UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 23 Desember 2017 14:34
Warga Minta Regulasi Kendaraan Besar Dilarang Melintas
Jika Tak Direspons, Masyarakat Bisa Main Hakim Sendiri
TETAP MELINTAS. Kendaraan roda enam jenis concrete mixer (mobil molen) masih melintas kendati sudah dipasang baliho pelarangan di Jalan Gusti Situt Mahmud dan M Fauzi ketika berdialog dengan Kepala Dishub Pontianak Utin Srilena Candramidi, Jumat (22/12) Achmad Mundzirin-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Jumat (22/12), sejumlah tokoh masyarakat turun ke perempatan Jalan Gusti Situt Mahmud melakukan aksi damai meminta pelarangan kendaraan roda enam atau lebih agar tidak melintas di Jalan Gusti Situt Mahmud dan Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara. Pasalnya, kendaraan besar tersebut kerap menimbulkan kecelakaan berakibat fatal.

Diberitakan Rakyat Kalbar, aksi yang berlangsung dari pukul 07.00-10.00 WIB ini mengundang sejumlah pihak terkait untuk mendengarkan langsung tuntutan masyarakat. Di antaranya yang hadir Kepala Dinas Perhubungan Utin Srilena Candramidi, Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Syarifah Salbiah, dan Kapolsekta Pontianak Utara Kompol Ridho Hidayat.

Para pengunjuk rasa membawa baliho besar bertuliskan "STOP kendaraan roda enam/lebih dilarang melewati Jalan Gusti Situt Mahmud dan Khatulistiwa”. Pelarangan yang mengatasnamakan masyarakat Pontianak Utara tersebut dipasang di perempatan Jalan Gusti Situt Mahmud.  Melalui baliho tersebut, seluruh tokoh masyarakat lintas etnis di wilayah Pontianak Utara sepakat melakukan pelarangan kendaraan besar melintas lantaran telah mengakibat kecelakaan yang begitu tinggi. Bahkan menyebabkan korban meninggal dunia.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, HM Fauzi menyampaikan, bahwa keselamatan masyarakat Pontianak Utara menjadi tanggung jawab para tokoh masyarakatnya. Aksi yang mereka lakukan mengingat korban sudah banyak, baik luka ringan, berat, bahkan tewas. "Seminggu bisa tiga kali dan korban rata-rata meninggal dunia," ujarnya.

Dijelaskan Fauzi, aksi yang mereka lakukan untuk mencolek alias mengingatkan pemerintah supaya ikut peduli atas kecelakaan yang kerap terjadi.  "Kita ingin adanya regulasi untuk dilarangnya kendaraan besar melintasi jalan Gusti Situt Mahmud dan Khatulistiwa," tegas mantan anggota DPRD Kota Pontianak itu.

Lantas, lewat mana kendaraan-kendaraan besar tersebut? Fauzi  menyarankan pemerintah untuk membuat regulasi agar kendaraan besar dialihkan ke Jalan 28 Oktober dan Budi Utomo. "Sayang, beberapa waktu ada rambu terpasang di Jalan 28 Oktober, (bunyinya) dilarang kendaraan besar (lewat). Kita posting di FB, tetapi sudah dicabut,” tuturnya. Imbuh dia, “Mungkin Dishub yang cabut, karena rambu itu wewenang Dishub".

Diakuinya, tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas memang masih rendah. Ia meminta kepolisian maupun Dishub gencar sosialisasi dan melakukan penindakan hukum di Pontianak Utara, bertujuan menyadarkan warga akan pentingnya taat aturan berlalu lintas.

"Selain itu, apa yang terjadi, karena kurangnya personil kepolisian maupun Dishub, sehingga tidak ada rasa takut masyarakat,” beber Fauzi. Ia menyatakan, kondisi itu tentu saja tidak bisa menjadi pembenaran atau bukan alasan untuk tidak taat aturan lalu lintas. Hanya saja, kehadiran petugas memang sangat dibutuhkan.

"Kita minta kepolisian dan Dishub memperhatikan Pontianak Utara. Jangan hanya di Jalan Gajah Mada dan Ahmad Yani saja jadi pusat kontrol lalu lintas, tetapi daerah Siantan juga," pintanya. Pada 29 Desember, ia menyebut akan beraudiensi ke Wali Kota Sutarmidji. Nanti akan disampaikan keluhan masyarakat Pontianak Utara.  “Selain Laka Lantas, kemacetan yang begitu parah dan rutin terjadi setiap harinya," tukas Fauzi.

Jika Pemerintah Kota Pontianak tidak merespon tuntutan warga, kemungkinan besar tidak hanya tokoh masyarakat yang akan turun ke jalan. Melainkan masyarakat secara keseluruhan juga akan turun ke jalan meminta pelarangan tersebut. "Ini kondisi masyarakat sudah seperti bara api. Makanya kita ambil tindakan ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya pencegatan," sebutnya.

Pihaknya, kata Fauzi, berupaya menghindari aksi main hakim sendiri terhadap kendaraan-kendaraan besar itu. "Jadi kita meminta kepada pemerintah dan instansi terkait untuk memberikan respon positif dalam hal ini," tutup dia.

Respons Pemerintah Kota Pontianak atas permintaan tersebut meluncur  melalui bibir Kepala Dishub, Utin Srilena Candramidi. Ia menyatakan mendengar tuntutan masyarakat dan berjanji membawa aspirasi ini dalam rapat dengan instansi terkait. “Termasuk dengan kepolisian dan Dishub Provinsi Kalbar, mengingat jalan yang diminta masyarakat ini adalah jalan nasional," tuturnya.

Menurut dia, setidaknya pelebaran jalan sudah dilakukan. Untuk kontainer sudah lewat di Jalan 28 Oktober-Budi Utomo, ketika di Jalan Khatulistiwa dan Gusti Situt Mahmud dalam keadaan padat.  "Dengan adanya aksi ini, kita akan kaji ulang dan kita buatkan aturannya. Tentunya dibahas dalam forum lalu lintas," ujar Utin. "Untuk masyarakat, kita akan berikan yang terbaik. Secepatnya akan kita buat. Namun tidak (seperti, red) membalikkan telapak tangan," timpalnya.

Di sisi lain, Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah, menerangkan penyebab kecelakaan yang terjadi di Pontianak Utara. Berkaitan dengan dua faktor, yaitu kondisi jalan yang sempit dan human error. Terkait tuntutan masyarakat, pihaknya merekomendasikan pengaturan jam operasional kendaraan besar untuk melintasi Jembatan Landak. Kedua kendaraan berat yang ada muatan tidak melintasi Jalan Khatulistiwa, melainkan dialihkan ke Jalan 28 Oktober. Begitu juga dari arah Batu Layang melintasi Jalan Budi Utomo.

Salbiah juga merekomendasikan agar dilakukan pelebaran Jalan Gusti Situt Mahmud dan Jalan Khatulistiwa. Kemudian melakukan perbaikan jalan yang rusak. "Itu rekomendasi kita kepada pihak terkait dalam menjawab tuntutan masyarakat dalam aksi damai tersebut," lugasnya.

Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, diakui dia, memang sangat kurang. Pelanggaran yang kasat mata masih terus terjadi di Pontianak Utara. "Misalkan saja yang dapat kita lihat setiap hari itu: kecepatan tinggi, tidak mengunakan helm, melawan arah, bahkan berbonceng tiga," jelas Salbiah.

Ditambahkan Kapolsekta Pontianak Utara Kompol Ridho Hidayat, apa yang disampaikan tokoh masyarakat merupakan upaya secara bersama-sama kepolisian dan pemerintah memikirkan cara mengatasi kecelakaan lalu lintas. "Ada pun dari penilaian penyebab kecelakaan dari kendaraan besar, perlu melalui kajian lebih luas. Penyebab kecelakaan itu sendiri ada tiga faktor, yakni manusianya, kendaraan dan lingkungan," tuturnya. Ia memberikan apresiasi atas aksi damai masyarakat ini. Menurutnya, ini bentuk kepedulian dan kesadaran akan berlaku lintas. Dia menilai, tingkat kesadaran Pontianak Utara masih standar dibanding masyarakat yang ada di pusat Kota.

"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat. Tetapi banyak hal yang harus dilakukan dalam memberikan sosialisasi dan penyuluhan hingga masyarakat tingkat kesadarannya semakin baik dalam tata tertib berlalu lintas," pungkas Ridho.

REKAYASA LANTAS DI PENGHUJUNG 2017

Sementara itu, pada malam pergantian tahun baru 2018, kendaraan besar atau di atas roda empat dilarang masuk ke Kota Pontianak. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan antara Dishub Kota Pontianak bersama Satlantas Polresta Pontianak dan Dirlantas Polda Kalbar.

"Surat Edaran sudah ada, ditandatangani Pak Wali Kota Pontianak, untuk mengimbau kepada semua pemilik kendaraan maupun sopir kendaraan roda empat ke atas untuk tidak boleh lagi masuk ke kota Pontianak jelang tahun baru," jelas Kepala Dishub Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi.  Surat Edaran tersebut Nomor 26/SE/Dishub/2017 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang Menjelang Tahun Baru 2018 di Kota Pontianak. 

Isinya, seluruh kendaraan angkutan barang dengan jenis truk roda 4 ke atas, mobil box roda 4 ke atas, truk fuso, bus angkutan umum, concrete mixer (mobil molen), tronton atau trailer dilarang beroperasi di Kota Pontianak pada 31 Desember 2017 mulai pukul 12.00 s/d 01.00 WIB. Kemudian menyimpan kendaraan yang tidak dipergunakan pada pool yang dimiliki dan tidak parkir parkir di badan jalan.

Dikatakan Utin, larangan ini full semalaman. “Besoknya atau setelah malam pergantian tahun baru diperbolehkan,” jelasnya.  (Achmad Mundzirin, Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Selasa, 14 Agustus 2018 12:47
Sidang Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak

Wanita Ini Terbukti Bersuami 2, Eddy Dapat Hak Asuh Anak

PONTIANAK- Babak panjang dari kemelut rumah tangga antara Eddysan Farel dengan Nurhidayati akhirnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:36

SADIS DAN SERAM..!! Dua Nyawa Melayang di Tangan Pidelis Kalis

PONTIANAK- Tindakan Pidelis Kalis terbilang seram. Nyaris waktu bersamaan pemuda 18 tahun ini bunuh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Minggu, 29 Juli 2018 12:29
POPTI Kalbar, Kepedulian terhadap Anak Penderita Thalassemia

Penyakit Diturunkan, Bukan Keturunan, Dianjurkan Screening Pra-Nikah

Windy Prihastari, pegawai Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar tak menyangka saat anak pertamanya…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:08

Sempat Tertahan di Rumah Sakit Karena Tak Bayar, Akhirnya Bayi Bisa Pulang

PONTIANAK- - Sempat tertahan lantaran belum bisa membayar perawatan dan pengobatan anaknya yang baru…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:01

Pejabat Perusda Ikut Kampanye, Ternyata Bawaslu…

PONTIANAK- Pilkada Kalbar dinilai berbagai kalangan berjalan sukses. Pilkada yang pernah dimasukkan…

Kamis, 26 Juli 2018 20:35

Midji: Masalah Anggaran Harus Transparan

PONTIANAK- Sutarmidji dan Ria Norsan akan melakukan pemerataan pembangunan sesuai visi misinya saat…

Kamis, 26 Juli 2018 12:43

Keluar Duit Rp 40 Juta untuk Blue Safir, Sekalinya….

 PONTIANAK- Hobi atau mengoleksi barang boleh saja. Tapi harus teliti dan waspada. Karena banyak…

Kamis, 26 Juli 2018 12:41

Bejat! Buruh Bangunan Nodai Melati di WC Perumahan

PONTIANAK- Anton memang bejat. Pemuda 20 tahun asal Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu…

Kamis, 26 Juli 2018 12:40

Pria Ini Beberkan Bukti Perselingkuhan Istrinya dengan Berondong

PONTIANAK- Permasalahan rumah tangga yang akan menuju perceraian antara EF dan Nur, masih bergulir di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .