UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 17 Januari 2018 12:31
ALAMAK..!! Tiga Proyek Miliaran di Melawi Tak Tuntas
TAK BERES. Ruas jalan Ella-Nanga Kalan dengan nilai kontrak lebih dari Rp 4,6 miliar yang gagal dikerjakan 100 persen. Warga for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, NANGA PINOH- Hingga masa kontrak berakhir pada 2017 lalu, ternyata tiga pembangunan jalan di Kabupaten Melawi yang bernilai miliaran rupiah gagal diselesaikan kontraktor. Entah bagaimana kelanjutan proyek-proyek mangkrak yang didanai duit rakyat, para pembayar pajak, itu kedepannya.

 “Tiga paket ini didanai melalui DAK (dana alokasi khusus) 2017. Nilainya bervariasi, antara Rp4 miliar sampai Rp5 miliar. Hingga berakhirnya kontrak pada Desember lalu, tiga proyek ini tak bisa diselesaikan oleh kontraktor,” tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Melawi, Makarius Horong, menjawab Rakyat Kalbar di ruang kerjanya, Selasa (16/1).

Seperti dilansir Rakyat Kalbar, tiga proyek tersebut meliputi ruas jalan Ella-Nanga Kalan dengan pagu Rp4,658 miliar, ruas jalan Simpang Kebrak–Kayu Bunga senilai Rp4,89 miliar, serta ruas jalan Laman Bukit–Nanga Kayan yang dianggarkan Rp5 miliar. Horong mengklaim, instansinya hanya membayar sesuai dengan progres pekerjaan di lapangan. Soal munculnya kabar bahwa PUPR Melawi membayar lebih dari realisasi proyek, hal tersebut keras dibantahnya.

 “Kita mengacu pada kontrak dari progresnya. Karena ini pakai dana pusat, jadi untuk pencairan dana, kita tak bisa karang-karang (dibuat-dibuat,red),” tegasnya. Ia menyatakan, pencairan dana proyek-proyek di dinasnya selalu sesuai mekanisme. Terlebih dahulu diajukan ke pusat sesuai dengan realisasi di lapangan. Contohnya, paket jalan Ella-Nanga Kalan yang saat ini baru dibayarkan 50 persen saja dari nilai kontrak keseluruhan.

 “Perhitungan di lapangan, kalau tidak salah, untuk jalan Ella-Nanga Kalan sudah hampir mencapai 80 persen. Karena tak mampu kejar batas waktu kontrak, maka otomatis kontraknya putus walau proyek belum selesai. Kalau yang lain, di atas 50 persen,” beber Horong.

Menurut dia, para kontraktor punya alasan kenapa mereka tak bisa menyelesaikan program Pemkab Melawi itu. Mulai dari persoalan cuaca hingga keterbatasan material. Konon, pada akhir tahun, banyak pemenang tender pembangunan fisik di Melawi terpaksa harus mengambil batu dan pasir dari Sintang. Karena stok material di Melawi tak mencukupi.

 “Jalan ini merupakan peningkatan jalan di masing-masing ruas dengan beton. Hanya memang banyak hal yang menjadi penyebab pihak pelaksana gagal menyelesaikan pekerjaannya. Belum lagi karena alasan banjir sehingga membuat proyek tak bisa berjalan sesuai waktu dan rencana kerja,” jelasnya.

Namun, baginya, jauhnya lokasi pembangunan atau medan yang berat seharusnya bukan menjadi dalih para kontraktor itu gagal menyelesaikan proyek jalan tersebut. Mengingat, ketika ikut tender, mereka semestinya sudah mempelajari kondisi medan kawasan tempat pengerjaan paket dilaksanakan.

 “Perusahaan berani ikut lelang, berarti dia sudah berani untuk mengambil risiko pekerjaan,” tegas Horong. Hanya saja, Dinas PUPR tidak melakukan blacklist terhadap para kontraktor itu. Alasannya, para pelaksana pekerjaan pembangunan tersebut tidak diputus kontraknya di tengah jalan.

 “Ini memang kita hentikan karena kontraknya sudah habis. Putus Kontrak itu kan kalau proyeknya masih ada waktu dan dana, namun di tengah jalan pekerjaannya tak sesuai atau bermasalah,” pungkasnya.

Sejumlah proyek DAK yang gagal ini wajib dievaluasi. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Melawi, Abang Ahmaddin.   “Apakah karena hanya disebabkan oleh faktor cuaca atau persoalan teknis dan nonteknis di lapangan. Atau ada faktor ketidakmampuan dan ketidakseriusan dari pihak pelaksana proyek di lapangan yang mendapatkan proyek jalan tersebut,” ungkap Ahmaddin.

Pria yang karib disapa Maddin tersebut mengatakan, perlu juga dilakukan pembenahan di internal Dinas PUPR terkait sistem pengawasan, manajemen proyek, serta peningkatan sumber daya manusia. Agar hal-hal seperti ini tak terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya.

 “Mengingat sebagian besar proyek itu sebenarnya sudah dimulai sejak pertengahan tahun. Bila melihat kontraktor lain yang juga mengerjakan proyek dengan pagu yang kurang lebih sama, ternyata bisa juga selesai tepat waktu,” tuturnya. Ia menilai keberlanjutan proyek ini kedepan perlu menjadi pertimbangan. Kalau memang ada penyebab nonteknis di lapangan, PUPR mestinya mengambil langkah persuasif agar tak terbengkalai.

 “Yang terpenting, jangan sampai hal ini kembali terulang di tahun ini. Mengingat, sayang kalau dana infrastruktur yang begitu besar dikucurkan pusat gagal terserap karena tak tuntasnya pelaksanaan di lapangan,” pintanya.  (Dedi Irawan/rk)


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…

Minggu, 03 Juni 2018 22:48
Diduga Dendam Lama, Juru Parkir Nasi Goreng 21 Diancam

Gigit Peluru dan Lepaskan Tembakan, Mat Pirang Diciduk Polisi

PONTIANAK- Mat Roji alias Mat Pirang terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pria 42 tahun yang tinggal…

Minggu, 03 Juni 2018 22:42

INGAT..!! Parkir di Luar Transmart Bakal Ditilang

PONTIANAK- Parkiran pengunjung Transmart yang tak sesuai aturan di dekat bundaran Jalan Trans Kalimantan…

Minggu, 03 Juni 2018 21:35
Terciduk Satgas Pamtas di Jalan Tikus Perbatasan Sanggau

Bawa Amunisi, Dua Warga Malaysia Diamankan

PONTIANAK- Bawa amunisi dan senjata api (Senpi), dua warga Malaysia diamankan Satuan Tugas Pengamanan…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:06

TERNYATA..!! Frantinus Itu Anak Mantan Menteri Zaman Belanda

PONTIANAK- Tim Kuasa Hukum Frantinus Nirigi menginginkan perkara yang dilakukan kliennya dapat diselesaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .