UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 23 Desember 2017 13:54
Pengungsi dan Pencari Suaka Penuhi Rudenim Pontianak
BELAJAR BAHASA. Di Rudenim Pontianak, para pencari suaka dan pengungsi juga diberi fasilitas belajar bahasa berbagai negara. Seperti yang dilakukan pengungsi asal Afganistan, Selasa (19/12) pagi—Ocsya Ade CP/RK

PROKAL.CO, Sepanjang 2017, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalbar telah melakukan pendetensian, pendeportasian, pemulangan hingga pemindahan warga asing dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pontianak. Awalnya Rudenim overload, kini semakin berkurang. Januari, jumlah warga deteni Rudenim Pontianak sebanyak 232 orang yang terdiri dari warga Afganistan, Myanmar, Pakistan, Thailand dan Vietnam. Namun hingga per Desember 2017, jumlahnya menyusut menjadi 166 orang. Mereka terdiri dari 9 pencari suaka dan 136 pengungsi yang berasal dari Afganistan akibat konflik di negaranya serta imigratoir 21 orang asal Vietnam lantaran melakukan illegal fishing di laut Indonesia.

Kepala Rudenim Pontianak Agustianur SH MH mengatakan, Rudenim merupakan rumah singgah sebelum para detensi di deportasi atau pemulangan. “Selama tahun ini, sudah puluhan hingga ratusan orang dideportasi. Makanya sekarang Rudenim ini agak kurang,” katanya ketika menggelar konferensi press terkait capaian akhir tahun 2017 Rudenim di Kantor Rudenim Pontianak, Jalan Adi Sucipto, Selasa (19/12).

Kepada Rakyat Kalbar, dikatakannya, kalau dulu sampai over kapasitas. Tapi sekarang Rudenim Pontianak malah mengaku kekurangan. “Dilema juga bagi kita sebenarnya, karena harus kembalikan kas negara," ucapnya. Menurutnya, semua warga yang ditampung di Rudenim harus mendapatkan haknya. Di antaranya, mereka menginginkan adanya kebebasan layaknya masyarakat biasa. Bisa keluar, olahraga dan berbelanja. "Namun kalau di Rudenim ini tidak bisa kita lakukan seperti itu. Kecuali tinggal di community house. Biasanya itu dari pemerintah melalui IOM," ungkapnya.

Sebenarnya kata dia, di Rudenim seluruh kelengkapan dan pemenuhan hidup detensi sudah ada. Dari makan, minum, tempat olahraga, bahkan belajar. Hanya saja, lantaran tidak bisa keluar, beberapa waktu lalu detensi pencari suaka asal Afganistan sempat demo. “Jadi manusiawi mereka melakukan demo, karena menyangkut hak asasi dari detensi,” pungkasnya.

Sepanjang aksinya tertib Agustianur menyatakan tidak ada masalah. Hanya saja, yang perlu menjadi perhatian dampak lingkungannya. Artinya, jangan sampai menganggu masyarakat di sekitar Rudenim. Apalagi status lahan Rudenim tersebut masih pinjam pakai. "Itu yang kita sampaikan, makanya sekarang mereka sudah bisa diredam. Keinginan mereka untuk ditransfer (dipindahkan ke negara tujuan, red), hanya karena ingin bebas," jelasnya.

Para deteni ini merupakan titipkan UNHCR, IOM, PSDK dan aparat keamanan lainnya. Bila mendapatkan pengungsi, pencari suaka atau imigratoir, masyarakat juga bisa menyerahkannya langsung ke Rudenim Pontianak. Atau bisa menghubungi petugas Rudenim Pontianak di kontak person 081999982008 atas nama Rizal.

Dalam penanganan pengungsi kata dia, menjadi wewenang  Pemerintah Provinsi. "Tugas kami hanya untuk pengawasannya sesuai dengan Perpres Nomor 125 Tahun 2016. Termasuk untuk penanganan untuk community house juga," demikian Agustianur.  (Syamsul Arifin dan Ocsya Ade CP/rk)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 19 April 2018 19:04
Melestarikan Tradisi Meriam Karbit, Warga Hadapi Berbagai Kendala

Terganjal Waterfront, Bahan Baku pun Semakin Mahal

Permainan meriam karbit merupakan tradisi Kota Pontianak menjelang hari raya Idul Fitri. Persiapan biasanya…

Senin, 16 April 2018 11:30

Perdata Selesai, Pidana Tetap Diproses

PONTIANAK- Ingat Grand Livina KB 1284 AH yang “nyelonong boy” masuk Indomaret jalan HM Suwignyo,…

Senin, 16 April 2018 11:25

PARAH..!! 4 Bulan, 41 Kasus Jambret dan 9 Pembunuhan Terjadi di Kalbar

PONTIANAK- Hampir empat bulan, terhitung sejak Januari hingga saat ini, jajaran Polda Kalbar menerima…

Senin, 16 April 2018 11:23

Sedang Perbaiki Rumah, Temukan Bom di Bawah Meja

PONTIANAK- Sebuah bom aktif jenis Mortir ditemukan di rumah warga di Jalan dr Wahidin, Komplek Batara…

Senin, 16 April 2018 11:13

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Mobil Ini Tabrak Indomaret

PONTIANAK- Sebuah Nissan  Grand Livina menerobos pintu masuk Indomaret Jalan HM Suwignyo, samping…

Senin, 16 April 2018 11:12

CARI KORENG..!! Maling Ini Nekat Embat Motor di Polresta, SELESAI KAMU..!!

PONTIANAK- AP memang nekat. Pemuda 26 tahun ini mencuri sepeda motor yang terparkir di halaman Mapolresta…

Jumat, 06 April 2018 09:22

Paslon Boleh Sebar Jadwal Imsakiyah

PONTIANAK- Ramadan tahun ini bertepatan masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di…

Jumat, 06 April 2018 09:10

WAJIB HUKUM MATI INI..!! Pria Ini Bawa Sabu Seberat 21 Kg..!!

PONTIANAK-. Kejahatan Narkoba dalam jumlah yang cukup besar di wilayah Kalbar kembali digagalkan. Kali…

Jumat, 06 April 2018 08:56

HEBOH..!! Rizal Digorok Dipinggir Jalan, Lihat Tuh Mayatnya

PONTIANAK- Warga geger..!! Bagaimana tidak, warga menemukan mayat seorang pria bersimbah darah yang…

Jumat, 06 April 2018 08:52

NGGA TAU MALU..!! Sudah Salah, Malah Marah-marah ke Polisi

PONTIANAK-. Ternyata, polisi lalu lintas Kota Pontianak luar biasa sabar. Diintimidasi seorang pria…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .