UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 01 Februari 2018 09:55
Super Blue Blood Moon akan Terjadi Lagi pada 2036
Tak Semua Bisa Nikmati “Si Bulan Merah Darah”

PROKAL.CO, Saat yang ditunggu masyarakat tersaji tadi malam. Fenomena gerhana bulan bersamaan dengan bulan pertama alias Super Blue Blood Moon bisa dinikmati sebagian masyarakat. Sebagian? Yap, tidak semua. .Salah satu kabupaten di Kalbar yang warganya kurang bisa menikmati “Si Bulan Merah Darah” itu adalah Sekadau. Pasalnya, cuaca di Sekadau ketika fenomena langka itu terjadi, kurang bersahabat.

"Kurang terlalu nampak, karena tertutup awan," tutur Ray, salah seorang warga Sekadau, dijumpai Rakyat Kalbar saat berupaya menikmati Super Blue Blood Moon di kawasan Terminal Lawang Kuari, tadi malam. Pantauan di lapangan, sejumlah warga memang tampak penasaran dengan fenomena gerhana ini. Mereka mencoba mengabadikan suasana gerhana dengan kamera ponsel maupun kamera konvensional.

"Tak terlalu terlihat dan hanya beberapa saat saja," sambung Ray seperti dilansir Rakyat Kalbar. Syahrul, warga lainnya juga kecewa tidak bisa menyaksikan suasana gerhana dengan jelas. "Padahal ini fenomena langka," tuturnya.

Sementara itu, muslim se Indonesia melakukan Salat Gerhana. Di Kabupaten Sekadau, Salat Gerhana berlangsung di sejumlah masjid dan musala di Kota Sekadau dan sekitarnya. Di masjid Al-Mutmainnah, komplek Pondok Pesantren Al-Rahmah, Jalan Sekadau-Sintang (Merdeka Timur) KM 7, Desa Mungguk, Sekadau Hilir, lebih dari 100 warga muslim menggelar ibadah sunnah tersebut.

Salat dipimpin pengasuh Pondok Pesantren Al-Rahmah yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sekadau, Kyai Mudhlar. "Berdasarkan sabda Baginda Rasulullah SAW, setiap kali gerhana, kita disunahkan untuk melakukan salat gerhana," ujar Kyai Mudhlar, sesaat sebelum pelaksanaan salat.

Pelaksanaan salat gerhana itu sendiri dilakukan saat puncak gerhana terjadi. Sekitar pukul 19.52 WIB. Dipaparkan Kyai Mudhlar, pelaksaan salat gerhana itu dilakukan juga menindaklanjuti instruksi dari PBNU, Muhammadiyah, dan MUI. Tujuannya tak lain, untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.

"Harapannya, fenomena gerhana ini bisa mengetuk hati kita untuk selalu mengingat kekuasaan Allah yang mengatur alam ini," ulasnya. Selain di Pondok Pesantren Al-Rahmah, salat gerhana juga dilakukan para pelajar SMK N 1 Sekadau. "Selain salat, kita juga disunahkan untuk memperbanyak sedekah dan amal-amal lainnya," tambah Kyai Mudhlar.

Tak hanya bagi umat Islam, bagi umat Kristen, gerhana juga memiki makna tersendiri. "Ini merupakan bukti kuasa dari Tuhan," ucap Pendeta Obernalius, pemuka umat Kristen Protestan Sekadau. Diakui Obernalius, memang tidak ada kebaktian khusus yang mereka lakukan. Tapi sekali lagi, fenomena gerhana ini menjadi bukti kehadiran Tuhan.

Di Pontianak, hasil pengamatan yang dilakukan oleh Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN) Pontianak, Super Blue Blood Moon terlihat jelas pada pukul 20.44 WIB. "Kita mendapatkannya, sebenarnya puncaknya di 20.30 tapi tidak terlalu terang, pengaruh awan. Tapi pukul 20.44 mulai hilang dan terlihat," tutur Kepala Lapan Pontianak, Muzirwan.

Hasil pengamatan tersebut sama dengan prediksi awal yang disampaikannya. Hanya saja terpengaruh awan yang menutupi.  Saat fenomena langka itu terjadi, LAPAN Pontianak juga memfasilitasi dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan. Antusiasnya masyarakat, kata Muzirwan, luar biasa, yang hadir di kantor Lapan diperkirakan sekitar 500 orang.

"Di Lapan menyiapkan dua teropong, Dua buah infocus untuk edukasi penyampaian tentang hal-hal gerhana, apa itu Lapan dan apa yang dikerjakan Lapan dan prasarana yang ada," paparnya. Ia menambahkan, fenomena serupa akan terjadi pada tahun 2036. (Maulidi Murni, Abdu Syukri/rk)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:10

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

SANGGAU- KPU Sanggau menggelar rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati…

Selasa, 13 Februari 2018 10:06

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar

PONTIANAK- Tiga pasangan ditetapkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2018. Seluruh pasangan…

Jumat, 09 Februari 2018 11:13
Sudah Diintai Selama Sebulan

OTT Kepala BPN Sanggau, Minta Uang di Luar Ketentuan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau Victor Simanjuntak (VS) yang ditetapkan sebagai…

Jumat, 09 Februari 2018 11:08
Ribuan Personel TNI Gelar Pasukan Amankan Pilkada

TEGAS..!! Jika Ada yang Macam-Macam saat Pilkada, Begini Kata Pangdam

PONTIANAK- Personel TNI siap mengamankan Pilkada 2018 di Kalbar. Kesiapan ini ditandai dengan ribuan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:54
Soal Bakal Dipotongnya Gaji ASN Muslim 2,5 Persen untuk Zakat

Midji: Apa Sudah Cukup Nisabnya?

PONTIANAK- Pemerintah mewacanakan pemotongan gaji untuk zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .