UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 18 Desember 2017 11:03
Antara Midji dengan Karol, PKB Tunggu Restu Ulama

SK PDIP Diperkirakan Turun 4 Januari 2018

Sutarmidji

PROKAL.CO, PONTIANAK- Arah dukungan untuk Pilgub Kalbar 2018, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah memasuki tahap finalisasi. Ada dua bakal calon (Balon) yang masuk dalam pantauan partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini. "Kita hampir final. Sejauh ini kita mengerucut ke dua (Balon), Pak Sutarmidji dan Ibu Karolin,” ujar Ketua Desk Pilkada DPP PKB, Daniel Johan usai menghadiri pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang di Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (17/12).

Diberitakan Rakyat Kalbar, Minggu (17/12) tahap finalisasi, karena PKB saat ini sedang berkonsultasi dengan para ulama di Kalbar. Pasalnya, dalam menentukan siapa yang akan didukung PKB, pihaknya terlebih dulu berkonsultasi dengan ulama yang ada di Kalbar. "Kami ingin mendengarkan masukan dari para ulama, mendengarkan restu dari para ulama," katanya.

Untuk berkonsultasi kepada ulama, DPP menugaskan Ketua Dewan Syuro Habib Abdullah Ridho dan pengurus DPW PKB Kalbar. Tidak cuma kalangan tokoh Islam, tapi juga kepada tokoh agama lainnya."Baik di Masjid Agung, baik Pastur dan Pendeta, terbaru kepada para kyai dan para ustadz," ucap Wasekjen DPP PKB ini.

PKB meminta masukkan tokoh agama guna memastikan bahwa Balon yang akan diusung merupakan sosok yang mampu menjadi pemimpin pemersatu nantinya. "Kita ingin memastikan bahwa calon yang ada itu bisa memperkuat persaudaraan, persatuan, karena itu menjadi elemen penting dalam membangun Kalbar," kata dia.

Secara umum dijelaskan Daniel, pihaknya akan mendukung Balon yang telah mendaftar ke PKB dan memenuhi standar administrasi. PKB juga akan mempertimbangkan Balon melalui hasil survei. "Terus yang mendasar adalah tentu hasil survey,” sebutnya.

Meskipun survei bukan pegangan utama, tapi dia menjadi indikator yang awal. “Kemudian dia mendapat restu, mendapat sambutan yang baik dari ulama di Kalbar dan mendapat respon yang baik dari tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh masyarakat di sini," jelasnya.

Menyangkut kepastian dukungan dan waktu pengumumannya, Daniel mengatakan setelah adanya laporan dari Ketua Dewan Syuro dan pengurus DPW PKB Kalbar. "Mudah-mudahan dua minggu dari sekarang," harap Daniel.

Senada disampaikan Ketua DPW PKB Kalbar, Mulyadi Tawik. Menurutnya, dalam menentukan arah dukungan untuk Pilgub 2018, PKB memang terlebih dulu akan meminta masukan kepada para tokoh pemuka agama yang ada di Kalbar. Ini merupakan mekanisme dan budaya yang biasa terjadi di PKB setiap menentukan siapa yang akan didukung atau diusung.

"Itu mekanisme dan budaya yang ada di PKB. Jadi setiap kepala daerah baik itu bupati, wali kota, gubernur yang akan diusung PKB, itu kita mengkonsolidasikan, merembugkan dan meminta pertimbangan ke para sepuh kiai, ulama NU. Jadi itu ciri PKB," terangnya.

Maksud dari meminta masukan dari para tokoh agama tidak lain agar calon pemimpin kepala daerah yang didukung PKB benar-benar orang yang memiliki kompetensi dan sesuai dengan harapan masyarakat banyak. Selain itu, calon pemimpin merupakan sosok yang memang tidak bermasalah ke depannya bagi daerah. Tidak membawa isu politik identitas nantinya.

"Agar setiap Pilkada itu tidak dibungkus dengan hal-hal yang bisa membuat kita mencederai Pilkada. Apalagi bungkus-bungkus itu menggunakan agama, suku dan segala macam, itu sangat kita hindari," tegasnya.

Di sisi lain kata Tawik, Balon yang akan didukung PKB merupakan orang memiliki kemampuan, teruji dan mempunyai track record baik. "Tentu kita sangat selektif untuk itu. Jadi kita bukan hanya sekadar melihat popularitas, elektabilitas, tapi kamampuan lain untuk bagaimana pemimpin itu bisa menjadi pemimpin bagi semua kalangan, tidak untuk satu golongan," pungkasnya.

Diakuinya, PKB memang terkesan lamban dalam menentukan arah politik di Pilgub. Akan tetapi, semua itu demi mengerucutkan Balon yang dinilai tepat didukung. "Selain itu juga, yang terpenting kita mengkonsolidasikan bersama jajaran pengurus partai hingga di tingkat DPC kabupaten/kota," katanya.

Ia menjelaskan, masukan dan usulan posisi DPC PKB termasuk hal terpenting dalam keputusan yang akan diambil DPP. "Saran, pendapat, usulan dan pandangan DPC setiap kabupaten/kota menjadi penting menjadi pertimbangan dalam memutuskan dukungan," pungkas Tawik.  Partai yang juga belum menentukan sosok diusung di Pilgub Kalbar, yaitu PDI Perjuangan. Ketua DPC PDIP Sanggau Krisantus Kurniawan memperkirakan, sekitar tanggal 4 Januari 2018 baru akan diumumkan siapa yang bakal mendapatkan rekomendasi dari DPP. "Karena sepenuhnya merupakan kewenangan DPP,” ujarnya.

Paling mendasar bagi DPP PDI Perjuangan kata dia, adalah peta politik di lapangan yang tentunya memajukan kader untuk menang, bukan semata-mata survei. Sebab survei hanya sebagai gambaran, tidak bisa dijadikan tolak ukur. “Yang paling terpenting adalah situasi politik di lapangan, serta komposisi calon lawan," sebutnya.

"Saya bicara bukan informasi, saya dengar langsung. Saya tidak mau bikin hoax. Saya tidak mau bicara bocoran, karena DPP tidak pernah bocor," timpal Krisantus.  (Zainudin/rk)


BACA JUGA

Rabu, 08 Agustus 2018 22:33
Pelaku Penganiaya Anak Jalani Tes Kejiwaan

KEJAM..!! Anak Disiksa, Dadanya Diinjak-Injak

PONTIANAK- Ibrahim Taufik, pria 30 tahun yang menganiaya anak angkatnya Ainun Maya hingga meninggal…

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:15
2.225 Jemaah Kalbar Telah Diterbangkan ke Tanah Suci

Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

PONTIANAK- Ombudsman RI Perwakilan Kalbar memantau penyelenggaran ibadah haji tahun 2018. Masyarakat…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:38
Pembangunan PLTU Kalbar-1

MANTAP..!! Kini Tak Lagi ‘Minta’ Listrik Malaysia

PONTIANAK- PT. GCL Indo Tenaga menggelar media gathering di Hotel Gajahmada, Pontianak, Rabu (1/8).…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:16
Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

MENGGILA..!! Kasus di Kalbar kian Parah, Pelakunya Orang Terdekat

PONTIANAK- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalimantan Barat terparah dalam sepuluh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14
Potensi Defisit APBD Kalbar 2018

Kalau Ada Penyimpangan Harus Ditangkap

PONTIANAK- Potensi defisit APBD Kalbar Tahun Anggaran 2018 berdampak terhadap pencairan dana pengerjaan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:13

Ini Dia Kasdam Tanjungpura yang Baru

SUNGAI RAYA- Jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura berganti. Dulunya dijabat Brigjen TNI…

Minggu, 29 Juli 2018 21:45

Waduh, Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar Bawa Sabu

JAKARTA- Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Viktor Yogi Tambunan membenarkan kabar penangkapan anggota…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:00

KEREN..!! Kapuas Hulu Jadi Cagar Biosfer Baru

PUTUSSIBAU-  Betung Kerihun Danau Sentarum (BKDS) Kapuas Hulu resmi dikukuhkan menjadi cagar biosfer…

Kamis, 26 Juli 2018 20:47
Jamaah Asal Kalbar Mulai Diberangkatkan Minggu

7 CJH Sanggau Berpotensi Gunakan Kursi Roda

PONTIANAK- Sebanyak 109 calon jemaah haji (CJH) dari kuota 110 asal Kabupaten Sanggau siap menunaikan…

Kamis, 26 Juli 2018 20:46
Amankan Dua Pelaku Pembakaran Lahan

Kemarau, Sungai Kapuas Mulai Mengering

PONTIANAK- Dalam dua minggu terakhir, lahan yang terbakar di wilayah hukum Polresta Pontianak mencapai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .