UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 23 Desember 2017 14:23
NGERI..!! Diprediksi 2018 Nanti, Tak Kurang 2.000 Bencana Terjadi
TAHUN DEPAN BISA DAHSYAT: Banjir yang terjadi di salah satu kabupaten di Kalbar.

PROKAL.CO, Di sisi lain, dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun 2017, Indonesia dihantam bencana 2.271 kali. Menelan sedikitnya 372 korban jiwa dengan kerugian mencapai triliunan rupiah. Penyebabnya bukan gejala alam yang tidak bisa diprediksi, namun degradasi ekologis dan minimnya kesiapan masyarakat.

Dalam rilis yang disampaikan BNPB kemarin (21/12), dari 2.721 bencana tersebut, 93 persen didominasi oleh bencana Hidrometerologi. Yakni hujan lebat disertai angin dan petir, banjir, tanah longsor, Bencana lain yang terjadi adalah gempa, gunung meletus, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bencana-bencana tersebut menyebabkan 372 orang meninggal dunia, serta membuat 3,45 juta jiwa mengungsi. Merusak 44.539 unit rumah dan 1.999 unit fasilitas umum (fasum). Dengan longsor sebagai bencana yang paling mematikan, korban jiwanya sebanyak 156 orang.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, secara statistik, intensitas bencana menurun 4,7 persen dibandingkan tahun 2016. Jumlah korban meninggal dan hilang turun ke angka 36 persen, kerusakan bangunan turun 8 persen. Hanya jumlah korban yang mengungsi dan menderita yang naik menjadi 9 persen.

Secara umum, Sutopo menyebut gejala alam dan siklus cuaca selama 2017 dan 2018 juga normal-normal saja. Cuma tercatat siklon cempaka yang mengirimkan hujan lebat ke wilayah selatan Jawa pada akhir November yang terbilang aneh.

Menurut dia, secara teori, siklon tropis hanya terbentuk di atas 10 derajat Lintang Utara (LU) atau di 10 derajat di bawah Lintas Selatan (LS). “Yang kemarin ini aneh, cuma 23 kilomter di selatan Pacitan,” katanya.  Jika siklus cuaca normal, mengapa bencana merenggut begitu banyak korban dan menyebabkan kerugian? “Karena masih rendahnya budaya masyarakat yang sadar bencana,” kata Sutopo. Selain itu, infrastruktur penanggulangan bencana masih minim, seperti penelitian, pemetaan dan early warning system.

Pemerintah daerah, kata Sutopo, juga kurang memperhatikan pengaturan tata ruang yang kompatibel dengan penanggulangan bencana. Masyarakat juga banyak yang masih tinggal di kawasan rawan bencana.  “Entah itu karena tidak mampu atau tidak mau pindah ke tempat yang lebih aman,” tuturnya.

Ada juga beberapa faktor lain. Antara lain laju deforestasi yang semakin cepat dari tahun ke tahun, Daerah Aliran Sungai (DAS) yang semakin kritis, serta perubahan iklim global. Pada 2018 nanti, lanjut Sutopo, Indonesia diprediksi masih akan dihantam bencana tidak kurang dari 2.000 kali. Kelompok banjir, tanah longsor, dan puting beliung diperkirakan akan menyerang sepanjang Januari hingga April.

Setelah itu, mulai Juni hingga Oktober, ganti kekeringan dan Karhutla yang mengintai. Barulah memasuki akhir tahun, tepatnya November hingga Desember, banjir dan kawan-kawannya akan kembali menyerang.

 “Sementara untuk gempa dan tsunami potensi kerawanannya terjadi sepanjang tahun,” jelas Sutopo. Agar bisa melakukan aksi tanggap dan penanggulangan, ia menyatakan, BNPB butuh setidaknya Rp15 triliun. Dana ini juga digunakan untuk bantuan, pemulihan kembali fisik dan kegiatan ekonomi masyarakat pascabencana.

Sedangkan anggaran penanggulangan bencana yang dialokasikan APBN untuk BNPB pertahun cuma Rp1,2 triliun. “Itupun tahun ini berkurang sampai Rp700 miliar,” bebernya. Sebenarnya ada dana cadangan di Bendahara Umum Negara sebesar Rp4 triliun. Namun, pencairannya harus melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Untunglah, masih ada bantuan dari organisasi nonpemerintah yang tanggap bencana.

Kas daerah pun tidak bisa diharapkan. Berdasarkan catatan Sutopo, perdaerah di Indonesia hanya mengalokasikan kira-kira 0,5 persen APBD untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).  “Apalagi sebentar lagi ada Pilkada, pasti akan semakin berkurang,” tutup dia. (sairi/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 12:30

DERITANYA..!! Sudah Dirampok, IRT Ini Diperkosa Bergilir

SINGKAWANG- Malang nasib yang dialami HK. Ibu rumah tangga (IRT) yang berusia 30 tahun itu tidak hanya…

Selasa, 15 Mei 2018 11:20

Kumpul Malam di Bekas Cafe, 18 Muda-mudi Diangkut Polisi

PONTIANAK-  Sebanyak 18 muda-mudi diamankan Polsek Pontianak Kota di bekas Cafe Damai, Jalan Danau…

Sabtu, 12 Mei 2018 23:32
Surprise yang Disambut Penghianatan

PANAS HATI..!! Pergoki Istri Berduaan di Kamar, Suami Bacok Selingkuhan Istrinya

PONTIANAK- Hati siapa yang tak sakit bila melihat pasangannya berduaan dengan orang lain. Apalagi hal…

Sabtu, 12 Mei 2018 12:01
Ketika Sultan Sulu Bersilaturahmi di Kediaman Ketum DPP PFKPM Kalbar

Bantah Wilayahnya Disebut Sarang Teroris, Curhat Beli Beras ke Thailand Mahal

PONTIANAK- Sebelum menuju Kabupaten Sintang, Sultan Sulu Filipina, YM Sultan Mudarasulail Kiram bertandang…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:58
Dari Keluarga Sederhana, Raih UN Tertinggi se Bengkayang

Masuk ITB Jalur Undangan, Virgia Pusing Pikirkan Biaya

Faktor ekonomi tidak selalu mempengaruhi prestasi. Malah menjadi cambuk dalam mengejar cita-cita. Suci…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:51

Pasar Babi Disini Didesak untuk Dibongkar, KENAPA?

MELAWI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi didesak untuk segera melakukan pembongkaran Pasar Babi…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:46

PARAH..!! Kalbar Pengguna Narkoba ke Dua di Indonesia

PONTIANAK- Anggota Komisi lll DPR RI Erwin TPL Tobing menyambangi Polda Kalbar, Selasa (8/5). Kedatangannya…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:44

Nelayan Menderita, Minta Presiden Selesaikan Konflik

SAMBAS- Himpunan Nelayan Kecamatan Jawai, Jawai Selatan dan Tangaran tidak puas hanya mendatangi Kapolda…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:43
Partisipasi Pemilih Landak Capai 85 persen

Agar Pemilih Pemula Tak Jadi “Mainan” Parpol, Ini yang Dilakukan Pemkab Landak

NGABANG- Sejumlah faktor disebut sebagai penyebab pemilih pemula harus terus diedukasi. Mulai dari sosok…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:09

Tim Satgas Pangan Bertemu Pedagang Telur, Ayam dan Sapi, INI HASIL KESEPAKATANNYA

PONTIANAK- Puluhan pedagang telur, ayam dan sapi berkumpul di aula kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .