UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 17 Januari 2018 12:26
Pelacakan Bahan Peledak, Anjing dan Pawangnya Sudah 90 Persen Mati

Menengok Unit Satwa K9 Dit Sabhara Polda Kalbar Latihan

BERIKAN PERINTAH. Para Personel Unit Satwa K9 Polda Kalbar sedang memberikan aba-aba atau perintah kepada anjing yang biasa dibawanya saat latihan di Lapangan Mapolda Kalbar, Senin (15/1). Ambrosius Junius-RK

PROKAL.CO, Menggonggong dan mengipaskan ekornya, sebuah isyarat yang tidak bisa dimengerti orang awam. Itu lah ekpresi anjing milik Unit Satwa K9 Dit Sabhara Polda Kalbar ketika para pawang mendekati mereka.

Ambrosius Junius, Pontianak

Seperti dilansir Rakyat Kalbar, hewan yang dikenal akrab dengan manusia ini tampak senang dan bersemangat bersama pawangnya menuju ke tempat latihan. Sampai di tempat latihan, "Ritual" yang dilakukan adalah obedience (ketaatan). Mereka dibawa pawang masing-masing, kemudian berbaris. Sebanyak 12 ekor anjing berbagai jenis, diantaranya Labrador Retriever, Bergian Malinois, dan Beagle. Para pawang sibuk menenangkan satwa bawaannya.

Kasubnit Cakkal (Pelacak dan Penangkalan) Unit Satwa K9 Polda Kalbar Aiptu I Gede Widiarsana turut dalam latihan itu. Dia memberikan arahan dan memantau anggotanya. Dia juga membantu anggotanya menenangkan anjing.

Latihan tentunya sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. "Pada saat obedience ini anjing tidak boleh dikerasin, boleh tegas tapi ada takarannya," kata Aiptu I Gede Widiarsana kepada Rakyat Kalbar di sela-sela latihan, Senin (15/1). Latihan digelar untuk meningkatkan kemampuan personel dan anjing tersebut. Tidak selalu berada dalam kandang, latihan ini juga agar otot-otot hewan ini tidak kaku. Selain itu, sekaligus untuk ajang bermain satwa tersebut. "Latihan ini biar hanya sebentar yang penting rutin dilakukan," ujarnya.

Anjing-anjing tersebut patuh dan taat kepada perintah pawangnya. Mereka tampak jinak, namun harus tetap selalu waspada. Hewan-hewan ini juga tidak segan mendakati dan mengendus awak Harian Rakyat Kalbar yang melihat langsung latihan itu.

Cuaca terasa panas, tidak mengendurkan para pawang yang sedang berlatih. Kompak dan saling mengerti satu sama lain. Latihan digelar kurang lebih setengah jam. Latihan selesai, saatnya kembali ke kandang.  Di depan kandang, anjing-anjing tersebut diberi minum. Ada pula yang dimandikan, kemudian tubuh atau bulu mereka dikeringkan dengan kain. Usai latihan anjing-anjing sudah dalam keadaan bersih. Anjing-anjing itu pun tenang beristirahat. "Pawang ini tidak hanya bisa mengendalikan anjing, mereka juga harus bisa merawat dan mengerti keadaan anjingnya, apakah sehat atau sakit," jelas Gede.

Sebab itu, dalam seleksi menjadi anggota K9 yang penting adalah penyayang binatang dan tingkat emosionalnya rata-rata. Jangan sampai anggota saat menghadapi suatu masalah lantas emosi dipelampiaskan ke anjingnya. Apa pun perbuatan si pawang, pasti akan mempengaruhi kinerja anjingnya. Karena sudah ada ikatan batin antara anjing dan pawangnya.

Jadi saat si pawang senang, anjingnya juga senang. Sebaliknya, saat pawangnya ada masalah, anjingnya juga akan bermasalah. "Yang diutamakan masuk anggota ini, dia penyaayang binatang tingkat emosinya stabil," jelasnya.

K9 Polda Kalbar di bawah naungan Direktorat Sabhara. Unit ini memiliki 24 ekor anjing dari jenis Golden Retriever, Labrador Retriever, German Shepherd (Herder), Belgian Malinois, Beagle, dan Doberman. Kebanyakan hewan-hewan ini berjenis kelamin jantan.  Sudah memiliki kendaraan doubel kabin, namun belum memiliki kandang khusus. Markas K9 terletak di sebelah barat lapangan Mapolda, sebagai kantor berdiri sebuah bangunan masih terbuat dari kayu.

Menurut Aiptu I Gede, dengan kriteria Polda tipe A, jumlah anjing yang dimiliki ini masih jauh dari kata cukup alias kurang. Apalagi lima Polres jajaran Polda Kalbar berada di perbatasaan, memiliki kerawanan penyelundupan narkoba. Sementara personel yang dimilikinya hanya ada 22 orang.

"Kita kan tau sendiri berapa kasus (narkoba) yang terungkap, dari sana kan. Personel juga hanya 22, kalau dengan 24 ekor juga kurang. Sebenarnya satu ekor anjing untuk dua anggota, hal ini untuk menghandel satu anggota sedang berhalang atau sedang sakit," paparnya. Pembagian tugas sesuai dengan pendidikan kejuruan (Dikjur). Pelatihannya sesuai dengan kejuruannya masing-masing sebagai pembentukan awal selama dua bulan. Selanjutnya pemantaban ada di Polda masing-masing. Anggota yang telah menempuh Dikjur Pelacakan Bahan Peledak (Handak), unit tugasnya akan di Handak. Namun tidak menutup kemungkinan menghandel Narkotik, Kriminal, SAR, Dalmas.

"Tapi, yang diutamakan sesuai dengan fungsi kejuruannya," ucap Gede. Menjadikan hewan sebagai rekan kerja bukan hal yang mudah. Narkotik dan Handak termasuk pelacakan khusus yang harus diperhatikan dalam bertugas adalah lingkungan, tugas apa yang harus dijalankan saat itu. Misalnya pelacakan Handak, berarti antara anjing dan pawangnya sudah 90 persen mati.  Jadi harus waspada, sekecil apapun benda yang mencurigakan sebagai fungsi dan tugasnya harus disterilkan, diperiksa menggunakan anjing. “Jadi kita tidak bisa mengatakan ini hanya tas biasa, makanya Handak itu agak berat, hidup mati orang di tangan dia," ucapnya.

Aiptu I Gede Widiarsana bergabung di K9 sejak tahun 2004. Dia menceritakan, berbagai peran anjing pelacak berbeda pula reaksi satwa ini ketika menemukan sesuatu yang dicurigai.  "Kalau dia menemukan bom, dia akan duduk diam di depan benda yang berisi bom itu, kalau narkotika dia akan mengaruk tempat atau tas yang menyimpan narkotika," jelasnya.

Pengalamannya saat turut dalam pengamanan Presiden mengunjungi Kalbar, pada saat itu sterilisasi dan anjingnya duduk diam di depan sebuah paketan. Beruntung bukan bom, ternyata benda itu berisi sebuah cas handphone. Dalam cas itu ada kabelnya yang membuat anjing bereaksi. "Jadi saat anjing merasakan reaksi, harus bisa analisa, itu barang apa, kenapa anjing duduk, mungkin itu bom, atau saja barang lain," ungkapnya.

Bahkan sebuah speaker (salon) pun anjing pelacak Handak akan memberikan reaksi. Karena di dalamnya ada kabel yang merupakan bagian rangkaian dari bom. "Tapi pada saat itu berbentuk paket, kita tidak bisa melihatnya, kita juga harus bisa mengetahui, apa benda ini, kok anjing ini merasakan duduk," ujarnya Pekerjaan tidak lah selalu mulus, tentu saja mengalami hambatan dan masalah. Misalnya saja, anjing pelacak narkotika dari Pontianak dibawa ke perbatasan di mana cuacanya sangat berbeda. Jadi harus ada penyesuaian terhadap lingkungan. Adaptasi, anjing harus diistirahatkan. Atau dalam perjalanan ketika sampai ke tempat tujuan tidak mau makan. "Sampai di sana kita harus jeli penyebab anjingnya, kenapa diam tidak bersemangat, dan tidak mau makan," jelasnya.

Kendala lainnya ketika melakukan pemeriksaan. Dia mengungkapkan, tidak semua orang mau diperiksa menggunakan anjing lantaran kenyakinannya. Sehingga terkadang bertentangan dengan SOP dalam melaksanakan tugas. Namun masih ada cara lain yaitu orangnya bisa diperiksa manual, sedangkan barang bawaan diperiksa diperiksa di kargo (di bandara atau terminal).

"Kendala lain, lahan tempat latihan dan bahan untuk latihan, sehingga anjing tak maksimal kerja. Dengan keterbatasan kita berusaha semaksimal mungkin gimana pun caranya, karena itu tanggung jawab kita," ungkapnya. Untuk kesehatan setiap bulan anjing-anjing diperiksa. Asupan makanan mengacu pada perbandingan vitamin, daging dan nutrisi. Setiap ekor diberikan makan pagi kurang lebih 400 gram pakan kering, sementara dagingnya sekiitar 100 gram. Begitu juga sore harinya.

"Makan pagi sore, sehari menghabiskan pakan kurang lebih 800 gram per ekor. Mandi lihat kondisi, minimal semiggu sekali," demikian Gede. (habis/*)

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Juni 2018 13:50
Rumah Zakat Kalbar Himpun Donasi Umat

Warga Pinggiran Kapuas Jadi Target Penyaluran

Jelang Idul Fitri, aktivitas Rumah Zakat Kalbar semakin sibuk. Lembaga ini setia menanti umat yang ingin…

Rabu, 13 Juni 2018 13:16

Frans Tidak Ada Sebut Bom

PONTIANAK- Pihak keluarga Frantinus Nirigi pelaku candaan bom dalam pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta…

Selasa, 12 Juni 2018 14:59

Dianggap Pemeriksaan Tak Sesuai SOP, Satpol PP Diprotes

PONTIANAK- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak mendapat komplain dari masyarakat,…

Selasa, 12 Juni 2018 14:48

Melawan Perampok, Ibu Rumah Tangga Luka Serius

PONTIANAK- Masyarakat tampaknya harus berhati-hati dari segala kemungkinan. Karena, kejahatan pencurian…

Minggu, 03 Juni 2018 21:32
Kos, THM dan Karaoke Jadi Sasaran Satpol PP

ENYAK-ENYAK DI MALAM RAMADAN..!! Sudah 30 Pasangan Tak Sah Terjaring

PONTIANAK- Sungguh ironis, sepanjang ramadan puluhan masyarakat terjaring operasi penyakit masyaralat…

Jumat, 01 Juni 2018 20:48

Tabrak Ban Tronton, Gadis 20 Tahun WASSALAM....

PONTIANAK- Keluarga Syecha Ulfa Vanessa tak pernah menyangka bahwa putri kesayangan mereka harus pergi…

Kamis, 24 Mei 2018 12:01

Penggerebekan Pasutri di Sungai Kakap, Ditemukan 1,1 Kg Sabu

PONTIANAK- Sebuah rumah di Jalan Raya Sungai Berembang, Komplek Alzaina Rekon, Kecamatan Sungai Kakap,…

Kamis, 24 Mei 2018 11:56

PARAH..!! Hasil Sidak Tim Gabungan di Pontianak, Ternyata Ada Swalayan Jual Produk Kedaluwarsa

PONTIANAK-  Tidak ada jaminan makanan dan minuman di pasar modern aman dikonsumsi. Buktinya, sudah…

Kamis, 24 Mei 2018 11:50
Drama di Balik Operasi Pekat Ramadan

Agar Tak Tercyduk, Muda-mudi yang Bobok Bareng Ngaku Bersaudara

PONTIANAK-  Dugdugdug.., selamat pagi.., dugdugdug.. Gedoran pintu disertai permisi mengiringi…

Kamis, 24 Mei 2018 11:42

Bawa Mercon 31 Koli, Ya Ditangkap Lah kau…

PONTIANAK- Operasi Pekat di Pontianak membuahkan hasil. 31 Koli mercon korek api diamankan Polresta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .