UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 17 Januari 2018 12:18
DUHAI..!! Jelang Pilkada Serentak, Perekaman e-KTP Banyak Kendala

Di Kapuas Hulu, Jaringan Diblokir Kemendagri

URUS KTP. Seorang warga mengurus dokumen kependudukan berupa e-KTP di kantor Disducapil Kapuas Hulu, Senin (15/1). Andreas-RK

PROKAL.CO, Aturan ihwal penggunaan hak suara bagi wajib pilih di Pilkada Serentak 2018 mengharuskan menggunakan KTP Elektronik (e-KTP). Ironisnya, perekaman e-KTP di sejumlah kabupaten se Kalbar terdapat banyak kendala.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Jaringan pencetakan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas Hulu malah diblokir Kemendagri. “Saat ini masih diisolir atau diblokir oleh Dirjen, sehingga terjadi gangguan tak bisa mencetak e-KTP yang asli,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kapuas Hulu Asrol Jadid, Senin (15/1).

Saat ini kata dia, pihaknya hanya bisa melakukan perekaman dan membuat Surat Keterangan (Suket) sementara KTP. “Kami sangat kasihan kepada masyarakat, dengan keadaan permasalahan ini,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kapuas Hulu Hairudin mendesak pihak Kemendagri membuka jaringannya supaya Pemda Kapuas Hulu bisa mencetak e-KTP yang asli. “Kita mendesak pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan yang ada di Disdukcapil Kapuas Hulu,” pintanya.

Menurutnya, kalaupun ada persoalan di Disdukcapil Kapuas Hulu, hendaknya pemerintah pusat jangan melakukan tindakan yang sifatnya merugikan masyarakat. Apalagi dokumen kependudukan seperti e-KTP sangat dibutuhkan.“Kami sangat mengapresiasi Disdukcapil Kapus Hulu selama ini, sudah malaksanakan fungsi pelayanan dengan baik,” kata Legislator PAN ini.

Menurut Hairudin, masyarakat Kapuas Hulu sangat proaktif dalam mengurus e-KTP. “Apalagi tahun ini merupakan tahun politik, dan kami berharap semua masyarakat memiliki hak pilih nantinya sesuai e-KPT tersebut,” tegas Hairudin.

Sedangkan di Kabupaten Melawi masih banyak wajib KTP yang belum melakukan perekaman data. “Setiap bulan kita update terkait perekaman ini. Jumlah wajib KTP yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik pada akhir Desember kemarin berjumlah sebanyak 55.470 warga,” ujar Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Melawi, H Hamidun di ruang kerjanya, Senin (15/1).

Menurutnya, jumlah tersebut sudah menurun dari angka sebelumnya yang berjumlah sebanyak 55.660 warga. “Memang kita menargetkan saat Pemilu dilaksanakan semuanya sudah melakukan perekaman. Saat ini kami masih terus berupaya dan perekaman masih terus berjalan,” katanya.

Saat ini, Hamidun menambahkan, perekaman masih terus berjalan. Bahkan, yang aktif melakukan perekaman lebih banyak warga dari desa-desa di daerah pedalaman. Meskipun diketahui bahwa sebetulnya di kecamatan bisa melakukan perekaman e-KTP.

 “Di kecamatan sebetulnya tidak ada kendala. Yang ada kendala hanya di Kecamatan Pinoh Utara. Itu Alasan Pak Camat, kantor terlalu jauh ke belakang dan masyarakat terlalu susah mengunjunginya. Selain itu juga terkendala listrik tidak mampu. Kemudian, Kecamatan Sayan itu kendalanya juga karena listrik yang siang harinya tidak nyala,” jelas Hamidun. 

Meskipun di kecamatan lainnya bisa melakukan perekaman e-KTP, namun warga lebih banyak datang ke Disdukcapil. “Entah apa yang menyebabkan warga lebih memilih ke Disdukcapil dibandingkan ke kecamatan. Harusnya kecamatan yang terkendala tadi mencari solusi untuk kendalanya. Agar perekaman tetap berjalan dan bisa mengejar target,” ucapnya.

Hamidun mengatakan, banyak faktor yang menjadi hambatan untuk meningkatkan realisasi dan menurunkan jumlah wajib KTP yang belum melakuan perekaman e-KTP. “Di antaranya bisa jadi karena adanya penambahan pemilih pemula dan ada yang pindah baru,” tuturnya.

Sedangkan faktor lainnya, karena banyaknya nama orang yang sudah meninggal dunia. Namun tidak dilaporkan desa ke Disdukcapil, sehingga namanya masih tetap ada. Seharusnya pihak desa segera melaporkan nama warganya yang meninggal maupun yang pindah ke Disdukcapil.

 “Juga terindikasi banyak nama yang double. Misalnya ada di dua desa atau lebih dengan nama yang berbeda. Misalnya di desa yang satu tercantum nama panjangnya dan di desa satu lagi hanya tercantum nama panggilan. Bisa juga karena perpindahan status dan berdomisili. Namun tidak dilaporkan ke kita. Itu juga bisa menjadi double,” paparnya.

Dalam menekan angka wajib KTP yang belum melakukan perekaman e-KTP. Salah satunya membuatkan Perda dan berikan sanksi jika memiliki KTP double atau sengaja tidak mau buat KTP. “Kalau ini diterapkan pasti banyak yang akan membuat,” ulasnya.

Di Kabupaten Landak, setiap harinya, tercatat ratusan masyarakat membuat dokumen kependudukan atau melakukan perekaman e-KTP di kantor Disdukcapil setempat. Seperti terlihat pada Senin (15/1), warga tampak sibuk mengantre dan melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan. Meski sistemnya telah online, data yang sudah direkam langsung dikirim ke server di pusat atau induk, tetap saja e-KTP membutuhkan waktu untuk proses cetaknya.

Disdukcapil Landak sendiri pernah melakukan program jemput bola. Melakukan perekaman e-KTP di setiap kecamatan. "Sudah dilakukan perekaman, namun karena jumlahnya terlalu banyak, sehingga masuk di data server pusat itu antre. Makanya masih banyak data yang belum masuk ke pusat sehingga banyak masyarakat yang belum jadi e-KTP nya," ujar Kepala Disdukcapil Landak, Yohanes Meter.

Jadi, lanjut dia mencontohkan, meski kadangkala suami-istri melakukan perekaman KTP-el pada waktu yang sama, ada yang salah satunya sudah jadi, pasangannya malah belum. “Apalagi kalau ada kesalahan data pada perekaman, ini bisa tidak mau keluar datanya sehingga tidak bisa dicetak e-KTP nya," jelasnya.

Ia menyatakan, secara keseluruhan di Kabupaten Landak pada perekaman program jemput bola terakhir, masih sekitar 2000 lebih yang belum terkirim datanya dan belum dicetak. "Karena seluruh Indonesia itu antre. Kalau datanya sudah masuk dalam Print Ready Record (PRR) berarti sudah siap cetak. Tapi yang belum itu, kita masih menunggu,” terang Yohanes.

Ini prosesnya, kata dia, berbeda dengan dokumen lain seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran. Jika dua dokumen itu persyaratannya lengkap, bisa langsung dicetak di Kantor Dukcapil. (Andreas, Dedi Irawan, Antonius/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 13:33
Ari “The Turbo” Agustian, Sang Peraih Sabuk Asia WBC

Kanvaskan Petinju China di Ronde Pertama

PONTIANAK- Petinju asal Kota Pontianak Ari “The Turbo” Agustian berhasil meraih sabuk juara…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:38

Warga Tiongkok Luntang-lantung di Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU- Guna memastikan status izin tinggal warga negara Tiongkok yang akan bekerja di perusahaan…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:30

DERITANYA..!! Sudah Dirampok, IRT Ini Diperkosa Bergilir

SINGKAWANG- Malang nasib yang dialami HK. Ibu rumah tangga (IRT) yang berusia 30 tahun itu tidak hanya…

Selasa, 15 Mei 2018 12:09
Siaga 1, Polisi Kalbar Perketat Pengamanan

Personel Polisi Tak Boleh Bertugas Sendiri

PONTIANAK- Imbas aksi pengeboman terjadi di Mapolrestabes Surabaya, seluruh markas kepolisian seluruh…

Selasa, 15 Mei 2018 12:06
Ujaran Kebencian Meningkat, Akun Medsos Terus Dipantau

Gara-Gara Ini, Polisi Usut Oknum Kepsek di Kayong Utara

PONTIANAK-RK. Jawa Timur kembali digoncang bom Minggu (13/5). Sebelumnya terjadi aksi bunuh diri di…

Selasa, 15 Mei 2018 11:20

Kumpul Malam di Bekas Cafe, 18 Muda-mudi Diangkut Polisi

PONTIANAK-  Sebanyak 18 muda-mudi diamankan Polsek Pontianak Kota di bekas Cafe Damai, Jalan Danau…

Sabtu, 12 Mei 2018 23:32
Surprise yang Disambut Penghianatan

PANAS HATI..!! Pergoki Istri Berduaan di Kamar, Suami Bacok Selingkuhan Istrinya

PONTIANAK- Hati siapa yang tak sakit bila melihat pasangannya berduaan dengan orang lain. Apalagi hal…

Sabtu, 12 Mei 2018 12:01
Ketika Sultan Sulu Bersilaturahmi di Kediaman Ketum DPP PFKPM Kalbar

Bantah Wilayahnya Disebut Sarang Teroris, Curhat Beli Beras ke Thailand Mahal

PONTIANAK- Sebelum menuju Kabupaten Sintang, Sultan Sulu Filipina, YM Sultan Mudarasulail Kiram bertandang…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:58
Dari Keluarga Sederhana, Raih UN Tertinggi se Bengkayang

Masuk ITB Jalur Undangan, Virgia Pusing Pikirkan Biaya

Faktor ekonomi tidak selalu mempengaruhi prestasi. Malah menjadi cambuk dalam mengejar cita-cita. Suci…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:51

Pasar Babi Disini Didesak untuk Dibongkar, KENAPA?

MELAWI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi didesak untuk segera melakukan pembongkaran Pasar Babi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .