UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Kamis, 01 Februari 2018 09:57
Polisi Sanggau Sita Dua Kilogram Mercury

PROKAL.CO, SANGGAU- Jajaran Polres Sanggau berhasil mengungkap pelaku usaha perdagangan mercury tanpa ijin yang dilakukan MK, 51, warga Dusun Kawat, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Rabu (31/1).

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kabag Ops Polres Sanggau, Kompol Ricky menbenarkan diamankanya mercury di rumah pelaku MK. Barang bukti yang diamankan berupa dua kilogram mercury.  “Pada saat penggeledahan juga disaksikan AN dan FD. Selanjutnya guna kepentingan penyidikan pelaku MK berikut barang bukti dibawa ke Polres Sanggau untuk dilakukan proses lebih lanjut,” kata Kabag Ops.

Saat ini pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Sanggau untuk mengembangan lebih lanjut. Pelaku juga dijerat dengan Pasal 106 JO pasal 24 ayat (1) UU RI Nomor 07 tahun 2015 tentang melakukan usaha perdagangan mercury tanpa ijin.  “Bahaya Mercury dalam penggunaannya adalah jika dilakukan pada kosmetika akan berbahaya dan kini terbukti dan dilarang di berbagai negara,” tegasnya.

Tidak hanya untuk kulit yang terpapar, bahan kimia tersebut dengan mudah akan diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah. Mercury juga berisiko mengganggu berbagai organ tubuh.  “Seperti otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh. Mercury tidak hanya berdampak kepada orang dewasa, bayi dan anak merupakan golongan yang juga tidak luput dari risiko paparan merkury dan efek sampingnya,” jelasnya.

Dikatakanya, sebelumnya pada saat memimpin rapat terbatas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo membahas mengenai penghapusan penggunaan mercury pertambangan rakyat di Kantor Presiden. Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan tujuh instruksi terkait penggunaan mercury pada pertambangan rakyat.

 “Jadi dapat disimpulkan mengapa pemerintah melarang melakukan penambangan mercury di Indonesia. Pemerintah berencana untuk melakukan penghapusan mercury di pertambangan emas, baik skala kecil maupun skala besar,” pungkasnya.  (Kiram Akbar /rk)


BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 10:41

Amankan Penerimaan Negara dari Dana Desa

KEPALA Kantor Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Nanga…

Minggu, 21 Juli 2019 10:38

Jagung Rasau Raya Makin Top, Dubes Kanada Pun Memuji

SUNGAI RAYA—Pengembangan inovasi budi daya jagung dan produk olahan turunannya…

Selasa, 16 Juli 2019 07:52

Ribuan Pelanggan yang Nunggak Bayar Listrik, Nilainya Miliaran

MELAWI-RK. PT PLN Persero Rayon Nanga Pinoh mencatat, hingga awal…

Selasa, 16 Juli 2019 07:25

LAH..!! Pemilik Baru Tahu Motornya Hilang setelah Dikabari Pak Polisi

NGABANG - Belum sempat mengetahui motornya hilang, Edi Suripto justru mendapatkan…

Selasa, 16 Juli 2019 07:22

Razia Kendaraan, Polisi Incar Anak Sekolahan, Ini Hasilnya...

Jika pada umumnya razia kendaraan di jalan raya, lain halnya…

Selasa, 09 Juli 2019 11:35

WA Pejabat Sekadau Dibajak untuk Minta Duit

SEKADAU- Dilansir Rakyat Kalbar, aksi penipuan dengan mengatasnamakan pejabat, kembali…

Jumat, 05 Juli 2019 09:07

Rp158,8 T Cukai Tembakau Tak Masuk Penerimaan Negara

SANGGAU- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean…

Rabu, 03 Juli 2019 01:04

Tegas..!! NU Minta Prostitusi di Kabupaten Ini Ditutup

KETAPANG – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ketapang, Jemaie…

Minggu, 30 Juni 2019 13:44

Unik..!! Bakal Ada Sekolah Adat di Kapus Hulu

PUTUSSIBAU – Masyarakat dan aparatur Desa Sungai Uluk, Kecamatan Putussibau Selatan,…

Jumat, 28 Juni 2019 10:21

Madu Hutan Jadi Primadona

KETAPANG- Ketapang Expo menjadi ajang penampilan produk-produk unggulan yang ada.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*