UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 30 Desember 2017 12:16
Resmikan Penyalur BBM Satu Harga
Jokowi Singgung Subsidi Era SBY
Joko Widodo

PROKAL.CO, PONTIANAK- Peresmian sejumlah pasar dan lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga jadi agenda lanjutan lawatan hari ke-2 Presiden Joko Widodo di Kalbar, Jumat (29/12). Distributor BBM Satu Harga yang diresmikan itu berjumlah 16 se-Nusantara.

Launching lembaga-lembaga penyalur BBM Satu Harga ini dipusatkan di Terminal BBM Pertamina, Jalan Khatulistiwa, Pontianak. Enam belas titik penyalur tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni 4 titik di Papua dan Papua Barat, 1 titik di Maluku Utara, 5 titik di Kalimantan. Kemudian 1 Titik di Sulawesi, 1 titik di Jawa Timur, dan 4 titik di Kepulauan Riau.

Diberitakan Rakyat Kalbar, peresmian sekaligus menandai telah tercapainya target pendirian lembaga penyalur BBM Satu Harga di 54 lokasi, yang telah direalisasikan Pertamina tahun ini. Sepanjang tahun 2017, Pertamina mengemban tugas dari Pemerintah untuk melaksanakan Program BBM Satu Harga di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden yang karib disapa Jokowi itu menyatakan, upaya pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat di wilayah 3T ditandai dengan hadirnya lembaga penyalur BBM Satu Harga. Sehingga masyarakat yang wilayahnya menjadi sasaran, bisa merasakan harga BBM sama dengan daerah lainnya.

 “Energi berkeadilan ini merupakan wujud nyata dari sila ke-5 Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya. Ia menyebut, BBM Satu Harga telah mendorong geliat roda perekonomian masyarakat sehingga bisa berkembang seperti daerah lainnya. “Namun, yang perlu dicatat adalah pengawasan dari berbagai pihak, baik dari aparat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan agar BBM Satu Harga bisa dinikmati masyarakat dengan harga sesuai kententuan pemerintah,” jelas Jokowi.

Presiden bercerita, saat pertama kali BBM Satu Harga diumumkan, banyak yang meragukan dan tidak yakin bahwa program ini bisa berjalan. Karena memang terlalu sulit dan juga terlalu mahal biayanya.

Untuk meyakinkan program ini bisa berjalan, lanjut dia, saat itu langsung diperintahkannya Menteri ESDM dan Menteri BUMN untuk menghitung berapa sebetulnya biaya tambahan yang harus dikeluarkan. "Tadi sudah disampaikan Menteri ESDM, hampir Rp800 miliar. Kalau dulu (era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono/SBY) subsidi BBM senilai lebih Rp300 triliun saja diberikan, ini masa’ hanya tidak sampai Rp1 triliun tidak kita berikan. Itulah kenapa saya putuskan BBM Satu Harga itu harus (dijalankan)," ujar Presiden.

Ia mengatakan, permasalahan harga BBM tidak hanya di Papua, tapi juga di Kalimantan. Di Jawa, lanjut dia, harga Premium hanya Rp6.450 perliter. Namun di daerah pedalaman dan perbatasan seperti Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, harganya bisa tembus puluhan ribu rupiah perliter.

 “Kalau tidak percaya, silakan datang ke Kecamatan Puring Kencana. Harganya memang Rp40 ribu. Bahkan, makin ke Timur, beberapa tempat di Papua bisa mencapai Rp100 ribu per liter,” beber Jokowi. Sambung dia, “Misalnya di Kabupaten Puncak Memberamo, Intan Jaya, Tolikara. Itu medan berat, tetapi saya sampaikan ini harus dilakukan”.

Jika ini tidak cepat dibenahi, lanjut dia, maka akan berdampak kepada harga bahan-bahan pokok yang dibutuhkan rakyat. Semakin mahal Sembako di daerah-daerah tersebut karena biaya distribusi dan logistiknya mahal. "Inilah yang sering saya sampaikan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu belum kita perhatikan. Oleh sebab itu, setelah program BBM Satu Harga berjalan di sejumlah daerah, yang dulunya banyak yang meragukan, sudah bisa kita lihat hasilnya di lapangan," yakinnya.

Satu-dua yang belum baik, kata mantan Wali Kota Solo itu, harus segera diperbaiki. Sejauh ini, Jokowi menyatakan, Pertamina sudah serius untuk berbenah dalam pemerataan penyaluran BBM di sejumlah wilayah. Meski medan yang dilewati begitu besar kendalanya.

"Tantangan yang dihadapi seperti infrastruktur jalan, sangat sangat, sangat berat. Tetapi ini dikerjakan baik oleh Pertamina. Dan harus dilakukan," pungkas Presiden. Sepanjang 2017, 54 titik BBM Satu Harga dikerjakan oleh Pertamina dan tiga lainnya digarap PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo. Keduanya merupakan badan usaha yang ditunjuk menyalurkan BBM penugasan sepanjang tahun 2017 oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Lokasi penetapan BBM Satu Harga diatur di dalam SK Direktur Jenderal Migas Nomor 09.K/10/DJM.O/2017, dimana pemerintah menetapkan 150 lokasi yang dikerjakan oleh Pertamina dan tujuh lokasi digarap AKR.

Di tempat yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyatakan, sebagian besar tambahan konsumsi masyarakat berasal dari BBM jenis Premium. Pada bulan lalu saja tambahan konsumsi Premium sebanyak 11 ribu kiloliter.  “Estimasi kami, dengan tambahan setahun 57 titik maksimum, tambahan konsumsi bisa mencapai 20 ribu KL,” ujarnya.

Menurut dia, jika BBM Satu Harga nantinya mencapai 150 titik, maka Indonesia akan mengalami tambahan konsumsi 60 ribu KL pertahun. Angka itu terbilang kurang signifikan jika dibandingkan dengan konsumsi BBM nasional. Sebab, berdasarkan data BPH Migas tahun 2016, konsumsi BBM terbilang sebesar 59,27 juta KL.

Namun, BBM Satu Harga, disebut Jonan, sangat membantu hingga ke pelosok Indonesia. Selain itu, ia mengaku senang melihat semangat Pertamina  dan AKR selaku badan usaha yang ditugaskan untuk menyalurkan BBM Satu Harga.

 “Jika dilihat, untuk program ini, biaya distribusi pesawat Rp30 ribu perliter, kalau di sungai itu Rp5 ribu perliter. Setahun bisa ada tambahan biaya distribusi Rp200 millar, kalau semuanya sekitar Rp800 miliar. (Badan usaha) semangatnya tinggi sekali di daerah yang sulit,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik menegaskan, berdasarkan roadmap yang disusun di awal 2017, perseroan menargetkan pembangunan 54 titik lembaga penyalur yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan direalisasikan oleh 8 wilayah operasi pemasaran Pertamina, Marketing Operation Region (MOR).

"Walaupun banyak tantangan dan kendala yang dihadapi, khususnya kondisi geografis di lokasi pembangunan lembaga penyalur BBM yang cukup sulit ditembus, Pertamina terus berupaya dan meyakini target BBM Satu Harga akan tuntas sesuai waktu yang ditetapkan," ungkap Manik.

Dalam sepekan terakhir tahun 2017 ini, Pertamina dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dapat memaksimalkan berbagai langkah, sehingga proses pengiriman BBM sampai ke titik tujuan sebelum tutup tahun. Berdasarkan roadmap yang telah ditetapkan pemerintah, program BBM Satu Harga diwujudkan dengan pendirian lembaga penyalur di wilayah 3T ditargetkan sebanyak 150 titik, selama tiga tahun. Mulai dari 2017 hingga 2019.

Dengan tuntasnya 54 titik pada 2017, selanjutnya Pertamina akan mengejar target kedua yakni 50 titik pada 2018 dengan kriteria wilayah yang memiliki infrastruktur darat dan laut terbatas. "Program BBM Satu Harga merupakan tugas mulia bagi Pertamina sebagai perusahaan milik negara yakni mewujudkan pemerataan dan asas keadilan dalam penyediaan energi bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Manik. (Ocsya Ade CP, Zainudin/rk)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 10:38

BPK Dalami Potensi Defisit APBD Kalbar

PONTIANAK- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Barat akan mempelajari persoalan defisit APBD Kalbar…

Selasa, 18 September 2018 10:35
Kesejahteraan dan Infrastruktur Kalbar Urutan 33

Midji Segera Bentuk Tim Percepatan Pembangunan

JAKARTA- Asia Kompetitif Institute (ACI) menempatkan kesejahteraan dan infrastruktur Kalimantan Barat…

Selasa, 18 September 2018 09:53

Jumlah DPT Kalbar untuk Pemilu 2019 Berkurang

PONTIANAK- Jumlah pemilih Kalbar pada Pemilu 2019 berkurang. Hal ini berdasarkan hasil perbaikan daftar…

Selasa, 18 September 2018 09:51
Nelayan Tercekik Birokrasi, Tiga SPBN di Kakap Tak Beroperasi Hampir Setahun

RIBET..!! Pengurusan Izin Melaut ke (Terlalu) Banyak

SUNGAI KAKAP- Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten…

Sabtu, 15 September 2018 22:44
Rencana Penambahan Runway Bandara Supadio

Gubernur Berharap Bisa Jadi Embarkasi Haji

PONTIANAK- Runway Bandara Internasional Supadio Kubu Raya rencananya akan diperpanjang. Sebelumnya 2250…

Sabtu, 15 September 2018 10:51

Polda Gagalkan Penjualan 4 Ekor Kucing Hutan

PONTIANAK- Tim Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalbar menggagalkan…

Kamis, 13 September 2018 11:31
Haul ke 217 Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie

Hujan Tak Bikin Jamaah Beranjak dari Tausiah UAS

 Masyarakat dari berbagai penjuru Kalbar berdatangan ke haul akbar Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie…

Selasa, 11 September 2018 11:22

Ribuan Massa Sambut Kedatangan UAS

PONTIANAK- Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat memadati Bandara Internasional Supadio Kubu…

Selasa, 11 September 2018 10:01

Ambil Ijazah Dimintai Rp300 Ribu, Mantan Kepsek Ditangkap

SEKADAU- Tim Saber Pungli Sekadau menciduk salah seorang Kepala SMA swasta di kabupaten tersebut. Pria…

Selasa, 11 September 2018 09:54
Malam Pisah Sambut Gubernur Kalbar

Midji Janji Tetap Tegas, Minta Bupati Wali Kota Kejar Ketertinggalan

PONTIANAK- Sutarmidji dikenal tegas ketika memimpin Kota Pontianak selama dua periode. Ketegasannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .