UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 23 Desember 2017 14:15
Ratusan Sopir Taksi Online dan Konvensional Nyaris Bentrok
TEGANG. Beberapa anggota Unit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak dan Polsek Pontianak Selatan tengah meredam ketegangan ratusan sopir taksi online yang tidak terima rekannya diperlakukan kasar di Hotel Neo, Pontianak Selatan, Rabu (20/12) sore—Ocsya Ade CP

PROKAL.CO, PONTIANAK- Ratusan sopir taksi online (Grab dan Go-Car) nyaris baku hantam dengan beberapa sopir taksi konvensional (pangkalan) di parkiran Hotel Neo Pontianak, Jalan Suprapto-Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (20/12) sekira pukul 14.50 Wib. Beruntung, ketegangan kedua belah pihak itu dapat diredam puluhan anggota gabungan dari Unit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak dan Polsek Pontianak Selatan.

Informasi yang dihimpun Rakyat Kalbar di lapangan, keributan ini dikarenakan sopir taksi pangkalan tidak terima dengan sopir taksi online yang mengambil penumpang di hotel grup Aston tersebut.  “Keributan ini sudah kita redam. Dan sudah ada kesepakatan diantara kedua belah pihak mengenai penjemputan penumpang,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli kepada Rakyat Kalbar, Rabu (20/12) malam.

Ia menjelaskan, keributan bermula saat sopir taksi online (Grab) atas nama Roby (35), mendapatkan pesanan penumpang yang merupakan pengunjung Hotel Neo, sekira pukul 14.30 Wib. Lantas, pemuda yang tinggal di Jalan Jambu Mente, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Kota ini langsung bergegas menuju Hotel Neo untuk menjemput dua penumpang tersebut.

 “Setibanya di depan Hotel Neo dan dua penumpang sudah memasuki mobil Roby, tiba-tiba salah satu sopir taksi pangkalan atas nama Vian mengahampiri Roby untuk meminta klarifikasi atas keberanian Roby mengambil penumpang di Hotel Neo,” jelanya.

Bahkan, lanjut Husni, Vian sempat menarik kerah baju dan mengancam Roby sambil mengatakan tidak boleh mengambil pelanggan atau penumpang dari Hotel Neo. Vian beralasan penumpang yang berada dalam radius 150 meter dari Hotel Neo, Hotel Orchard dan Hotel Haris merupakan penumpang taksi pangkalan.

 “Vian sempat ingin memukul Roby yang sudah di dalam mobil. Namun Roby mengalah dan mengatakan tidak ingin berurusan dengan Vian yang sudah menyuruh dua orang penumpang tersebut untuk turun dari mobilnya,” ujarnya.

Roby, kata Husni, saat itu juga langsung membatalkan pesanan kedua penumpang itu. Kedua penumpang dengan wajah melas itu langsung turun dari mobil Roby. Sekira pukul 15.20 Wib, Roby kemudian menghubungi beberapa teman satu profesinya.  “Beramai-ramai sopir taksi online Grab dan Go-Car mendatangi Hotel Neo mencari Vian untuk meminta klarifikasi atas kejadian tersebut,” tutur Husni.

Massa saat itu mulai beringas mencoba mencari Vian. Mereka juga berteriak menyuarakan protesnya. Pihak hotel yang tidak mau mengalami gangguan keamanan atau kerusakan pada bangunan dan fasilitasnya, lalu menghubungi pihak kepolisian.

Pasalnya, massa dari taksi online terus berdatangan. Belum lagi, ramainya pengendara yang berhenti di jalan untuk menyaksikan keramaian itu. “Beruntung ini dapat diredam, meski pun mereka sempat saling bersitegang,” kata Husni. Dipimpin Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak, kedua belah pihak yang diwakilkan Susanto sopir Grab dan Sulani sopir Go-Car dengan Ramli Askar sopir taksi pangkalan yang biasa mangkal di Hotel Orchardz, Neo, Haris, melakukan mediasi di pos pengamanan Hotel Neo.

 “Hasilnya disepakati bahwa sopir taksi online tidak boleh mengambil penumpang dari Hotel Neo dalam radius 150 meter. Radius itu seperti dalam kawasan Indosakti dan Hotel Wisma Nusantara serta Jalan Hijas,” jelasnya. Dengan kesepakatan bersama ini, kata Husni, permasalahan sudah dianggap selesai secara kekeluargaan. “Saya berharap kedua belah pihak saling menjaga situasi aman dan nyaman di lapangan,” harapnya. (Ocsya Ade CP/rk)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 12:29

Setelah STIKES, Kini Pengurus Yarsi Laporkan Mantan Dosen

PONTIANAK- Mantan dosen STIKES Yarsi Pontianak berinisial Rh kembali dilaporkan ke Mapolres ta Pontianak.…

Rabu, 17 Januari 2018 12:28
Hasil Pemeriksaan BPK Kalbar atas Kerugian Negara

BANYAK..!! Ada 4.236 Temuan dan 9.649 Rekomendasi

PONTIANAK- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalbar menggelar kegiatan penyerahan hasil pemeriksaan…

Rabu, 17 Januari 2018 12:26

Pelacakan Bahan Peledak, Anjing dan Pawangnya Sudah 90 Persen Mati

Menggonggong dan mengipaskan ekornya, sebuah isyarat yang tidak bisa dimengerti orang awam. Itu lah…

Rabu, 17 Januari 2018 12:16
Menengok Unit Satwa K9 Dit Sabhara Polda Kalbar Latihan

Bripda Enisepa Agatha, Polwan Pertama Membawa Anjing Pelacak Bahan Peledak

Anjing pelacak memiliki peran penting dalam menjalankan tugas-tugas keamanan yang dilakukan kepolisian.…

Senin, 08 Januari 2018 11:54

Midji-Norsan Duluan Daftar, Milton-Boyman Menyusul

PONTIANAK- Ketua KPU Kalimantan Barat, Umi Rifdiyawati mengatakan, berdasarkan surat resmi dari tim…

Sabtu, 30 Desember 2017 12:04

Midji Kesal Ada Oknum Bekingi Lapak Liar

PONTIANAK- Jumat (29/12), Presiden Indonesia Joko Widodo meresmikan beberapa Pasar Rakyat yang ada di…

Sabtu, 30 Desember 2017 12:03

Ini Dia, Pihak yang Akan Awasi Pilkada Menyimpang

 Jelang pilkada serentak 2018 Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalbar akan memantau…

Sabtu, 30 Desember 2017 11:56

KRI Ini Perkuat Pengamanan Laut wilayah Barat

PONTIANAK- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Todak-631 telah bersandar di Pelabuhan Dwikora Pontianak,…

Sabtu, 30 Desember 2017 11:54

Mendag Sebut Daging Beku Lebih Efisien dan Higienis

PONTIANAK-  Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito mengecek harga-harga di pasar tradisional…

Sabtu, 23 Desember 2017 14:34
Warga Minta Regulasi Kendaraan Besar Dilarang Melintas

Jika Tak Direspons, Masyarakat Bisa Main Hakim Sendiri

PONTIANAK- Jumat (22/12), sejumlah tokoh masyarakat turun ke perempatan Jalan Gusti Situt Mahmud melakukan…

BANYAK..!! Ada 4.236 Temuan dan 9.649 Rekomendasi

AKHIRNYA…Bandara Supadio Tersemat Nama Kubu Raya

Setelah STIKES, Kini Pengurus Yarsi Laporkan Mantan Dosen

Bripda Enisepa Agatha, Polwan Pertama Membawa Anjing Pelacak Bahan Peledak

Pelacakan Bahan Peledak, Anjing dan Pawangnya Sudah 90 Persen Mati
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .