UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 03 Februari 2018 12:51
Produktivitas Gabah Kering Giling Tak Capai Target, Mahasiswa Tolak Impor Beras
JAWAB TUNTUTAN MAHASISWA. Erwin TPL Tobing (tiga dari kiri) didampingi Ketua DPRD Sambas dan Ketua Komisi C menjawab tuntutan aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Sambas di halaman Kantor DPRD Sambas, Jumat (2/1). Sairi-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kunjungan anggota DPR RI Erwin TPL Tobing sekaligus mantan Kapolda Kalbar ke DPRD Sambas disambut demo mahasiswa, Jumat (2/1). Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Sambas ini menuntut DPRD Sambas dan DPR RI  memberikan sikap menolak impor beras dan meminta percepatan pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB).

Kordinator Aksi Pahmi Ardi mengatakan, kebijakan pemerintah pusat sangat bertolak belakang dengan keinginan masyarakat, terutama petani. Sebagai negara agraris, tidak masuk akal jika Indonesia kekurangan hasil pertanian, terutama beras. Bahkan tahun lalu Sambas surplus beras, sehingga ekspor beras ke Malaysia. “Apalagi beberapa daerah saat ini sedang panen raya dan itu juga terjadi di Kabupaten Sambas," katanya.

Diberitakan Rakyat Kalbar, kebijakan membeli beras dari negara tetangga sangat merugikan petani. Saat ini saja petani kewalahan menjual gabahnya. “Apalagi dengan ada kebijakan impor, kita khawatir petani justru semakin susah untuk menjual hasil gabahnya,” ujarnya.

Kalau pun ada yang membeli gabah petani kata dia, bisa dipastikan dengan harga murah. “Apakah ini kebijakan pro rakyat kecil, pro petani? Jawabanya tidak," tegasnya. Untuk itu, pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Sambas dengan tegas menolak impor beras. "Kita inginkan Pemkab Sambas satu rasa dengan kami demi kepentingan masyarakat untuk menolak impor beras," lugasnya.

Sementara terkait pembangunan JSSB, Aliansi Mahasiswa Peduli Sambas menilai hanya sekadar janji. Pasalnya, hingga sekarang belum ada tindakan nyatanya. "JSSB sampai saat ini belum ada kejelasan secara pasti, hanya isu dan harapan yang diberikan kepada masyarakat," ucapnya.

Keberadaan JSSB tersebut sangat penting sebagai urat nadi kehidupan dan perbaikan perekonomian masyarakat. Sehingga pihaknya menginginkan Pemkab Sambas mendesak pemerintah pusat untuk segera membangun JSSB. “Kita inginkan tahun ini pembangunan jembatan itu sudah mulai dilakukan," tutup Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas ini.

Terkait tuntutan Aliansi Mahasiswa Peduli Sambas, Erwin TPL Tobing mengungkapkan, secara pribadi sangat tidak mendukung kebijakan impor beras. Sudah puluhan tahun Indonesia merdeka, masih juga impor beras. “Ini merupakan kesalahan tata kelola negara,” sebutnya.

Erwin menilai, Menteri Pertanian juga belum tajam dalam menganalisa. Sehingga sektor pertanian Indonesia bisa memproduksi dengan baik. Begitu juga dengan Menteri Perdagangan harusnya melakukan pengecekan dahulu sebelum melakukan impor beras. “Perbedaan harga dinilai menjadi salah satu tujuan utama dalam melakukan impor beras. Tentu ada keuntungan dan kita juga menanyakan kemana hasil keuntungan tersebut," pungkasnya. Jika masalahnya ada kekurangan stok beras di Bulog, ini dikarenakan mereka membeli dengan harga murah. Sementara ada pihak swasta yang membeli dengan harga di atas Bulog. Tentu masyarakat atau petani akan menjual ke swasta. "Jika sudah ke pihak swasta, menjadi kewenangan pihaknya apa untuk dijual kembali atau ditahan sementara," ulasnya.

Sebaiknya sesama pemerintah, baik Bulog, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian duduk satu meja jika memutuskan sesuatu. Karena sesama pemerintah sebenarnya harus saling koordinasi.  “Kita kan sejak 2016 telah melakukan cetak sawah kemudian berlanjut tahun 2017, bahkan tahun ini juga ada program cetak sawah, tentu menjadi pertanyaan kemana hasilnya, bagaimana pengawasannya," tuturnya.

Sementara untuk pembangunan JSSB, saat ini tinggal anggarannya saja. Nanti akan diperjuangkan bersama komisi yang mempunyai wewenang tersebut. "Kita juga mengharapkan Ketua DPD RI, DR H Oesman Sapta juga ikut dalam memperjuangkan ini. Saya berkeinginan sebenarnya tahun ini pembangunan JSSB sudah dimulai," tutup Erwin.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura Kalbar Heronimus Hero mengatakan, produktivitas gabah kering giling Kalimantan Barat pada 2017 tidak mencapai target yang telah ditentukan. Jumlah produksinya hanya 1,5 juta ton. Sementara target yang ditetapkan Kementerian Pertanian RI sebanyak 1,8 juta ton. Namun capaian itu tetap lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang produktivitas hanya 1,3 juta ton.

 “Targetnya terlalu tinggi dan itu yang menetapkan Kementerian Pertanian,” katanya di Kota Pontianak, Jumat (2/2). Kemudian dari jumlah produksi gabah kering giling itu jika dikonversi ke beras sebanyak 1 juta ton. Kebutuhan masyarakat Kalbar sebanyak 48 ribu ton. “Jika dibagi rata, maka per bulan sekitar 80 ribu ton. Melihat kebutuhan Kalbar ada surplus 40 ribu ton. Jadi secara jumlah kebutuhan masih surplus,” katanya.

Tahun ini, Kementerian Pertanian menetapkan target produktivitas sebanyak 1,7 juta ton. Tingginya target yang ditetapkan itu karena Kementerian Pertanian berdasarkan pengamatan melalui satelit. Pihak kementerian memandang Kalbar memiliki potensi lahan yang begitu luas.

 “Melihat lahan yang luas kementerian langsung ditetapkan begitu saja. Memang benar lahan luas, fakta di lapangan tidak semua lahan digarap. Ada lahan yang ada manusia dan ada yang tidak ada manusia. Lahan luas, tapi manusia yang menggarapnya kurang,” terangnya. Hero mengusulkan agar Kementerian Dalam Negeri membentuk Lembaga Mekanisasi Pertanian. Dengan adanya lembaga ini bisa meningkatkan produktivitas tanamana pangan, terutama beras.

Keberadaan lembaga ini juga dinilai perlu karena melihat Kalbar sudah memiliki Alsintan Center. “Kalbar ada Alsintan Center yang menjadi rujukan meskipun belum memiliki lembaga yang berwenang karena masih di bawah dinas dan sekedar satgas,” jelasnya.

 “Harapan kami dengan adanya lembaga ini, bisa memasarkan lebih intensif tentang mekanisasi pertanian di sub sektor tanaman pangan untuk mendukung peningkatan produksi terutama beras,” timpal Hero. (Sairi, Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Minggu, 12 Agustus 2018 21:24
Kalbar Bisa Jadi Jalur Perdagangan Dunia

Investasi Awal Pelabuhan Kijing Rp4,7 Triliun

PONTIANAK- Pengelolaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah tidak lama lagi. Pasalnya,…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:33
Pelaku Penganiaya Anak Jalani Tes Kejiwaan

KEJAM..!! Anak Disiksa, Dadanya Diinjak-Injak

PONTIANAK- Ibrahim Taufik, pria 30 tahun yang menganiaya anak angkatnya Ainun Maya hingga meninggal…

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:15
2.225 Jemaah Kalbar Telah Diterbangkan ke Tanah Suci

Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

PONTIANAK- Ombudsman RI Perwakilan Kalbar memantau penyelenggaran ibadah haji tahun 2018. Masyarakat…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:38
Pembangunan PLTU Kalbar-1

MANTAP..!! Kini Tak Lagi ‘Minta’ Listrik Malaysia

PONTIANAK- PT. GCL Indo Tenaga menggelar media gathering di Hotel Gajahmada, Pontianak, Rabu (1/8).…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:16
Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

MENGGILA..!! Kasus di Kalbar kian Parah, Pelakunya Orang Terdekat

PONTIANAK- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalimantan Barat terparah dalam sepuluh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14
Potensi Defisit APBD Kalbar 2018

Kalau Ada Penyimpangan Harus Ditangkap

PONTIANAK- Potensi defisit APBD Kalbar Tahun Anggaran 2018 berdampak terhadap pencairan dana pengerjaan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:13

Ini Dia Kasdam Tanjungpura yang Baru

SUNGAI RAYA- Jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura berganti. Dulunya dijabat Brigjen TNI…

Minggu, 29 Juli 2018 21:45

Waduh, Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar Bawa Sabu

JAKARTA- Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Viktor Yogi Tambunan membenarkan kabar penangkapan anggota…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:00

KEREN..!! Kapuas Hulu Jadi Cagar Biosfer Baru

PUTUSSIBAU-  Betung Kerihun Danau Sentarum (BKDS) Kapuas Hulu resmi dikukuhkan menjadi cagar biosfer…

Kamis, 26 Juli 2018 20:47
Jamaah Asal Kalbar Mulai Diberangkatkan Minggu

7 CJH Sanggau Berpotensi Gunakan Kursi Roda

PONTIANAK- Sebanyak 109 calon jemaah haji (CJH) dari kuota 110 asal Kabupaten Sanggau siap menunaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .