UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 02 Januari 2018 10:30
Menoet, Upaya Menjaga Tradisi
MENOET. Prosesi adat Menoet di Dusun Obak, Desa Nyangkom, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Sabtu (23/12/2017). Humas Pemkab Sintang for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, Enam bilah mandau dan sebatang besi baja disusun berjejer di setiap gigi tangga. Masyarakat membentuk sebuah kayu bulat menjadi tangga dengan tujuh pijakan. Perancah tersebut disusun di atas taburan beras. Begitulah upacara adat Menoet di Dusun Obak, Desa Nyangkom, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Sabtu (23/12/2017).

MARCELINA EVY (Humas Pemkab Sintang)

Di sisi lain, ada sebuah tempayan beras besar yang ditutup dengan asesoris berupa tiang kayu, dihiasi dengan burung-burungan dari kayu yang diukir serta dicat dengan warna kuning, hijau, putih, dan merah. Di sudut lain, tampak sejumlah sesajen mulai dari berbagai daging rebus, hingga darah ayam yang di taruh di dalam piring keramik. Ada seikat daun-daunan dengan sehelai bulu ayam, yang ditaruh di dalam sebuah mangkuk berisi air. Kesemuanya itu ditampilkan di sebuah panggung yang dibangun di samping rumah.

Lalu datang lah tiga orang wanita tua mengapit seorang wanita muda. Mereka bertudungkan sehelai kain batik dengan sebuah tombak menjadi penyangganya. Seorang pemuka adat menghamburkan beras ke kaki mereka sambil mengucap mantra. Lalu, ia mengibaskan ikatan daun sambil memerciki mereka dengan melantunkan mantra atau doa. Wanita-wanita itupun mengayunkan kaki sebanyak tujuh langkah di antara bilah-bilah mandau, di hamparan beras sejajar dengan anak tangga.

Kemudian, sebait doa dalam bentuk syair dilantunkan salah seorang pemuka adat pada setiap langkah mereka. Usai tujuh langkah, si wanita muda melangkah sekali lagi ke atas gong dengan dituntun seorang pria. Sambil berjabat tangan, mereka menggigit besi baja dan diolesi dengan darah ayam.

Dilansir Rakyat Kalbar, prosesi adat Menoet ini merupakan acara ‘mengunduh mantu’, sebagaimana tradisi orang Dayak subsuku Kebahant Ulak. Menoet bertujuan untuk mengenalkan rumah tangga keluarga mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan, mengenalkan rumah tangga mertua kepada menantu perempuannya. Adat menoet dilakukan satu kali seumur hidup.

Ada beberapa hal yang dilakukan pada prosesi menoet. Nyiai bowas (menabur beras, betopas/mengipasi orang dengan dedaunan), Niti Bamank Tanggak Gigi 7 (berjalan di 7 anak tangga), Nongak Ketukau (pergi ke ketukau), Tamak Laman (masuk ke bilik), Nyolok Tepayant Bowas (memasukkan tangan ke tempayan tempat menyimpan beras), ke Dopo Awak Besumant Beapi (ke dapur), dan Begugo (kedua mempelai menerima restu dari para kerabat).

Pada malam hari sebelumnya, keluarga yang mengadakan Menoet melakukan Bilang Icit, yaitu menerangkan garis keturunan keluarga penyelenggara, menjelaskan dan memperkenalkan segala kaum kerabat kepada menantu yang baru datang ke rumah.

Setelah itu, lanjut pada prosesi Nongah Ketukau. Menantu perempuan diantar oleh suami dan mertuanya ke lumbung padi keluarga yang disebut Ketukau. Di situ si perempuan Madai Padi (mengambil padi untuk dijemur). Lalu ia keluar sambil menarik sehelai kain batik ynag ditaruh di sisi pintu Ketukau. Pada saat ia menjulurkan tangan ke dalam tempayan beras, biasanya akan mendapati beberapa keping uang logam. Ia mengambil itu untuk menjadi miliknya.

Si menantu perempuan kemudian dibawa ke setiap sudut rumah agar mengetahui kebiasan dan tata kelola rumah tangga keluarga suami dan mertuanya. Acara Menoet yang dilakukan keluarga Gunadi yang menyambut istrinya, Veri, ini dilanjutkan dengan membuka Tepayant Pemali.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Sintang, Askiman, yang hadir dalam kesempatan tersebut, diminta untuk membuka salah satu tempayan. Ia diposisikan sebagai salah seorang tokoh adat sekaligus tokoh masyarakat.

Setelah Askiman membukanya, ia menyiramkan air tuak ke dalam tempayan berikut sekeping uang perak atau sekeping uang koin. Akhirnya, Askiman mengambil air tuak yang merupakan hasil fermentasi beras ketan untuk diminum dan dibagikan kepada para hadirin.

Adapun Ancah Biah atau sesembahan pada pelaksanaan adat Menoet antara lain; satu buah tempayan bangku naet penguwong semengat, seekor babi dengan ukuran 1 enti atau sekitar 30 kilogram, seekor ayam kampung, tuak pemali, beras 8 kulak atau 8 gantang (satu gantang setara dengan 2,5 kilogram).

Ada juga 4 helai kain batik, bosi atau besi baja, beras amo disimpan di dalam mangkuk dituutp dengan kain, dedauan untuk betopas, tawak atau gong, uang koin, sangkoh atau tombak, kayu gawongk (kayu bulat yang dijadikan tangga dengan 7 anak tangga atau 7 gigi), dan terakhir ada pisau atau parang sebanyak 7 buah.

Pada kesempatan ini, Wakil Bupati menjelaskan, kegiatan bertujuan untuk melestarikan adat tradisi sebagaimana diwariskan oleh para tetua adat. Di Kecamatan Kayan Hilir, ada 13 kampung yang didiami oleh masyarakat subsuku Kebahant. Masing-masing kampung, perwakilannya hadir pada acara tersebut.

 “Dengan kegiatan seperti ini kaum muda kita ajdi mengerti adat istiadatnya sebagaimana adanya,” tutur Askiman. “Sehingga, mereka semakin mengenal jati dirinya sebagai orang Kebahant Ulak,” katanya. (*)

 


BACA JUGA

Rabu, 08 Agustus 2018 22:30

Dugaan Begal di Jalan Rasau, Kapolsek: Banyak Kejanggalan

RASAU JAYA- Joni, seorang warga Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya dikabarkan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:13

Gerebek Warung Kopi, Polisi Ciduk Penjual Togel

PUTUSSIBAU- Polres Kapuas Hulu berhasil mengungkap kasus perjudian jenis kupon putih atau toto gelap…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:46

Kuda-Kudaan dengan Pacar di Kos, Ketahuan oleh Warga, Ya Gini Dah Jadinya…

PONTIANAK- Unit PPA Sat Reksrim Polresta Pontianak mengamankan Mis, warga Desa Sungai Enau, Kecamatan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:41

Ngakunya Lihat Mahluk Halus, Warga Banyak Pingsan

NANGA PINOH- Sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) Dusun Otak Pantai Desa Tebing Kerangan Kecamatan Nanga…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:37

Tergiur Gaji Besar, Lima Calon TKI Ilegal Diamankan di Jalur Tikus

SANGGAU- Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap birokrasi perlindungan dan penempatan tenaga kerja…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:35
Dugaan Pungli Program PTSL 2017 di Sekayam

Pungli, Kades Perempuan Ini Dijebloskan ke Penjara

SANGGAU- Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan pungutan liar (pungli) sertifikat tanah,…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:26

Penyalur TKI Ilegal Janjikan Gaji RM 35 per Hari

SANGGAU- Jajaran Polres Sanggau pada Sabtu (28/7) sekitar pukul 05.00, berhasil mengamankan empat orang…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:24

MC Dangdutan Kondang Dihajar Hingga Gigi Palsunya Copot

SUNGAI KAKAP- Senong, seorang Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara kondang dalam blantika musik…

Minggu, 29 Juli 2018 12:27
TNI Hadir untuk Rakyat

ASIKKK..!! Yonkav 12/BC dan Pelajar SD ‘Jalan-jalan’ Pakai Tank

MEMPAWAH- Selain menggelar karya bakti, Batalyon Kavaleri (Yonkav) 12/Beruang Cakti dalam rangkaian…

Minggu, 29 Juli 2018 12:25

Tangis Haru Warnai Pelepasan CJH Sekadau

SEKADAU- Sebanyak 61 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sekadau dilepas secara resmi keberangkatannya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .