UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 23 Desember 2017 14:31
Pertumbuhan Perekonomian Kalbar Menunjukkan Tren Positif
KEREN..!! Ini Dia Lima Jenis Pajak yang Raihannya Fantastis
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Realisasi lima jenis pajak yang menjadi tugas dan tanggung jawab Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kalbar menariknya melebihi target yang ditentukan. Yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP) dan pajak rokok.

"Kelima jenis pajak ini, semuanya sudah over target, realisasi kita ditahun 2017 ini luar biasa dan fantastis. Semuanya sapu bersih, surplus di atas 100 persen," ujar Kabid Pajak BPKPD Kalbar Pitter Bonis saat Rapat Evaluasi Kinerja Pendapatan Daerah Tahun 2017 Di Kantor Wilayah 1 Samsat Jalan Adi Sucipto, Pontianak, Jumat (22/12).

Dipaparkannya, PKB yang peroleh sebesar Rp420 miliar atau 107,26 persen dari jumlah target, BBNKB Rp 395 miliar atau 112, 60 persen, PBBKB Rp385,8 miliar atau 108,35 persen, PAP Rp5 juta atau 121,18 persen dan pajak rokok Rp303,8 miliar atau 101,29 persen. Jumlah seluruh target PAD Kalbar tahun 2017 Rp 1,059 triliun. Sedangkan realisasinya sampai dengan 20 Desember 2017 mencapai Rp1.627 triliun. "Kita mengalami surplus yang luar biasa dan fantastis yakni sebesar Rp117.463.902.924," ucapnya.

Sedangkan data tahun 2016, PKB yang ditargetkan Rp415 miliar dan realisasinya Rp430,9 miliar atau 103,84 persen. Sedangkan BBNKB yang ditargetkan Rp380 miliar terealisasi Rp360,6 miliar atau 94,90 persen, PAP terealisasi Rp2,5 juta dengan target APBD Rp 2,1 juta atau 121,77 persen. Kemudian PBBKB capaiannya sebesar 83,18 persen atau Rp358,07 miliar dari target Rp430,5 miliar. Sementara pajak rokok target Rp219,4 miliar, terealisasi Rp272,07 miliar atau 97,36 persen. Sehingga secara keseluruhan yang telah terealisasi Rp1,424 triliun atau 94,50 persen.

Dari hasil capaian ini, Pitter mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar sebagai wajib pajak, karena sudah mendukung layanan pajak. Membayar pajak, sehingga target yang menjadi tanggung jawab pihaknya realisasinya, bahkan surplus.

"Mudah-mudahan pajak yang sudah dihimpun untuk pembangunan provinsi Kalbar ke depan akan semakin meningkat, sehingga kita bisa melihat pembangunan yang nyata untuk Kalbar ke depannya, kesejahteraan mayarakat semakin meningkat, perekonomian juga akan menjadi lebih baik," harapnya.

Atas capaian ini kata dia, sebagai monentum bagi pihaknya untuk bekerja di tahun 2018. Sehingga kekurangan-kekursngan pelayanan dapat diperbaiki. Mudah-mudahan dengan inovasi-inovasi kedepan, pihaknya juga bisa lebih meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat

"Rencana di tahun 2018 Kita akan semakin meningkatkan pelayanan karena e-Samsat sebagai program utama kita juga sebagai tuntutan ke depan untuk pelayanan yang efektif dan efisien, mengurangi segala hambatan,” pungkasnya.

 “Ke depannya e-Samsat sudah bisa diberlakukan dan sudah bisa dinikmati masyarakat Kalbar, sehingga juga  semakin mempermudah pelayanan kepada masyarakat," timpal Pitter. Dijelaskannya, masih tersisa tujuh hari bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan bulan bebas denda pajak kendaraan dan bebas biaya balik nama kendaraan. Bagi yang belum membayar tunggakan pajak kendaraannya diharapkan segera membayarnya.

"Masih ada empat hari kerja efektif yang bisa dimanfaatkan yakni hari pada 23, 27, 28 dan 29 Desember. Lewat dari itu tetap kita lakukan pelayanan normal, tidak lagi diberlakukan pembebasan denda dan bebas biaya balik nama kendaraan," demikian Pitter.

Terpisah, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalbar mencatat pertumbuhan perekonomian Kalbar pada triwulan III 2017 menunjukkan tren positif, yaitu sebesar 5,13 persen. “Tumbuh dari triwulan II 2017 yang hanya sebesar 4,91 persen,” kata Kepala Kantor KPw BI Kalbar Dwi Suslamanto, Jumat (22/12).

Dwi menjelaskan, secara nasional ekonomi rata-rata memang mengalami pertumbuhan. Sedangkan untuk di Kalbar, tumbuhnya malah melampaui tingkat nasional. “Pencapaian ekonomi Kalbar yang ada lebih tinggi realisasinya dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 5,06 persen,” jelasnya.

Dwi memaparkan, bahwa pertumbuhan perekonomian Kalbar pada triwulan III 2017 utamanya bersumber dari peningkatan yang terjadi pada komponen konsumsi rumah tangga. Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan produksi beberapa komoditas pertanian Kalbar dan kecenderungan membaiknya harga CPO.  Konsumsi pemerintah juga tidak kalah memberikan kontribusi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kalbar. Namun, konsumsi pemerintah sendiri ada tertahan oleh kontraksi pada ekspor dan kenaikan impor. “Meningkatnya realisasi anggaran pemerintah di triwulan III ini mendorong peningkatan pertumbuhan kompnen konsumsi pemerintah,” tuturnya.

Kontraksi yang terjadi pada ekspor dan investasi menahan laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada triwulan III 2017. Khusus untuk investasi dibanding triwulan sebelumnya, investasi triwulan III 2017 di Kalbar melambat. “Melambatnya investasi utamanya terjadi pada investasi dalam bentuk nonbangunan. Sedangkan investasi bangunan tumbuh meningkat,” tutup Dwi.  (Rizka Nanda, Gusnadi/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:58
Kasus Tiga Paman Perkosa Tiga Kakak Beradik

Ayah dan Kakek Meninggal, Digarap Bertahun-Tahun

PONTIANAK- Satreskrim Polresta Pontianak gelar perkara kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah…

Sabtu, 17 November 2018 13:46

Ratusan Korban Tertipu Arisan Online, Pelakunya Gadis Muda

PONTIANAK-  NIR (19) berhasil diamakan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalbar,…

Sabtu, 17 November 2018 13:43

Miliaran Calon Kepiting Baru Terselamatkan

PONTIANAK- Direktorat Kepolisian Perairan (Dit Polair) Polda Kalbar menggagalkan penyelundupan kepiting…

Sabtu, 17 November 2018 13:17

BAHAYA..!! Daerah Aliran Sungai Kondisi Kritis

PONTIANAK - Kondisi alam di Kalbar saat ini sangat memperihatinkan. Terutama soal Daerah Aliran Sungai…

Sabtu, 17 November 2018 13:10

Akhirnya, Simpang Polda Bakal Dibuka Lagi, Warga Happy..!!

PONTIANAK- Polemik penutupan permanen perempatan Jalan Sungai Raya Dalam-Ahmad Yani atau akrab disebut…

Minggu, 11 November 2018 11:40

Demi Pelayanan yang Lebih Baik, Ombudsman Ajak Berjuang

PONTIANAK-  Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat mengadakan kegiatan ngopi bareng. Bertajuk…

Minggu, 11 November 2018 11:07

Rasakan..!! Polisi Miskinkan Bandar Narkoba asal Kalbar

PONTIANAK- Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimatan Barat bersama Bareskrim Polri mengungkap tindak…

Sabtu, 10 November 2018 10:43
Robo-Robo Tradisi Baca Doa Tolak Bala

Dilaksanakan Rabu Akhir Bulan Safar, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya

Setiap Rabu akhir Safar Hijriah, masyarakat menggelar robo-robo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pusat…

Sabtu, 03 November 2018 13:33

Dorong Kalbar Fortopolio Provinsi Pertama Pemanfaatan PLTN di Indonesia

PONTIANAK- Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST mendorong Provinsi Kalbar menjadi portofolio…

Sabtu, 03 November 2018 13:30

Pemekaran Kapuas Raya Jadi Perhatian Gubernur

PONTIANAK-  Anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalbar. Mereka diterima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .