan ke Jakarta sehingga jelas sekolahnya kurang ini dan itu,” pungkasnya. (Rizka Nanda/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 13:33
Ari “The Turbo” Agustian, Sang Peraih Sabuk Asia WBC

Kanvaskan Petinju China di Ronde Pertama

PONTIANAK- Petinju asal Kota Pontianak Ari “The Turbo” Agustian berhasil meraih sabuk juara…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:38

Warga Tiongkok Luntang-lantung di Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU- Guna memastikan status izin tinggal warga negara Tiongkok yang akan bekerja di perusahaan…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:30

DERITANYA..!! Sudah Dirampok, IRT Ini Diperkosa Bergilir

SINGKAWANG- Malang nasib yang dialami HK. Ibu rumah tangga (IRT) yang berusia 30 tahun itu tidak hanya…

Selasa, 15 Mei 2018 12:09
Siaga 1, Polisi Kalbar Perketat Pengamanan

Personel Polisi Tak Boleh Bertugas Sendiri

PONTIANAK- Imbas aksi pengeboman terjadi di Mapolrestabes Surabaya, seluruh markas kepolisian seluruh…

Selasa, 15 Mei 2018 12:06
Ujaran Kebencian Meningkat, Akun Medsos Terus Dipantau

Gara-Gara Ini, Polisi Usut Oknum Kepsek di Kayong Utara

PONTIANAK-RK. Jawa Timur kembali digoncang bom Minggu (13/5). Sebelumnya terjadi aksi bunuh diri di…

Selasa, 15 Mei 2018 11:20

Kumpul Malam di Bekas Cafe, 18 Muda-mudi Diangkut Polisi

PONTIANAK-  Sebanyak 18 muda-mudi diamankan Polsek Pontianak Kota di bekas Cafe Damai, Jalan Danau…

Sabtu, 12 Mei 2018 23:32
Surprise yang Disambut Penghianatan

PANAS HATI..!! Pergoki Istri Berduaan di Kamar, Suami Bacok Selingkuhan Istrinya

PONTIANAK- Hati siapa yang tak sakit bila melihat pasangannya berduaan dengan orang lain. Apalagi hal…

Sabtu, 12 Mei 2018 12:01
Ketika Sultan Sulu Bersilaturahmi di Kediaman Ketum DPP PFKPM Kalbar

Bantah Wilayahnya Disebut Sarang Teroris, Curhat Beli Beras ke Thailand Mahal

PONTIANAK- Sebelum menuju Kabupaten Sintang, Sultan Sulu Filipina, YM Sultan Mudarasulail Kiram bertandang…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:58
Dari Keluarga Sederhana, Raih UN Tertinggi se Bengkayang

Masuk ITB Jalur Undangan, Virgia Pusing Pikirkan Biaya

Faktor ekonomi tidak selalu mempengaruhi prestasi. Malah menjadi cambuk dalam mengejar cita-cita. Suci…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:51

Pasar Babi Disini Didesak untuk Dibongkar, KENAPA?

MELAWI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi didesak untuk segera melakukan pembongkaran Pasar Babi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .