UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 03 Februari 2018 12:49
GILAAA..!!! 5 Ton Arak Disita Polisi
BARBUK. Anggota Jatanras tengah memeriksa arak putih di rumah tersangka, Jumat (2/2) pagi—Polisi for RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Rumah produksi minuman keras jenis arak putih di Jalan Meranti, Kecamatan Pontianak Kota digerebek Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak, Jumat (2/2) pagi. Hasilnya, lebih dari lima ton arak disita petugas. Dalam kasus ini, Sulaiman alias Atie (41) ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan arak tersebut.

Seperti diberitakan Rakyat Kalbar, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menerangkan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat pada sehari sebelumnya. Setelah menerima laporan itu, lanjut Husni, anggota Jatanras diturunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. “Saat melakukan penyelidikan, anggota melihat terlapor keluar dari garasi rumah menggunakan sepeda motor sambil membawa empat tas,” ungkap Husni, Jumat sore.

Anggota Jatanras kemudian melakukan pemeriksaan. Dalam empat tas itu ternyata berisi arak putih dengan total sebanyak 120 kantong. Berat masing-masing kantong mencapai 600 mililiter. “Rencananya arak itu akan dijajakan ke Rasau dan Kuala Dua, Kubu Raya,” sambung Husni.

Setelah mendapat barang bukti, anggota Jatanras kemudian melakukan penggeledahan di rumah nomor 68 itu. Dalam kamar depan, ditemukan 12 kardus berisi arak putih yang sudah dikemas ke dalam plastik es atau yang sering disebut kampelan. “Anggota juga menemukan pintu rahasia di dapur yang ditutup dengan lemari. Pintu tersebut langsung mengarah ke bangunan belakang rumah pelaku,” jelas Husni.

Di dapur itu, anggota kembali menemukan arak putih sebanyak 87 jeriken. Masing-masing jeriken berisi 25 liter arak putih. Kemudian di dua kamar lainnya ditemukan 99 jeriken ukuran 25 liter yang juga berisi arak. Lalu, dalam lemari terdapat 54 kantong seberat 3 liter arak serta 200 liter arak dalam drum oranye.

Saat ini, barang bukti dan tersangka sudah diamankan di Polresta Pontianak. Tersangka dijerat Pasal 204 ayat (1) KUHP, Pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1a) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pangan, serta Pasal 140 dan 142 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

 “Hukuman kurungan untuk tersangka maksimal dari berbagai pasal tersebut sampai 15 tahun dan denda maksimal Rp 4 miliar,” tegas Husni. Sementara itu, Ketua RT 02/ RW 13, Kelurahan Darat Sekip, Suharti mengaku, tidak tahu persis aktivitas di rumah tetangganya tersebut. Sehari-harinya, kata Suharti, Sulaiman selalu dalam keadaan tertutup.

 “Saya tidak tahu aktivitas pemilik rumah, karena selalu tertutup. Bahkan pagar rumahnya yang tinggi sehingga tidak dapat dilihat dari luar,” ujarnya kepada sejumlah wartawan. Ia menambahkan, rumah Sulaiman ini dulunya adalah toko sembako. Namun kemudian ditutup oleh pemilik. Di rumah itu lanjut dia, ada empat orang penghuni.

 “Saya terkejut juga, tadi ada anggota kepolisian mendatangi saya dan meminta didampingi saat melalukan penggeledahan," tutupnya. (oxa/zrn/rk)

 


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*