UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 30 Desember 2017 12:04
Midji Kesal Ada Oknum Bekingi Lapak Liar
PLANG PASAR. Beberapa plang Pasar Rakyat di Kalbar yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo di kawasan Pasar Tengah Pontianak, Kamis (28/12). Maulidi Murni-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Jumat (29/12), Presiden Indonesia Joko Widodo meresmikan beberapa Pasar Rakyat yang ada di Kalimantan Barat. Peresmian tersebut di pusatkan di Pasar Tengah, Kota Pontianak. Selain Pasar Tengah, dalam satu kegiatan tersebut Jokowi sekaligus meresmikan Pasar Rakyat Tengah Pangkalan Mas Kabupaten Mempawah, Pasar Rakyat Jungkat, Pasar Rakyat Tebas, Pasar Semi Modern Alianyang Kota Singkawang dan Pasar Rakyat Kapuas Raya Kabupaten Sintang. "Kita sudah siap pasarnya dan peresmian seluruh pasar di Kalbar di pusatkan di sini (Pasar Tengah, red). Besok pagi jam 07.30 WIB," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji saat meninjau persiapan di Pasar Tengah, Kamis (28/12).

Diberitakan Rakyat Kalbar, Wali Kota Pontianak yang banyak mendapatkan penghargaan ini, untuk Pasar Tengah alokasi dananya sebesar Rp54 miliar. Ada tujuh titik yang dibangun dengan jumlah 851 kios. Terdiri dari 520 kios di bagian bawah dan 328 kios di atas.

Wali Kota dua periode yang karib disapa Midji ini meminta semua pedagang agar jangan sampai berjualan di bawah lagi. Jika tidak mengikuti aturan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas berupa Tipiring. "Kalau turun ke bawah kita akan Tipiring, saya akan tetap suruh Tipiring dan kiosnya kita ambil, tidak ada lagi jualan di bawah, semuanya,” tegasnya.

Biar kapok, Midji akan minta kepada Pengadilan, kalau perlu pedagang bandel tersebut dikenakan denda Rp5 juta. Kalau tidak begitu kata dia, pedagang tidak bisa lagi diatur. “Satpol PP akan kita tempatkan di sini," ungkapnya.

 “Pokoknya, sekali ini kalau ada (jualan di bawah, red) kita Tipiring, saya akan kenakan besar-besar," timpal Midji. Menurutnya, jika ada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bawah akan membuat penjual di lantai dua sepi. Apalagi yang membuat dirinya kesal, adanya oknum yang berusaha membacking para pedagang untuk membuka lapak. "Jangan coba bekingi buat lapak itu, yang beking merasa diri paling kuat, biar datang ke saya," tantangnya.

Dikatakannya, yang berusaha melakukan pembackingan tersebut adalah orang yang mengada-ada. Nantinya akan mengambil biaya retribusi dari pedagang. Misalnya, pelaku itu ternyata oknum, maka dengan tegas dirinya akan melaporkan kepada kepala satuannya. Jika sipil, maka akan ditangani oleh Satpol PP.

"Komitmen kita jelas untuk ketertiban. Kalau pasar ini jelas, seperti Sudirman dan Nusa Indah lari ke sini. Di sini setiap waktu bisa kita kontrol. Kita akan tempatkan Satpol PP tanpa seragam dan bikin pos di sini," pungkas Midji.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo mengatakan, pihaknya ditunjuk dari Kementerian Perdagangan sebagai leading sector peresmian Pasar Tengah. Persiapan pun sebetulnya sudah dilakukan selama dua minggu. Untuk peresmian hari ini, pihaknya menyiapkan prasasti. Pihaknya menyiapkan kawasan Pasar Tengah secara alami seperti apa adanya. Tidak berusaha menutup pasar, karena kawasan tersebut merupakan aset terbesar.

"Kios yang dibangun di kawasan ini satu hari omzetnya mencapai Rp350 juta. Otomatis kita utamakan untuk datang. Kebersihan dan keamanan selalu kita perhatikan. Pak presiden maunya yang alami, jadi tidak ada tenda," ungkap Haryadi.

Lebih lanjut dijelaskannya, ketika mengikuti lomba Inovasi Pasar Rakyat se Indonesia yang terdiri sekitar 12 ribu Pasar Rakyat, Pasar Flamboyan Pontianak mendapatkan nomor satu. Nanti pihaknya akan menyampaikan kepada Presiden, seperti apa cara mengendalikan inflasi. “Termasuk menyampaikan, semua pasar yang ada di Kota Pontianak sudah menggunakan display harga,” ungkapnya.

Terkait adanya oknum yang berusaha membacking para pedagang untuk membuka lapak di kawasan Pasar Tengah dan sekitarnya, dijelaskannya beberapa hari lalu pihaknya sudah melakukan pembongkaran. Tapi bukan di kawasan Asahan.

"Mereka membuka di los-los atau jalur-jalur, tapi tidak permanen. Saat kita bongkar ada yang menentang, tapi saya tetap melakukan pembongkaran dan saya angkut," jelasnya.  Haryadi sudah menyampaikan kepada Wali Kota, siapapun oknum yang membackup tersebut. Dirinya selalu siap melakukan pembongkaran lapak-lapak liar, karena demi kebersihan, keamanan dan penataan Pasar Tengah.

"Kalau dibiarkan pasarnya mau jadi apa? Dulunya Pasar Tengah ini gelap, pengap, banyak pencopet, tapi sekarang 24 jam aman, seperti ini yang harus kita jaga," imbuhnya.  Dirinya tak ingin ada kios tambahan di setiap jalur yang dimanfaatkan orang-orang yang tidak berkepentingan. "Kita sudah melakukan pembersihan bahkan kurang lebih 8 truk PKL di Batang Hari, Indragiri dan kawasan Pasar Tengah kita angkut semua barangnya ke Disperindag. Barangnya tidak kita kembalikan, semua ada delapan truk, itu yang mengangkut dari tim Ketertiban dan Disperindag," terangnya.

Jika masih ada yang berjualan di lokasi tak semestinya, haryadi menganjurkan Satpol PP mengajukan pelakunya agar ditindak Tipiring. Karena untuk melakukan itu, bukan wewenang pihaknya. "Satpol PP yang membawa ke Kejaksaan untuk Tipiring," jelasnya.

Haryadi mengaku sudah memasang papan pengumuman Perda di kawasan Pasar Tengah. Seandainya para pedagang masih ada yang berjualan di Fasum sudah menjadi tugas Satpol PP untuk menindaknya. Diskumdag sudah punya tim penertiban, namun yang membawa ke pengadilan adalah Satpol PP.

"Koordinasi bersama Pol PP terus dilakukan, tapi kita tidak juga mengandalkan Pol PP.  Saya yang juga sebagai mantan kepala Pol PP juga bisa untuk sendirinya membongkar," tegas Haryadi. (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 13:30

Kapolda: Jika Ada Orang Asing, Wajib Ditanya!

PONTIANAK- Meningkatnya gangguan Kamtibmas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, kepolisian mengimbau…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:29

Lubang Jalan Dekat Jembatan Landak Bikin Macet, Ini yang Dilakukan Polisi

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, jalan di dekat jembatan Landak Jalan Sultan Hamid II Kelurahan…

Selasa, 15 Mei 2018 12:04

KERACUNAN..!! Tiga Pencari Karat Besi Tak Bernyawa

PONTIANAK- Diduga menghirup gas beracun dan kekurangan oksigen, tiga pekerja pencari karat besi ditemukan…

Selasa, 15 Mei 2018 10:41
Operasi Pekat Sabhara Polresta Pontianak

WOW..!! Satu Truk Pasangan Mesum Diamankan

PONTIANAK- "Saya tidak ngapa-ngapain. Dia ini Abang angkat saya," kata Melati kepada petugas, Senin…

Sabtu, 12 Mei 2018 23:31

Bocah Curi Mangga, Ditempeleng Satpam, Keluarga Pelaku Datangi Polsek

PONTIANAK- Belasan warga mendatangi Polsek Pontianak Barat, Jumat (11/5) sekira pukul 14.00 Wib. Kedatangan…

Selasa, 08 Mei 2018 12:07

HEROIK..!! Hindari Pengendara Motor yang Jatuh, Pikap Pilih Nyungsep ke Parit

PONTIANAK- Pikap masuk parit tengah pembatas Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (7/5).…

Selasa, 08 Mei 2018 12:02

Curi HP di Laci Kasir Restoran, Pria Ini Dibekuk Jatanras

PONTIANAK- Arianus, warga Kabupaten Landak ini ditangkap Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak,…

Senin, 30 April 2018 23:11
Pencurian Ikan di Laut Indonesia Masih Marak

Sudah Tembakan ke Udara, Hentikan 2 Kapal Vietnam

    WAWANCARA. Mochamad Erwin dan Mayor Laut (P) Muhammad Nur Mastur diwawancarai di dermaga…

Senin, 30 April 2018 22:58

Provinsi Perbatasan, Kasus Terhadap Anak Tinggi

PONTIANAK- Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar periode 2018-2022…

Senin, 30 April 2018 22:50

GILA..!! Maling Mobil Tabrak Lima Pengendara, Purnawirawan Polri Meninggal

PONTIANAK- WS pria 54 tahun asal Pematang Siantar nekat mencuri mobil jenis Proton Saga di Jalan Trans…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .