UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 02 Januari 2018 10:28
BAHAYA..!! Ditemukan Dua Bocah Suspect Difteri

Di Kecamatan Sungai Kunyit, 440 Anak Diimunisasi Ulang

DITANGANI SECARA SEKSAMA. Salah seorang anak suspect Difteri dalam penanganan intensif di RS Rubini Mempawah, Senin (1/1). Ari Sandy-RK

PROKAL.CO, MEMPAWAH- Menyusul temuan dua pasien positif penyakit diduga Difteri, Pemerintah Kabupaten Mempawah bereaksi cepat. Sebanyak 440 anak di Desa Sungai Duri 2, Kecamatan Sungai Kunyit jadi sasaran imunisasi ulang, Sabtu (30/12/2017) lalu.

Seperti dilansir Rakyat Kalbar, kegiatan tersebut dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes), Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Mempawah. “440 anak di Desa Sungai Duri 2 telah dilakukan imunisasi ulang dengan memberikan vaksin antidifteri,” ujar Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dari Dinkes, Pengendalian Penduduk, dan KB Mempawah, Muchtar Siagian, Senin (1/1).

Dia mengatakan, saat ini stok persediaan vaksin antidifteri di Kabupaten Mempawah mengalami kekosongan. Walau begitu, instansinya telah mengupayakan penambahan stok yang diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) hingga ke pemerintah pusat.  “Kita meminta dropping vaksin ke Dinas Kesehatan Provinsi, bahkan ke Kemenkes RI dalam waktu segera,” ungkapnya.

Upaya pencegahan, diterangkan Muchtar, dilakukan dengan memberikan imunisasi ulang terhadap kelompok anak usia 0 hingga 3 tahun, usia 4 tahun hingga 7 tahun, dan anak usia 7 tahun hingga 14 tahun di Mempawah, agar tidak terjangkit dugaan penyebaran difteri.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus menjaga kesehatan lingkungan sekitar tempat tinggal. Selain itu, melakukan upaya pencegahan dengan melakukan imunisasi secara merata ke daerah-daerah yang telah ditentukan.

Sebelumnya, Muchtar mengatakan pihaknya telah menginstruksikan semua Puskesmas di Mempawah untuk bersiap. “Kita telah melakukan antisipasi dengan membuat surat edaran ke puskesmas untuk mewaspadai jika ada pasien yang memiliki ciri-ciri terjangkit difteri,” jelasnya.

Ia menerangkan penyakit Difteri rentan dialami anak-anak dan Balita. Hanya yang telah diimunisasi lengkap yang kecil kemungkinan terkena difteri. Menurut Muchtar, penyakit Difteri menular lebih cepat daripada penyakit lainnya. Sebab melalui udara.  “Jika satu orang di dalam rumah terjangkit difteri, bisa satu rumah tertular,” ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan, jika terdapat orang yang positif difteri, maka orang-orang di sekitarnya harus melindungi diri dengan masker. Diungkapkannya, kasus Difteri terakhir teridentifikasi terjadi di Kabupaten Mempawah pada tahun 2010 lalu.

 “Jika memang terdapat laporan suspect Difteri di Kabupaten Mempawah, kita akan merujuk pasien yang bersangkutan di ruang isolasi di RSUD Soedarso. Tapi mudah-mudahan tidak ada,” pungkas Muchtar.

Sementara itu, salah seorang warga Mempawah, Dani, 28 tahun, berharap pemerintah melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan penyakit berbahaya tersebut. “Saya harap pemerintah terkait turun ke lapangan mensosialisasikan tata cara pencegahan penyebaran penyakit Difteri, karena diketahui penyakit tersebut dapat mematikan pasien yang terserang penyakit itu,” pintanya.

Selain itu, penyediaan vaksin difteri untuk imunisasi harus dilakukan secara massal alias banyak, karena jumlah penduduk banyak, khususnya anak kecil di Kabupaten Mempawah. “Pencegahan lebih baik ketimbang mengobati,” pungkas Dani.

Dua suspect Difteri yang ditemukan masih anak-anak, yakni warga Desa Sungai Duri II berinisial AN (6 tahun) dan warga Desa Sungai Limau, FK (12 tahun). Sungai Duri II dan Sungai Limau terletak bagian dari Kecamatan Sungai Kunyit. Mereka dirawat intensif di ruang isolasi RSUD Rubini, Mempawah, sejak Jumat (29/12).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mempawah masih menunggu hasil uji laboratorium (uji lab). Tentunya untuk memastikan apakah penyakit mereka benar-benar Difteri yang saat ini sudah menjadi wabah nasional. Dikatakan Bidang Pelayanan, Pencegahan, dan Pengendalian Infeksi Dinkes Mempawah, Eka Mardyana, hasil pemeriksaan dokter, pada pangkal tenggorokan dua bocah tersebut didapati bercak putih. Maka dokter mengambil sample cairan dari selaput lendir tenggorokan mereka untuk dilakukan uji lab.  “Hasilnya keluar dalam waktu dua minggu kedepan,” ungkapnya.

Sambil menunggu, pihaknya melakukan penanganan awal dengan memberikan antibiotik dan antidifteri. Penanganan intensif dilakukan kepada dua anak itu.  “Hingga saat ini, kondisi anak tersebut sudah membaik,” terang Eka. “Jika dilihat secara klinis, sudah menjauhi gejala Difteri, makanya masih suspect (terduga),” imbuhnya.

Upaya pencegahan, ia menyatakan, terus dilakukan pihaknya. “Dan dalam kasus ini, saya berharap agar para orangtua memvaksinasi anaknya agar tidak terkena penyakit berbahaya seperti ini,” pungkas Eka.  (Ari Sandy/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:39

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

MELAWI- Memasuki bulan kedua 2018 harga jual karet masih sangat rendah. Apalagi harga jual yang tidak…

Selasa, 13 Februari 2018 10:27

Lagi-Lagi BKSDA Sita Orangutan Peliharaan Warga

PONTIANAK- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar sita seekor anak Orangutan peliharaan warga…

Selasa, 13 Februari 2018 10:25

KD Gantung Diri, Ada Surat Terikat di Lengannya, Ini Isinya..

MMEPAWAH- KD, seorang kakek 71 tahun di Desa Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya ini ditemukan…

Selasa, 13 Februari 2018 09:53

Maling Motor Menggila di Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU-  Dalam sepekan terakhir, Polres Kapuas Hulu berhasil mengungkap beberapa kasus pencurian…

Selasa, 13 Februari 2018 09:51

MENGEJUTKAN..!! Truk dari Malaysia Mencurigakan, Saat Diperiksa Ternyata…

BENGKAYANG- Anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bengkayang kembali menggagalkan…

Selasa, 13 Februari 2018 09:49

Operasi Panah Kapuas 2018, Polres Singkawang Tangkap 18 Penjahat

SINGKAWANG- Selama Operasi Panah Kapuas 2018, jajaran Polres Singkawang berhasil mengungkap 18 kasus…

Jumat, 09 Februari 2018 11:12

Segel Dibuka, BPN Sanggau Melayani Seperti Biasa

Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sanggau yang sebelumnya sempat disegel pasca-operasi tangkap…

Jumat, 09 Februari 2018 11:10

OTT, Kepala BPN Sanggau Tersangka Pungli

SANGGAU- Kepala Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau, Viktor Simanjuntak ditetapkan sebagai tersangka…

Jumat, 09 Februari 2018 11:06

Pulang ke Rumah Bocah 6 Tahun Nangis, Ternyata Dia Abis Dibeginikan…

SANGGAU- Sebut saja namanya Melati. Gadis kecil yang masih berusia 6 tahun di Kecamatan Kapuas, Kabupaten…

Jumat, 09 Februari 2018 11:03

Ratusan Buruh Demo, Walikota dan Anggota DPRD Singkawang Terima Dibalik Pagar

SINGKAWANG- Ratusan buruh berunjuk rasa di Kantor DPRD Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Rabu (7/2). Buruh-buruh…

BIKIN KAGET..!! Anak Sibuk Mencari, Tak Tahunya Si Ayah Kondisinya Begini…

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

NGERI..!! Pesta Arak, Sakit Hati Diolok-olok, Teman Mabuk Tewas Dibacok

Dua Bulan Gaji Belum Dibayar, Terpaksa Jadi Buruh Bangunan

ASTAGA..!! Warga Transmigrasi Pulau Maya Konsumsi Air Parit

BAHAYA..!! Buaya Juga Sering Muncul di Sungai Singkawang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .