UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 27 Januari 2018 11:59
Bobol Gudang, Maling Ditembak Polisi
TERKAPAR. Dua spesialis pembobo gudang di tepian Sungai Kapuas terkapar dan meringis kesakitan usai ditembak di RS Bhayangkara, Jumat (26/1) pagi--Achmad Mundzirin/RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Gudang besi dan mesin milik PT NSF Pontianak yang berada di tepian Sungai Kapuas di Siantan, Kecamatan Pontianak Utara kerap dibobol maling. Hitung-hitung, sudah empat kali dibobol dengan kerugian mencapai Rp600 juta. Kejadian ini pun kemudian terdengar oleh anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalbar.

Setelah adanya informasi itu, anggota Dit Reskrimum yang lebih akrab disebut anggota Resmob itu kemudian melakukan penyelidikan. Akhirnya diketahui modus para pelaku membawa barang-barang curian dari gudang yang ada di tepian Sungai Kapuas itu menggunakan perahu.

 “Ketika para pelaku melancarkan aksinya yang kelima di gudang besi dan mesin milik PT NSF Pontianak, mereka berhasil ditangkap,” ungkap Dir Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Arif Rachman kepada sejumlah wartawan, Jumat (26/1).

Diberitakan Rakyat Kalbar, ketiga pelaku adalah Irwandi alias Iwan, Rody alias Rendy dan Sulaiman alias Eman, warga Jalan Kom Yos Soedarso, Kecamatan Pontianak Barat. Dijelaskan Arif, ketiga pelaku ini tak dapat mengelak lagi saat ditangkap, Kamis (25/1) tengah malam. Barang bukti yang didapat dari tangan kedua pelaku itu, berupa sarana untuk melakukan pencurian. Seperti dua gergaji besi, empat mata gergaji, pahat, perahu dan dua kunci pas.

“Mereka ini memang menargetkan gudang-gudang di tepian Sungai Kapuas. Ini sudah lama kita selidiki,” kata Arif. Saat diinterogasi di lokasi penangkapan, ketiganya mengakui pencurian yang kerap terjadi itu.

 “Kita langsung menghubungi pihak PT NSF untuk datang. Kemudian melakukan pengecekan ternyata banyak barang yang sudah hilang. Seperti kabel, mesin-mesin yang sudah dipereteli, dinamo dan mesin pengalengan ikan,” paparnya. Setelah pihak PT NSF datang, Arir menyarankan untuk membuat laporan. Dimana kerugian yang menimpa korban sebanyak Rp600 juta.

Setelah itu, ketiga tersangka langsung digiring ke Mapolda Kalbar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.“Namun dalam perjalanan, kedua pelaku yakni Rody dan Irwan minta izin kepada anggota untuk buang air kecil. Saat buang air kecil, pelaku memanfaatkan kelengahan petugas dan mencoba melarikan diri,” bebernya.

Saat dilakukan pengejaran, kedua pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan dari petugas. “Dengan terpaksa petugas melumpuhkan kedua pelaku. Kaki mereka ditembak,” tegas Arif. Usai ditembak, kedua pelaku dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak untuk diberi pertolongan medis.

Saat ini, ketiga pelaku masih diamankan Dit Reskrimum Polda Kalbar. Mereka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. “Selain ketiga tersangka, kita juga mengamankan seorang penadah tempat ketiga pelaku menjual barang curian. Dia bernama Awaludin alias Udin. Udin ini merupakan penadah besi curian yang kemudian di jual ke penampung besi di Jakarta,” pungkas Arif. (Achmad Mundzirin/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00

Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:47
Sidang Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak

Wanita Ini Terbukti Bersuami 2, Eddy Dapat Hak Asuh Anak

PONTIANAK- Babak panjang dari kemelut rumah tangga antara Eddysan Farel dengan Nurhidayati akhirnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:36

SADIS DAN SERAM..!! Dua Nyawa Melayang di Tangan Pidelis Kalis

PONTIANAK- Tindakan Pidelis Kalis terbilang seram. Nyaris waktu bersamaan pemuda 18 tahun ini bunuh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:11
Kasus Candaan Bom di Pesawat

Frantinus Nirigi Gugat Praperadilan Kapolresta dan Kemenhub

PONTIANAK- Masih ingat dengan kasus candaan bom (joke bomb) yang dilakukan Frantinus Nirigi dalam pesawat…

Minggu, 29 Juli 2018 12:29
POPTI Kalbar, Kepedulian terhadap Anak Penderita Thalassemia

Penyakit Diturunkan, Bukan Keturunan, Dianjurkan Screening Pra-Nikah

Windy Prihastari, pegawai Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar tak menyangka saat anak pertamanya…

Minggu, 29 Juli 2018 12:26

Keluarga Tak Sadar Abangnya Meninggal dalam Mobil

PONTIANAK- Isak tangis penuh sesal tak kuasa dibendung Ida saat menceritakan adiknya, Abdul Syukur,…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:08

Sempat Tertahan di Rumah Sakit Karena Tak Bayar, Akhirnya Bayi Bisa Pulang

PONTIANAK- - Sempat tertahan lantaran belum bisa membayar perawatan dan pengobatan anaknya yang baru…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:01

Pejabat Perusda Ikut Kampanye, Ternyata Bawaslu…

PONTIANAK- Pilkada Kalbar dinilai berbagai kalangan berjalan sukses. Pilkada yang pernah dimasukkan…

Kamis, 26 Juli 2018 20:35

Midji: Masalah Anggaran Harus Transparan

PONTIANAK- Sutarmidji dan Ria Norsan akan melakukan pemerataan pembangunan sesuai visi misinya saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .