UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 23 Desember 2017 14:29
Indeks Kerawanan Pemilu, Early Warning Buat Kalbar
Masuk Lima Besar Rawan Persoalan Hoax dan SARA

PROKAL.CO, PONTIANAK- Beberapa waktu lalu Bawaslu RI merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dan menempatkan Kalbar di peringkat ketiga se Indonesia. Kerawanan Pemilu Kalbar hanya di bawah Papua dan Maluku dari 17 provinsi yang menggelar Pilkada serentak 2018. Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Mochammad Afifuddin mengatakan, IKP yang dirilis pihaknya beberapa waktu lalu menjadi salah satu alat bantu Bawaslu dalam memetakan kerawanan dalam Pilkada.

"Indeks kerawanan ini kan memang alat bantu kita untuk memetakan potensi kerawanan yang sangat mungkin terjadi dalam proses pemilihan kepala daerah 2018," ujarnya kepada awak media saat acara sosialisai di Pontianak, kemarin.

Afifuddin melanjutkan, ada tiga variabel utama yang diukur oleh Bawaslu dalam menentukan IKP. Pertama, terkait penyelenggara Pemilu. "Apakah penyelenggaranya itu tidak pernah terjadi misalnya dipecat, atau banyak yang dipecat oleh DKPP misalnya," katanya.

 Variabel kedua, menyangkut kontestasi partai peserta Pemilu. Apakah ada dualisme partai, apakah ada politik dinasti dalam pencalonan dan seterusnya. "Dan yang terakhir soal partisipasi. Berapa tinggi partisipasi masyarakat menggunakan hak pilih. Berapa tinggi keinginan masyarakat, atau adanya (lembaga) pemantau di suatu daerah, kita ukur semua. Termasuk keamanan yang kita ukur," jelasnya.

Dalam pemetaan tersebut, ada beberapa item yang digunakan Bawaslu sebagai alat ukur IKP. Mulai dari pengalaman pengelolaan dan penyelenggaraan Pemilu terakhir. “Termasuk isu-isu atau kejadian-kejadian yang tidak di proses Pilkada terakhir," katanya.

Menurut Afifuddin, IKP yang dirilis pihaknya setidaknya bisa menjadi peringatan dini bagi daerah agar melakukan upaya-upaya meminimalisir kerawanan. "Ini saya kira bisa menjadi pilihan early warning untuk semua pihak di Kalbar. Tidak hanya KPU, tidak hanya Bawaslu, tapi juga kepolisian, teman di BIN Daerah untuk mengantisipasi, termasuk Pemda agar apa yang kita ingatkan ini tidak terjadi," demikian Afifuddin.

Mengutip dari Jawa Pos, tantangan Pilkada bersih bukan lagi sebatas money politics alias politik transaksional. Di era banjir informasi dan booming media sosial, hoax atau fitnah dan ujaran kebencian berbau SARA juga menjadi persoalan serius. Merujuk data yang dihimpun Mabes Polri, ada lima daerah yang masuk kategori rawan. Yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalbar dan Papua. Dari kelimanya, hanya Papua yang indikator kerawanannya bebas dari persoalan hoax dan SARA.

Anjak Utama Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Irjen Iza Fadri menyatakan, praktik-praktik di Pilkada DKI Jakarta 2017 sangat mungkin dilakukan di daerah pada 2018. Apalagi, kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menilai kebenaran informasi di daerah belum cukup dewasa.

Untuk itu, cara yang bisa ditempuh untuk mengantisipasi penyebaran hoax dan SARA adalah menindak pelakunya. Salah satu upaya Polri mengintensifkan patroli siber. Cara tersebut, kata Iza, belakangan cukup efektif untuk menindak pelaku fitnah.

 “Termasuk hoax tentang istri panglima TNI kemarin. Kita cari orangnya yang melakukan ujaran kebencian, kita tindak,” kata dia dalam diskusi yang digelar Bidang Hukum DPP PDIP di Hotel Acacio, Jakarta, Kamis (21/12).

Untuk itu, sebelum dipidana, masyarakat diharapkan berpikir dua kali jika hendak menyebar fitnah dan hoax. Dia memastikan identifikasi ke depan lebih mudah. Sebagaimana diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan upaya serupa. Bahkan, untuk penyebaran melalui SMS, pelaku bisa dengan mudah diketahui menyusul adanya kewajiban registrasi SIM card.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, upaya serupa dilakukan jajarannya. Namun, lingkupnya terbatas pada kewenangan yang dimiliki Bawaslu. Dia mengakui, Bawaslu hanya bisa menindak akun-akun yang memang didaftarkan sebagai akun resmi pasangan calon. Namun, jika merujuk pengalaman terdahulu, akun yang terdaftar cenderung tidak bermasalah. “Biasanya akun yang terdaftar lebih kecil daripada yang nggak terdaftar,” ujarnya.

Sebagai titik tengah, mungkin Bawaslu ikut aktif mendata akun-akun penyebar kebencian. Data itu akan dilaporkan ke kepolisian. “Posisi pengawas pemilu melaporkan dan memonitor bagaimana penanganan terkait pelanggaran di siber,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menuturkan, sebagai penyelenggara, pihaknya berupaya melaksanakan seluruh proses dan tahapan Pilkada sebaik-baiknya. Dengan profesionalitas dan netralitas penyelenggara, diharapkan potensi kerawanan akibat ketidakpuasan bisa diminimalkan. “Saat ini petugas dalam kondisi siap,” ungkapnya. (Zainudin, Jawa Pos/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 12:48

KEREN NIH..!! Kemenhub Bikin 7 Kapal di Pontianak

PONTIANAK- Kementerian Perhubungan RI membuat 70 kapal diberbagai tempat di Indonesia. Salah satunya…

Sabtu, 24 Februari 2018 12:47

INGAT YA....Lokasi Tanah Gambut Rawan Karhutla

PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak telah membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dibeberapa kelurahan…

Sabtu, 24 Februari 2018 12:45

MANTAP..!! Polda Kalbar Ungkap Perjudian Beromzet Puluhan Juta Rupiah

PONTIANAK- Kepolisian Daerah Kalimantan Barat tiada henti memberantas perjudian di wilayahnya. Sejak…

Sabtu, 24 Februari 2018 12:43

SEREM..!! Pengendara Motor Penyet Dilindas Truk TNI

PONTIANAK- Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di KM 29 Desa Korek Kecamatan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

GILE CING..!! Sudah Tujuh Kali Dipenjara, Kucing Tak Jera Mencuri

PONTIANAK- Rudi Hartono alias Kucing, tidak berkutik ketika ditangkap polisi di Terminal Kampung Bali,…

Selasa, 13 Februari 2018 10:19

Lagi-Lagi Sayur Malaysia Disita Polisi

PONTIANAK- Sebanyak 250 kotak wortel, kentang dan sawi putih ilegal dari Malaysia disita anggota Jatanras…

Selasa, 13 Februari 2018 10:18
Operasi Panah Kapuas 2018

JOSS..!! Polisi Ciduk 258 Tersangka, 21 Penjahat Kakinya Jebol Ditembak

PONTIANAK- Pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian biasa…

Selasa, 13 Februari 2018 10:08

Tiga Pasangan Calon Pilwako Pontianak Semua dari Jalur Parpol

PONTIANAK- Satarudin-Alfian Aminardi, Edi Rusdi Kamtono-Bahasan, serta Adrianto-Yandi ditetapkan sebagai…

Jumat, 09 Februari 2018 11:02
Jelang Imlek, Pembuat Kue Keranjang Banjir Orderan

Bahan Baku Sulit Didapat, Mahal, Omzet pun Menurun

Jelang perayaan tahun baru Imlek, pembuat kue keranjang kebanjiran pesanan. Tidak seperti sebelum-sebelumnya,…

Jumat, 09 Februari 2018 10:45

Dorrr! Jambret Kambuhan Ditembak

PONTIANAK- Pelarian Hendra berakhir. Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) alias jambret ini akhirnya…

SEREM..!! Pengendara Motor Penyet Dilindas Truk TNI

MANTAP..!! Polda Kalbar Ungkap Perjudian Beromzet Puluhan Juta Rupiah

KEREN NIH..!! Kemenhub Bikin 7 Kapal di Pontianak

INGAT YA....Lokasi Tanah Gambut Rawan Karhutla
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .