UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 23 Desember 2017 14:18
Kasus Bayi Kembar Siam Pertama di Sanggau

Dada Menyatu, Kondisi Tak Dapat Diprediksi

KEMBAR SIAM. Bayi kembar siam yang berhasil lahir dengan selamat setelah operasi cesar di RSUD M.Th. Djaman Sanggau, Rabu (19/12). Darmansyah Dalimunte-RK

PROKAL.CO, Bayi kembar siam buah pasangan Joko Susilo dan Jumiati, warga SP4, Desa Sape, Kecamatan Jangkang, berhasil lahir dengan selamat setelah menjalani operasi sesar di RSUD M.Th. Djaman Sanggau, Rabu (20/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Dua bayi berjenis kelamin perempuan dengan kondisi perut dan dada menempel itu lahir dengan berat 5,3 kilo gram. Bayi tersebut dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak.

Dokter spesialis anak dr. Harry Iskandar mengungkapkan, awalnya Jumiati terpaksa dirujuk dari Puskesmas Balai Sebut ke RSUD M. Th. Djaman lantaran kaki sang bayi sudah keluar. Pihak rumah sakit pun terpaksa mengambil tindakan cepat dengan melakukan operasi sesar.

 “Waktu berhasil diangkat, bayinya belum menangis. Namun setelah delapan menit baru terdengar tangisannya,” ujarnya.  Diberitakan Rakyat Kalbar, meski lahir selamat, masih belum dipastikan kondisi kesehatan kedua bayi tersebut. Termasuk apakah mengidap penyakit bawaan atau tidak.

 “Tadi kita telah koordinasi dengan RSUD Soedarso Pontianak dan mereka telah siap dalam menerima pasien kembar siam ini," katanya.  Harry mengatakan, bayi yang belum diberi nama itu merupakan kasus bayi kembar siam pertama di Kabupaten Sanggau.

"Keadaan dua bayi itu bagus. Beratnya sekarang 5,3 kilogram berdua. Udah aktif, nangisnya juga keras. Tapi posisinya tidak menguntungkan. Nempel dada sama perutnya," ungkapnya.  Untuk menstabilkan kondisi bayi, pihak rumah sakit melakukan perawatan dengan dipasangi infus dan lainnya. Setelah stabil, bayi dilakukan foto ronsen untuk mengetahui kondisi organ-organ di dalamnya. “Ternyata belum dapat diketahui kondisinya apakah jantungnya satu atau dua, ginjalnya masing-masing atau menyatu dan organ-organ dalamnya belum dapat diketahui. Jadi diperlukan pemeriksaan USG lebih lanjut untuk mengetahui kondisi organ di dalamnya,” tuturnya.

Bayi ini juga belum juga dapat diketahui apakah memiliki cacat bawaan, cacat lahir lain yang terdapat di organ dalam seperti kebocoran jantung. Pihak rumah sakit tidak dapat melakukan pemeriksaan, karena dada menyatu. “Sulit untuk dilakukan pemeriksaan. untuk pemeriksaan jantung memerlukan pemeriksaan yang namanya ekokardiografi. Kita tidak memiliki alat tersebut dan ada di Pontianak di RSUD Sudarso, ” ujarnya.

Harry menjelaskan, pihaknya tidak bisa memprediksi keadaan bayi. Apabila dibiarkan di RSUD Sanggau dan terdapat kelainan-kelainan, maka kondisi bayi akan terus memburuk dan tanpa bisa dapat penanganan apa-apa. Kalau di rujuk ke RSUD Sudarso, peluang untuk bisa ditolong lebih besar. “Sehingga bayi ini di rujuk ke RSUD Sudarso, di sana juga sudah dihubungi dan menyatakan siap untuk menerima bayi karena memerlukan ruangan intensif untuk bayi,” jelas Harry.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dr Jones Siagian menambahkan, penyebab kelahiran kembar siam tersebut bisa karena genetik. Yaitu ada faktor turunan dari keluarga yang lahir kembar. Artinya bukan karena penyakit.  “Misalnya kalau lahir, jarinya ada tumbuh lagi di jempol, seperti itulah kasusnya ini. Tadi saya mengecak langsung dan keadaan bayi masih bagus, cuma sangat berisiko dan harus di rawat di NICU dan ibunya dalam keadaan baik-baik saja,” tuturnya.

Jones menjelaskan, kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa tahun silam. Untuk pertolongan persalinannya di rumah sakit mana saja tidak menjadi persoalan. Akan tetapi untuk penanganan bayi kembar siam harus rumah sakit tipe A.

 “Harus ada dokter spesialis anak konsultan, dokter spesialis bedah anak konsultan, dokter jantung konsultan. Tidak hanya sekadar spesialis tapi harus sudah menjadi konsultan. Di Pontianak pun belum lengkap itu, tapi sudah jauh lebih lengkap di banding di RSUD MT H Djaman Sanggau, terkait dengan kesiapan peralatan dan fasilitas, ” tuturnya.

Sementara itu, ayah sang bayi, Joko Susilo mengaku bayi kembar siam itu adalah anak keduanya. Sementara anak pertama mereka saat ini berumur lima tahun. Pria yang kesehariannya sebagai petani ini mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut. "Kami pernah periksa ke bidan dan bidan mengatakan kemungkinan kembar," kata Joko.  (Darmansyah Dalimunte/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:58
Kasus Tiga Paman Perkosa Tiga Kakak Beradik

Ayah dan Kakek Meninggal, Digarap Bertahun-Tahun

PONTIANAK- Satreskrim Polresta Pontianak gelar perkara kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah…

Sabtu, 17 November 2018 13:46

Ratusan Korban Tertipu Arisan Online, Pelakunya Gadis Muda

PONTIANAK-  NIR (19) berhasil diamakan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalbar,…

Sabtu, 17 November 2018 13:43

Miliaran Calon Kepiting Baru Terselamatkan

PONTIANAK- Direktorat Kepolisian Perairan (Dit Polair) Polda Kalbar menggagalkan penyelundupan kepiting…

Sabtu, 17 November 2018 13:17

BAHAYA..!! Daerah Aliran Sungai Kondisi Kritis

PONTIANAK - Kondisi alam di Kalbar saat ini sangat memperihatinkan. Terutama soal Daerah Aliran Sungai…

Sabtu, 17 November 2018 13:10

Akhirnya, Simpang Polda Bakal Dibuka Lagi, Warga Happy..!!

PONTIANAK- Polemik penutupan permanen perempatan Jalan Sungai Raya Dalam-Ahmad Yani atau akrab disebut…

Minggu, 11 November 2018 11:40

Demi Pelayanan yang Lebih Baik, Ombudsman Ajak Berjuang

PONTIANAK-  Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat mengadakan kegiatan ngopi bareng. Bertajuk…

Minggu, 11 November 2018 11:07

Rasakan..!! Polisi Miskinkan Bandar Narkoba asal Kalbar

PONTIANAK- Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimatan Barat bersama Bareskrim Polri mengungkap tindak…

Sabtu, 10 November 2018 10:43
Robo-Robo Tradisi Baca Doa Tolak Bala

Dilaksanakan Rabu Akhir Bulan Safar, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya

Setiap Rabu akhir Safar Hijriah, masyarakat menggelar robo-robo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pusat…

Sabtu, 03 November 2018 13:33

Dorong Kalbar Fortopolio Provinsi Pertama Pemanfaatan PLTN di Indonesia

PONTIANAK- Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST mendorong Provinsi Kalbar menjadi portofolio…

Sabtu, 03 November 2018 13:30

Pemekaran Kapuas Raya Jadi Perhatian Gubernur

PONTIANAK-  Anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalbar. Mereka diterima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .